Jombang, radar96.com – Momentum Harlah ke-101 NU diperingati dengan berbagai cara. Salah satu di antaranya dengan menyambung kembali silaturahmi sesama putra pejuang NU. Hal itulah yang dilakukan oleh keluarga KHM Hasyim Latief Sepanjang, Sidoarjo. Semasa hidup KHM Hasyim Latief pernah menjadi tentara Hizbullah, Ketua PCNU Sidoarjo, Ketua LP Ma’arif Jawa Timur, Ketua PWNU Jawa Timur, Ketua PBNU, dan terakhir sebagai Mustasyar PBNU. H Ahmad Makky, putra pertama KHM Hasyim Latief, bersama Harjono, salah seorang menantu KHM Hasyim Latief, melakukan safari silaturahmi ke Mojosari dan Jombang pada Senin (29/01/24).

Kunjungan pertama ke keluarga KH Munasir Aly di Mojosari, Mojokerto. Semasa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Kiai Munasir adalah Komandan Batalion 39/ Hizbullah, sedangkan Kiai Hasyim Larief salah seorang komandan kompinya. Setelah kemerdekaan, keduanya aktif berdinas di TNI-AD, lalu setelah pensiun keduanya ganti berjuang di NU hingga akhir hayat.
Setelah berziarah ke makam Kiai Munasir, rombongan melanjutkan ke makam KH Yusuf Hasyim di Tebuireng. Sama dengan KHM Hasyim Latief, KH Yusuf Hasyim juga salah seorang komandan kompi di Batalion Munasir. Jejaknya juga sama dengan sang komandan: setelah merdeka berdinas di militer, lalu aktif di NU sampai wafat.
Setelah tiba di Tebuireng, rombongan disambut oleh KH Rizal Yusuf, putrra pertama KH Yusuf Hasyim. Gus Rizal didampingi KH Ghofar Yusuf Masyhar (Sekretaris Pondok Pesantren Tebuireng), dan KH Mughni Muhammad (Mudir Bidang Pengembangan Pondok Cabang).
Pertemuan para putra tokoh pejuang itu berlangsung akrab penuh kekeluargaan, meski sama-sama baru saling mengenal. “Sebenarnya sejak lama kami punya rencana seperti ini, ingin menyambung kembali tali silaturahmi dengan putra-putra temannya Abah, tapi baru sekarang terlaksana,” kata Gus Makki. Hal yang sama disampaikan oleh Gus Rizal. Pihaknya juga mempunyai keinginan sejak lama, justru kedahuluan oleh keluarga KH Hasyim Latief.
“Pada prinsipnya, kami keluarga KH Yusuf Hasyim dan keluarga besar Pondok Tebuireng menyambut baik kunjungan ini. Insyaallah, nanti kami juga akan melakukan kunjungan balik, agar hubungan kami semakin akrab,” jelas Gus Rizal.

Setelah beramah-tamah di Kantor Yayasan Tebuireng, para tamu difasiltasi untuk berziarah ke makam Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari dan KH Yusuf Hasyim yang berada di komplek Pondok Tebuireng. Setelah itu diajak berkeliling pondok, mulai dari melihat Rumah Sakit KH Hasyim Asy’ari, kampus Unhasy, pondok putri, klinik, hingga mengunjungi dapur tempat masak untuk para santri, dan unit tempat praktik ketrampilan usaha (TKPU).
Sebagian dari anggota rombongan sempat terperanjat dengan kelengkapan sarana dan prasarana yang dimiliki Pondok Tebuireng. Mulai dari pengadaan seragam, makan sehari-hari, pengadaan fasilitas, hingga kebutuhan para santri, sudah dikelola oleh pesantren. Termasuk juga pengolahan sampah pesantren sudah ditangani oleh pesantren dengan baik. Tidak heran bila lingkungan di Pondok Pesantren Tebuireng selalu terlihat bersih dan sehat.
Usai kunjungan, rombongan mendapatkan hadiah kopiah hitam berlogo Tebuireng dari Gus Rizal. Sebelum berpisah, Gus Rizal kembali menyatakan kesiapan untuk melakukan kunjungan balik ke keluarga KHM Hasyim Latief di Sepanjang, Sidoarjo.




