By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Percepat Menuju Desa Mandiri
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Percepat Menuju Desa Mandiri
Milenial

Kolaborasi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Percepat Menuju Desa Mandiri

04/10/2023 Milenial
SHARE

Surabaya , Radar96.com – Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi desa, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, Endah Binawati Muriandini, SP, MSi, mendorong kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan perusahaan.

Endah menyoroti pentingnya mengimplementasikan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh perguruan tinggi ke dalam masyarakat. “Banyak penelitian yang mungkin belum diimplementasikan di masyarakat. Saatnya kampus bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan perusahaan, melalui konsep (Pentahelix) untuk memberdayakan masyarakat,” tutur Endah saat menjadi narasumber di acara Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SN-PKM) 2023 yang diadakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Auditorium Lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, Rabu (4/10/23).

Salah satu tujuan utama kolaborasi ini adalah agar masyarakat di Jawa Timur dapat menjadi mandiri secara ekonomi. Dalam upaya untuk mencapai tujuan ini, Endah menggarisbawahi pentingnya pengabdian masyarakat oleh semua desa.

“Semua desa seharusnya telah melaksanakan pengabdian masyarakat. Kami juga telah berkolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur untuk melakukan kolaborasi dengan masyarakat,” ungkapnya
Endah menambahkan, kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang telah memberikan ilmu dan sumber daya kepada desa. Ini mencakup pendampingan untuk desa, peningkatan kapasitas aparatur desa dan kepala desa, badan permusyawaratan desa, dan lembaga kemasyarakatan desa. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas desa, terutama dalam hal kepemilikan badan hukum.

“Saat ini banyak desa yang belum memiliki status badan hukum, terkait Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), sehingga ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini merupakan peluang bagi perguruan tinggi untuk bekerja sama dengan kami dalam meningkatkan kapasitas desa menjadi badan usaha yang memiliki kelembagaan yang kuat, modal yang kuat, dan sumber daya manusia yang handal,” tambah Endah.

Melalui upaya kolaboratif ini, Provinsi Jawa Timur berharap dapat menciptakan desa-desa yang lebih mandiri secara ekonomi dan masyarakat yang lebih sejahtera. Melalui dukungan penuh dari semua pihak yang terlibat, pemberdayaan ekonomi desa di Jawa Timur semakin memperlihatkan potensi besar untuk masa depan yang lebih baik.
Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Indonesia, Dr Ing Ir Mahir Bayasut, MM, mengungkapkan dalam mengkaji potensi desa, terdapat beberapa pertanyaan yang dapat menjadi dasar pertimbangan, yakni sejauh mana nilai inovasi yang dapat ditemukan dalam beragam aspek potensi sumber daya yang dimiliki oleh desa tersebut.

“Perlu dilakukan identifikasi secara teliti untuk mengetahui apakah terdapat aspek-aspek inovatif yang dapat terlihat di dalam sektor-sektor seperti perikanan, pertanian, atau bahkan dalam bidang-bidang lainnya,” ungkapnya.
Mahir menambahkan, perlu difokuskan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam meningkatkan tingkat inovasi di desa tersebut. Adanya keterlibatan perguruan tinggi dalam memfasilitasi pengembangan inovasi di tingkat desa, diharapkan bahwa hasilnya akan mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.

‘Selain itu, sangat penting untuk mendalami upaya-upaya kolaboratif yang mungkin telah terjadi antara penduduk lokal dan perguruan tinggi. Kolaborasi semacam ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas pendidikan penduduk lokal. Adanya kolaborasi yang erat, penduduk lokal, dan perguruan tinggi dapat bersinergi, saling mendukung, dan bersama-sama berkontribusi dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas hidup di desa mereka,” ungkapnya.

Terkait pemberdayaan desa, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof Dr Ir Achmad Jazidie, M Eng, berharap melalui desa-desa yang mandiri akan muncul berbagai kegiatan ekonomi yang dapat berkembang. Setiap desa di Jawa Timur dapat meningkatkan perekonomiannya secara mandiri, sebagai contoh, kita dapat membayangkan potensi ekonomi yang bisa tumbuh di sana.

“Walaupun tidak semua desa dapat mencapai 100% mandiri dalam hal ekonomi, inovasi adalah kunci. Sebagai contoh, kisah sukses dari desa-desa di Jawa Timur dapat direplikasikan di seluruh desa di Indonesia,” ungkapnya.
Jazidie menambahkan, penguatan keterampilan warga desa sangat penting karena ini adalah cara untuk meningkatkan ekonomi desa. Selain itu, pembelajaran dapat diambil dari industri yang dapat menghubungkan desa dengan kampus. Terlalu sering, industri tidak langsung terlibat dalam kegiatan mahasiswa.

“Perguruang Tinggi harus tanggap dengan situasi di masyarakat. Oleh karena itu, dalam mengelola proyek sosial atau pendidikan, penting untuk menggandeng industri dan lembaga pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Pria yang juga alumni S2 dan S3 di Hiroshima University Jepang ini menambahkan, dana yang disediakan oleh industri dan lembaga pendidikan adalah salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola kegiatan yang dapat mendorong perkembangan masyarakat dan ekonomi. Di sini, penggalian potensi budaya juga sangat penting, seperti yang dilakukan oleh Korea dalam mengemas budaya mereka dengan inovasi.

“Keterlibatan perguruan tinggi dalam pengabdian masyarakat dapat membantu desa dalam menghadapi transformasi digital. Pemberian pelatihan kepada Sumber Daya Manusia (SDM) desa untuk menguasai teknologi informasi dapat membuka berbagai peluang, termasuk pengembangan kuliner desa. Melalui bantuan aplikasi dan teknologi informasi, potensi kuliner desa dapat diketahui oleh masyarakat lebih luas. Penggunaan teknologi informasi juga dapat mempermudah pencarian makanan khas daerah oleh mereka yang merantau, sehingga potensi ekonomi desa tetap terjaga,” ungkapnya.

Iklan.

You Might Also Like

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Hadiri Maulid Nabi dan Golkar Bersholawat di Tuban, Gubernur Khofifah: Teladani Karakter Sunan Bonang
Next Article Santri Madura Ikuti Seleksi Beasiswa PBNU ke Maroko

Advertisement



Berita Terbaru

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura
Kolom Uncategorized
Al Yasmin dan UMAHA Kembangkan Mahasiswa Berbasis Digital Entrepreneurship
Sospol
Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Tanggapan Pakar: Pendidikan Bukan Sekadar Menang-Kalah, Tapi Soal Kejujuran dan Keadilan
Sospol
MUI Jatim Siap Edukasi Pengelolaan Dana Pesantren
Sospol

You Might also Like

Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
Milenial

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

20/04/2026
Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
Milenial

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan

07/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?