By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah Kunjungi Rumah Ibu Fatmawati Soekarno dan Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Gubernur Khofifah Kunjungi Rumah Ibu Fatmawati Soekarno dan Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu
Sospol

Gubernur Khofifah Kunjungi Rumah Ibu Fatmawati Soekarno dan Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu

03/07/2023 Sospol
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyempatkan waktu berkunjung ke Rumah Ibu Fatmawati Soekarno dan Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu, Minggu (2/7). (*/hmn)
SHARE

Bengkulu, Radar96.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyempatkan waktu berkunjung ke Rumah Ibu Fatmawati Soekarno dan Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu, Minggu (2/7).

Napak tilas sejarah ini dilakukan di sela kunjungannya dalam rangka Misi Dagang dan Investasi di Provinsi Bengkulu.

Dalam napak tilasnya, Gubernur Khofifah bertandang ke bangunan cagar budaya Rumah Ibu Fatmawati di Jalan Fatmawati, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Kisah Ibu Fatmawati yang menjahitkan bendera Merah Putih tak dapat dipisahkan dari sosok perempuan istri Presiden RI Soekarno tersebut.

Setibanya di rumah berdinding kayu berwarna coklat, Gubernur Khofifah mengaku takjub melihat bangunan yang terawat dengan baik dan bersih. Apalagi, koleksi-koleksi asli peninggalan Ibu Fatmawati juga masih tersimpan rapi.

“Saya kagum karena ini bangunannya masih sangat terawat dengan baik. Jika diizinkan koleksi di Rumah Ibu Fatmawati bisa di tambahkan termasuk narasi berbagai pemikiran Ibu Fatmawati,” ungkapnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyempatkan waktu berkunjung ke Rumah Ibu Fatmawati Soekarno dan Rumah Pengasingan Bung Karno di Bengkulu, Minggu (2/7). (*/hmn)

Masih di bagian dalam depan rumah, Gubernur Khofifah disuguhkan barang peninggalan seperti foto-foto Ibu Fatmawati, mesin jahit, bendera merah putih dan beberapa lembar pakaian yang masih terawat dan orisinil.

“Mesin jahit itu adalah alat yang digunakan beliau untuk menjahit bendera merah putih yang kemudian menjadi indentitas nasional bangsa dan negara Indonesia,” tuturnya.

Saking penasarannya dengan mesin jahit yang sarat akan sejarah, Gubernur Khofifah izin untuk duduk lalu mencoba mesin jahit milik Ibu Fatmawati yang berada di ruang tengah yang beliau gunakan menjahit Bendera Merah Putih. Jari jemarinya mengingatkan kita terhadap sosok Ibu Fatmawati di masa-masa perjuangan kemerdekaan.

Menurutnya, peran Ibu Fatmawati menjahit Bendera Merah Putih menjadikan perempuan kelahiran Bengkulu 5 Februari 1923 itu sebagai pahlawan dan tokoh yang sangat inspiratif serta panutan bangsa, khususnya bagi kaum perempuan.

“Menjahit Bendera Merah Putih menjadi tanda bukti hormat atas perjuangan Ibu Fatmawati, sekaligus mengingatkan seluruh pihak untuk selalu meneladani semangat kejuangan dan nasionalisme dari seorang Ibu Negara pertama,” tegas Gubernur Khofifah.

Adapun rumah ini memiliki empat ruangan meliputi, satu ruangan utama, dua kamar dan ruangan lain di bagian belakang. Di halaman depan rumah juga terdapat patung kepala Ibu Fatmawati, menandai tempat ini adalah milik salah satu tokoh besar nasional asal Bengkulu.

Dari rumah Ibu Fatmawati, Gubernur Khofifah melanjutkan perjalanan ke rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Soekarno Hatta No. 8, Kelurahan Anggut Atas, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.

Setibanya di rumah pengasingan Bung Karno dengan perpaduan arsitektur Eropa dan China itu, Gubernur Khofifah menerima penjelasan dari Surgrahanudin selaku kepala rumah tangga rumah pengasingan bung Karno Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah 7, kota Bengkulu.

Di ruang kerja bung Karno, Khofifah disuguhi foto beserta narasi sejarah Bung Karno selama diasingkan saat masa penjajahan. Tercatat Bung Karno diasingkan di Bengkulu selama 1938 – 1942.

Di ruang tamu, tersimpan berbagai benda bersejarah peninggalan Bung Karno seperti sepeda ontel, buku bacaan, kostum Tonil Monte Carlo naskah sandiwara dan lain sebagainya.

“Sepeda ini asli yang dipakai bung Karno ya pak?,” tanya gubernur Khofifah kepada Surgrahanudin.

“Kostum Tonil Monte Carlo juga menjadi sarana bagi bung Karno menyampaikan ide-ide pembaharuan dan pergerakan melawan penjajah,” imbuhnya.

Tak ketinggalan, ratusan koleksi buku berbahasa Belanda terlihat mengisi salah satu sudut rumah yang dulunya digunakan sebagai ruang kerja Bung Karno. Buku-buku tersebut menemani Soekarno selama pengasingan.

“Beliau selama di pengasingan banyak membaca. Tak heran, kematangan berpikirnya sebagai seorang pemimpin dari seluruh dunia berhasil ia dapatkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, di sepanjang dinding di dalam rumah terdapat foto-foto maupun informasi yang menceritakan sejarah yang pernah terjadi di tempat tersebut maupun jejak narasi Bung Karno dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Selama diasingkan di Bengkulu, Bung Karno tetap gigih untuk menyuarakan semangat perjuangan kemerdekaan Indonesia yang menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia dan relevan untuk diterapkan sampai saat ini,” imbuhnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga

MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren

Kuliah Tamu di FISIP UNAIR, Akademisi AS: Menulis Itu Bukan Buat Pamer Kepintaran

Unusa Gandeng Kwarda Pramuka Jatim Buka Jalur Prestasi Kepramukaan

Unusa Jajaki Kolaborasi dengan KCG Jepang untuk Transformasi Pendidikan Tinggi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Rebranding NU
Next Article Pakan Ikan dan Udang Catat Transaksi Tertinggi pada Misi Dagang dan Investasi Jatim-Bengkulu

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol
MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren
Sospol
Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas
Nahdliyyin
PWNU Jatim Menentang Segala Bentuk Kejahatan/Penyimpangan terhadap Santri
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Kaum Hawa IPHI Jatim Bergerak Ingin Wujudkan Program Haji Mabrur Sepanjang Hayat

18/05/2026
Sospol

Menjajaki Kolaborasi Riset Penyakit Infeksi, RC-GERID UNAIR Benchmarking ke Pusat Genom Malaysia

15/05/2026
Sospol

MUI Jatim Kolaborasi dengan Pemkot Madiun, Kembangkan Ekonomi Kreatif Santri

15/05/2026
Sospol

Pesantren se-Madura Raya Bergerak Bersama, Modernisasi Koperasi jadi Fokus Utama

14/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?