By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Warga Surabaya Ikrar Mualaf di MAS setelah 5 Tahun Pelajari Islam
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Warga Surabaya Ikrar Mualaf di MAS setelah 5 Tahun Pelajari Islam
Sospol

Warga Surabaya Ikrar Mualaf di MAS setelah 5 Tahun Pelajari Islam

23/03/2024 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Seorang warga Graha Famili blok N/115, Babatan Wiyung, Surabaya, Nobella Indradjaja (40), akhirnya mantap mengikrarkan diri menjadi mualaf, setelah 5 tahun mempelajari Agama Islam.

“Saya dari lingkungan keluarga yang majemuk, karena ayah saya juga mualaf,” ujar Nobella yang membaca ikrar mualaf dengan bimbingan Ketua BPP Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) DR KHM Sudjak MAg di Ruang utama MAS, Sabtu (23/3).

Karena itu, Nobella yang berasal dari keluarga Katholik hingga ayahnya menjadi mualaf itu mengaku dirinya sejak kecil sudah terbiasa mendengar ayahnya bercerita tentang Islam, namun ia hanya mendengar dan belum terlintas keinginan untuk “mengikuti” ayahnya.

“Sampai akhirnya, saya kehilangan ibu dan seperti kehilangan arah, namun perjalanan hidup saya benar-benar mengalami perubahan setelah saya juga kehilangan ayah. Dalam pikiran saya pun terlintas untuk mencari ketenangan yang dulu sering diceritakan ayah,” katanya.

Ia bersyukur keinginan mendalami agama Islam itu mendapat respons dari seorang teman baik yang membuatnya mantap untuk masuk Islam dengan kesadaran sendiri hingga dibantu ikrar ke Masjid Al-Akbar.

“Asyhaduan Laa Ilaaha… illa Allah…, wa Asyhadu… anna Muhammad… Rasulullah…,” ujar Nobella saat ikrar mualaf dengan disaksikan dua orang saksi yakni Chamdani SE dan Hadi Suhud.

“Hingga hari ke-12 Ramadhan (23/3), ada 10 orang lebih telah ikrar mualaf atau mengikuti prosesi pembacaan dua kalimat syahadat di Masjid Al-Akbar, termasuk WNA dari Australia, Amerika, dan Korea,” kata Humas MAS Helmy M Noor, didampingi Kasie Ibadah dan Dakwah MAS, HM Abd Choliq Idris. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Lomba Pildacil awali Festival Ramadhan GenZI di Masjid Al-Akbar
Next Article Khofifah Panen Pisang Bersama Petani Milenial Lumajang

Advertisement



Berita Terbaru

MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Gubernur Khofifah dan Wakil Dubes Mesir bahas “sister province” di Masjid Al-Akbar

20/04/2026
Sospol

Pererat Silaturahmi, PDUF MUI Jawa Timur Gelar Halal Bihalal dan Konsolidasi Program

20/04/2026
Sospol

Ziarah Makam Mbah Yai Fathurrohman Poleng: Jejak Perjuangan yang Tak Boleh Berhenti

20/04/2026
Sospol

Perkuat Internasionalisasi, Unusa Berpartisipasi Aktif dalam Forum Kolaborasi Lintas Negara

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?