By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Majukan Pendidikan Jatim, Gubernur Khofifah Raih Anugerah Pemda Transformasi Digital dari KemdikbudRistek
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Majukan Pendidikan Jatim, Gubernur Khofifah Raih Anugerah Pemda Transformasi Digital dari KemdikbudRistek
Sospol

Majukan Pendidikan Jatim, Gubernur Khofifah Raih Anugerah Pemda Transformasi Digital dari KemdikbudRistek

01/06/2023 Sospol
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI memberikan penghargaan kepada kepala daerah atas capaian Transformasi Anggaran dan Regulasi.

Penghargaan itu adalah Anugerah Pemda Transformasi Pembelajaran, Anugerah Pemda SDM Pendidikan, Anugerah Pemda Program Indonesia Pintar, Anugerah Pemda Transformasi Digital, Anugerah Pemda Transformasi Pendidikan Ramah Anak dan terakhir Anugerah Pemda Transformasi Pendidikan Vokasi.

Dalam penganugerahan ini, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendapat Anugerah Pemda Transformatif Provinsi untuk Kategori Pemda Transformasi Digital, Senin (29/5).

Penghargaan diterima langsung oleh Plt. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi dan diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim, yang didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PDM) dan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK).

Anugerah ini diberikan sebagai keberhasilan Pemprov Jatim dalam meningkatkan literasi numerasi dengan mendorong penyelenggara Pendidikan menggunakan Platform Merdeka Mengajar dan akun belajar.id untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan satuan pendidikan pada tingkat Pemerintah Daerah Provinsi.

Tak hanya itu, penghargaan ini tak lepas dari inovasi yang digagas Khofifah dalam mengatasi persoalan learning loss di Jawa Timur selama pandemi Covid-19 sejak tahun 2020.

Di mana pada masa ini, pendidikan menjadi sektor yang terdampak karena terbatasnya pembelajaran tatap muka.

Salah satu solusi agar seluruh wilayah tetap terjamah pendidikan dan pembelajaran tetap berjalan dengan baik, saat itu digagaskan alat Anjungan Belajar Mandiri (ABM). Alat ini diberikan kepada daerah yang berada di wilayah pegunungan, pedalaman dan kepulauan yang tidak terjangkau oleh internet.

Inovasi ini merupakan salah satu dari program digitalisasi pendidikan yang merupakan program prioritas Pemprov Jatim sejak tahun 2020 saat pandemi Covid-19.

“Adanya alat ini (ABM,red) agar tidak ada daerah yang tidak bisa menikmati digital. Keluarnya kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), membuat Jatim mencetuskan program prioritas ABM dan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang semua wilayahnya menikmati teknologi digital,” jabar Khofifah.

Dijelaskan Khofifah, ABM merupakan alat yang berisi berbagai materi pembelajaran, di mana guru bisa mengupload dan mendownload bahan ajar. Alat juga dipasang semacam wifi yang dapat menjangkau dengan radius maksimal 30 meter. Alat tersebut terpasang di balai desa/sekolah yang mudah dijangkau oleh siswa.

Penghargaan yang diraih Gubernur Khofifah ini juga dilandaskan dari program Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang diterapkan di SMA/SMK dan SLB di Jawa Timur. Dari jumlah 4.157 lembaga, di akhir tahun 2022, sebanyak 76 persen SMA/SMK dan SLB sudah melaksanakan IKM. Jumlah ini terbanyak diantara provinsi lainnya di Indonesia.

Kemudian, pada awal Mei 2023, capaian IKM mendekati 99 persen diterapkan di lembaga sekolah di Jatim. Dari total lembaga SMA/SMK dan SLB, hanya 48 lembaga yang belum melaksanakan IKM karena ada permasalahan akun. Jatim juga menjadi provinsi terbanyak yang memanfaatkan akun belajar.id untuk mengakses kebutuhan kegiatan belajar mengajar.

Sementara itu, keberhasilan Gubernur Khofifah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jatim khususnya SMK, dijabarkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi di mana hasil itu terlihat dari penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan SMK di Jatim yang signifikan.

Berdasarkan data BPS, TPT SMK Jatim pada bulan Agustus 2020 sebesar 11,89%, kemudian di tahun 2021 bulan Agustus turun di angka 9,54% dan per Agustus 2022 TPT menurun diangka 6,70%.

