By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: NU Jatim Berduka, Wakil Katib Syuriah PWNU Jatim KH Sholeh Hayat Wafat
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > NU Jatim Berduka, Wakil Katib Syuriah PWNU Jatim KH Sholeh Hayat Wafat
Nahdliyyin

NU Jatim Berduka, Wakil Katib Syuriah PWNU Jatim KH Sholeh Hayat Wafat

20/12/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Tokoh dan Wakil Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Sholeh Hayat SH (74) wafat di Bangil, Pasuruan, Jumat (20/12/2024) pukul 04.45 WIB.

“Duka mendalam atas kepulangan beliau ke hadirat Allah SWT. Semoga, khidmah beliau di Jam’iyah NU dibalas dengan selimut rahmat dan maghfirah Allah SWT. Lahu-l Fatihah,” kata Wakil Sekjen PBNU H Nur Hidayat lewat pesan digitalnya.

Dayat mengaku dirinya merasa kehilangan salah seorang panutan yang pernah menjabat Ketua PW IPNU Jatim 1979-1982 itu. “InSya-Allah, Allah memberi rahmat dan maghfirah kepada almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan tabah,” kata Dayat yang juga kader IPNU Jatim itu.

Rencananya, almarhum dimakamkan di Segok, Bangil, Pasuruan, setelah disholatkan di Masjid Jamik Bangil setelah Sholat Jumat. Jenazah diberangkatkan ke Masjid Jamik Bangil dari rumah duka di Jl Diponegoro Gg V No 165, Bangil, Pasuruan, pukul 10.30 WIB.

“Almarhum terus memikirkan NU hingga akhir. Almarhum yang juga dikenal sebagai ‘Database NU’ itu memiliki banyak arsip ke-NU-an yang dikoleksi di rumah duka di Bangil, sehingga rekan-rekan IPNU menyebut beliau sebagai The Living NU Library, The Living NU Archive,” katanya.

Bahkan, pesan terakhir yang almarhum sampaikan ke rekan-rekan IPNU Jatim adalah pentingnya sejarah kelahiran NU dan markas ulama di Waru, MBO. “Almarhum memang patut diteladani, khidmah almarhum kepada NU tanpa tepi, penghormatan almarhum kepada para kiai juga tanpa tapi,” katanya.

Biodata PWNU Jatim 2024-2029 mencatat KH Sholeh Hayat SH lahir di Gresik pada 30 September 1949 (74) itu menetap di Jl Diponegoro gg V/165, Kiduldalem, Bangil, Pasuruan. Almarhum pernah menjabat sebagai ketua di PW IPNU Jawa Timur angkatan tahun 1979-1982 dan hingga saat ini masih tercatat sebagai Penasihat Majelis Alumni IPNU Jatim.

Almarhum menempuh pendidikan pesantren di Surabaya yakni Pondok Pesantren Kebundalem, Jl Pegirian 220 Surabaya (pengasuh KH. Mukhtar Faqih/putra KH. Faqih yang Muassis NU dari Maskumambang, Dukun, Gresik).

Selain itu, almarhum juga pendidikan formal di Sekolah Persiapan IAIN Sunan Ampel Surabaya serta Universitas Sunan Giri Surabaya (Fakultas Hukum/2004).

Dalam pengalaman keorganisasian NU relatif lengkap dari kepengurusan IPNU hingga NU mulai tingkat bawah hingga provinsi, yakni Ketua Ranting IPNU Ranting Kebundalem (1967), Ketua Anak Cabang IPNU Pabean Surabaya Utara (1968), Wakil Sekretaris IPNU Cabang Surabaya (1970), Sekretaris PW IPNU Jawa Timur (1972), Ketua Umum IPNU Jawa Timur (1979-1982).

Pengalaman kepengurusan di NU adalah Ketua Lembaga Wakaf dan Tanah PWNU Jatim (1980), Wakil Sekretaris PWNU Jatim (1984-1988, 1988-1992, 1992-1996), Wakil Ketua PWNU Jatim (1996-2002, 2002-2007, 2007-2013, 2013-2018), dan Wakil Katib Syuriah PWNU Jatim (2018-2024).

Pengalaman pengkaderan juga lengkap yakni Pendidikan Kader IPNU Tingkat Nasional di Lampung (1969), PKPNU (PWNU Jatim/2016), dan PMKNU No. 20221.2148, VI (PBNU/2022).

Dalam catatan PW IPNU Jatim, KHM Sholeh Hayat merupakan aktivis di Nahdhatul Ulama, bahkan almarhum merupakan angkatan pertama IPNU yang didirikan pada tahun 1954. Istrinya, almarhumah Hj. Fuaidah juga merupakan alumni Ketua IPPNU Bangil.

Tidak hanya berperan sebagai aktivis di IPNU, KHM Sholeh Hayat juga berkarya dan menulis buku. Buku almarhum yang ditulis pada tahun 2016 berjudul “Kyai dan santri dalam perang kemerdekaan” , yang merupakan buku tentang cara-cara licik yang dilakukan oleh penjajah untuk menaklukkan Indonesia, serta perlawanan yang dilakukan kalangan santri dan kyai kepada penjajah. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Masjid Al-Akbar Surabaya Adakan Simulasi Penggunaan Pemadam Kebakaran
Next Article Litbang Masyarakat Unusa Masuk Klaster Mandiri

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Jaga Kediri Tetap Kondusif, Polres Kediri Perkuat Deteksi Dini lewat Sabuk Kamtibmas
Uncategorized
Sekda Lumajang Apresiasi Kontribusi Polinema PSDKU dalam Mendukung Program Pemkab
Uncategorized
Adab, Kritik, dan Menjaga Marwah NU
Kolom
Gerakan Eksternal Menjelang Muktamar NU ke-35: Antara Khidmah, Kontestasi, dan Independensi Jam’iyyah
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis

19/08/2026
Nahdliyyin

Dari Pesantren ke Guru Besar, Prof Hamdanah Utsman Dorong Wajah Baru Pendidikan Islam di Era Digital

17/08/2026
Nahdliyyin

Gus Ipang: Kiai Imjaz Tokoh Transformatif Pesantren dan Pemimpin Masa Depan NU

17/08/2026
Nahdliyyin

Di Makassar, Gus Kikin Serukan Pentingnya Qanun Asasi untuk NU

15/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?