By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Rebranding NU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Rebranding NU
Kolom

Rebranding NU

02/07/2023 Kolom
Logo NU
SHARE

Oleh Arif Affandi *)

Datanglah ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta, atau kantor PCNU di Bubutan, Surabaya, sekarang.

Ada yang berubah di dua kantor ormas Islam terbesar di Indonesia itu. Tampilannya
menjadi makin terbuka dan bersih
sejak hadirnya kepemimpinan baru.

Di kantor PBNU, perubahan itu bisa
dilihat mulai dari lobi. ”Seperti masuk
lobi hotel,” kata seseorang yang
pernah datang ke PBNU belakangan
ini. Selain desain interiornya baru,
ada sofa untuk para tamu. Dindingnya
serbaputih. Lebih cerah dan tidak
kusam seperti selama ini.

Suasana terbuka dan desain minimalis
juga terasa di tempat Ketua Umum
PBNU Yahya Cholil Staquf berkantor.
Yang dulu sekat-sekat tembok, kini dibikin terbuka dengan hanya sekat
kaca yang terang. Antara satu ruangan
dan ruangan lain tembus pandang.

Itu sudah seperti kantor korporasi
modern yang menganut sistem
terbuka dan transparan. Meski, yang berkantor di sana masih banyak yang mengenakan peci hitam, sarung, dan sandal. Suasana telah berubah dan
karakter kepemimpinan baru di NU juga terasa berubah.

Rupanya perubahan yang terjadi di
kantor PBNU diikuti PCNU Surabaya.
Pelaksana tugas atau karteker Ketua PCNU Umarsyah juga ingin
melakukan perubahan di lingkungan
kepengurusan NU yang dipimpinnya.
Ia langsung merenovasi interior
gedung PCNU yang bersejarah itu.

”Kami tidak mengubah struktur
dan bentuk bangunan karena ini termasuk cagar budaya. Kami hanya memperbaiki interior dan meubelair-nya. Biar lebih terlihat bersih dan layak untuk menerima tamu-tamu,” tutur Umarsyah yang juga salah seorang ketua PBNU tersebut.

Tak hanya itu. Ia juga berusaha mengubah mindset para pengurus untuk
lebih progresif dalam menggerakkan
organisasi. Selain melakukan konsolidasi,
ia menggerakkan ”motor” organisasi
melalui Lazisnu. Ia rekrut tim profesional
secara terbuka untuk membesarkan
lembaga amil zakat dan infaknya.

Saya sempat dipertemukan dengan tim baru dari kalangan profesional yang
akan manjalankan Lazisnu dengan
target yang sangat besar. Sebuah target
yang selama ini dianggap sebagai
mimpi yang tak mungkin tercapai bagi mereka yang tak memahami potensi
kota. Padahal, itu mimpi yang biasa di
kota sebesar Surabaya.

Dalam sebuah pembicaraan di PBNU pekan lalu, Umar menyampaikan
kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf akan keinginannya untuk
menjadikan PCNU Surabaya sebagai
portofolio alias percontohan NU
metropolis. ”Good…good…,” sambut
Gus Yahya –demikian ketum PBNU
biasa dipanggil– secara spontan. (*)

*) Sumber: https://harian.disway.id/read/709892/rebranding-nu
*) Penulis adalah wartawan senior di Surabaya

Iklan.

You Might Also Like

Membangun Citra Pesantren: Sinergi Kinerja Alumni, Kharisma Kiai dan Tatakelola Manajemen Modern

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Rumah Sedekah NU dan Pesantren Manbaul Ulum Malang Ajarkan Kepedulian Sosial lewat Qurban
Next Article Gubernur Khofifah Kunjungi Rumah Ibu Fatmawati Soekarno dan Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol
MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren
Sospol
Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas
Nahdliyyin
PWNU Jatim Menentang Segala Bentuk Kejahatan/Penyimpangan terhadap Santri
Nahdliyyin

You Might also Like

Kolom

Evaluasi Tanpa Intervensi: Ujian Kemandirian Muktamar NU

27/04/2026
Kolom

PERANG HORMUZ

27/04/2026
KolomOpini

Mencari Isyarah Langit (Ketum PBNU)

25/04/2026
KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?