“Bahkan menurut hasil tracer study Kemdikbudristek TPT lulusan SMK Jatim tahun 2022 hanya 3,3 persen,” imbuh dia.

Apa yang diraih Gubernur Khofifah ini, lanjut Wahid, pantas diapreasiasi karena perhatiannya dalam memajukan dan meningkatkan pendidikan di Jawa Timur.

Ia juga mengungkapkan pihaknya mendorong secara optimal akun yang telah diaktivasi untuk dapat tuntas memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar dan akun belajar.id.

Kemudian, Pemprov Jawa Timur juga berhasil mendorong peningkatan capaian Standar Pelayanan Minumum (SPM) Literasi dan Numerasi di tingkat Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus pada tahun 2022.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas capaian ini. Kebijakan Merdeka Belajar telah memantik semangat Pemprov Jawa Timur terus berinovasi dalam melakukan transformasi digital guna mencetak generasi unggul di masa depan,” tutur Wahid.

Dalam kesempatan ini, Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim mengapresiasi semangat gotong royong. Saat ini, kata Nadiem, anak-anak di lebih dari 350 ribu sekolah telah menikmati proses pembelajaran yang menyenangkan dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Sebanyak 2,6 juta lebih guru saling terhubung untuk saling belajar dan berbagi dengan Platform Merdeka Mengajar.

“Selain itu, terobosan-terobosan lain seperti Asesmen Nasional, Rapor Pendidikan Indonesia, Perubahan Mekanisme BOS, Revitalisasi Bahasa Daerah, Dana Indonesiana, program SMK Pusat Unggulan, program Guru Penggerak, dan pengiriman jutaan buku-buku bacaan berkualitas juga telah memberikan dampak dan manfaat yang nyata,” tutur Mendikbudristek.

Sebagai informasi, penghargaan yang diberikan Kemristekdikti kepada para kepala daerah ini untuk Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada 2 Mei yang juga ditetapkan sebagai bulan Merdeka Belajar. Momentum lekat dengan Ki Hadjar Dewantara, yang mempunyai peran penting bagi dunia pendidikan Indonesia.

Falsafah dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara merupakan landasan yang mendasari terobosan Merdeka Belajar yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek.

Dalam tiga tahun terakhir, Kemendikbudristek telah meluncurkan 24 (dua puluh empat) episode Merdeka Belajar yang berfokus pada transformasi sistem pendidikan Indonesia khususnya pada aspek pembelajaran, pendanaan, dan pengelolaan. Upaya transformasi sistem pendidikan ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Unusa Jajaki Kolaborasi dengan KCG Jepang untuk Transformasi Pendidikan Tinggi

Kaum Hawa IPHI Jatim Bergerak Ingin Wujudkan Program Haji Mabrur Sepanjang Hayat

Menjajaki Kolaborasi Riset Penyakit Infeksi, RC-GERID UNAIR Benchmarking ke Pusat Genom Malaysia

MUI Jatim Kolaborasi dengan Pemkot Madiun, Kembangkan Ekonomi Kreatif Santri

Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Sejarah Singkat Pencipta Kalimat “Billahit Taufiq wal-Hidayah” dan “Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq”
Next Article Refleksi Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Pancasila dan Tahlilan

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Founder Al Yasmin Meriahkan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Hongkong
Nahdliyyin
Unusa Jajaki Kolaborasi dengan KCG Jepang untuk Transformasi Pendidikan Tinggi
Sospol
Kaum Hawa IPHI Jatim Bergerak Ingin Wujudkan Program Haji Mabrur Sepanjang Hayat
Sospol
Saat turba, PWNU Jatim Apresiasi MWC Tambak-Bawean yang Miliki Poliklinik dan BMT potensial
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Al Yasmin Gandeng UNITOMO Perkuat Kolaborasi Pendidikan Digital

13/05/2026
Sospol

Al Yasmin dan UMAHA Kembangkan Mahasiswa Berbasis Digital Entrepreneurship

12/05/2026
Sospol

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan

12/05/2026
Sospol

MUI Jatim Siap Edukasi Pengelolaan Dana Pesantren

12/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?