Tuban, radar96.com – Tokoh pendidik dari Universitas Al Azhar Cairo Mesir, Dr Ahmad Albushili Al Azhari dihadirkan oleh Yayasan Bina Insan Kamil (Yabika) Tuban pada Sabtu (3/4) untuk memberi kuliah umum.
Menurut Ketua Umum Yabika Tuban, KH Imam Mawardi Ridlwan, kuliah umum tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas para pengajar di Yabika. Mengapa? Karena gurulah pilar utama dan terpenting dalam mewujudkan pendidikan berkualitas.
“Guru harus sering diajak berkumpul untuk mendapatkan wawasan, terutama dari pakar pendidikan, agar memiliki bekal yang baik dalam mendidik dan membina para muridnya,” jelas Kiai Imam.
Masih menurut Kiai Imam, para guru merupakan sosok yang memberi teladan dalam penyebaran ilmu. Mereka juga menjalin interaksi intensif dengan para wali murid agar mampu mendampingi murid dengan optimal.
Dalam kuliah umum di Yabika siang tadi, Dr Ahmad Albushili Al Azhari memaparkan bahwa para pendidik itu cendekia sebagai penerus risalah para Nabi. Sedangkan para pencari ilmu berada pada sayap para malaikat. Mencari ilmu itu desain dari Allah SWT. Semua amal baik pencari ilmu dinilai ibadah.
Menurut Albushili, pendidikan yang efektif dimulai dengan memilih kitab yang kemudian dikemas dalam kurikulum, ini yang pertama. Yang kedua harus memilih murid. Pilih murid yang giat belajar. Yang ketiga harus ada guru yang menjadi teladan. Dan yang keempat adalah memilih manhaj atau metode. Pilih metode yang baik dan sesuai usia. Kegiatan belajar mengajar harus memilih metode. Jika salah metode akan menjadi rusak. Dan terakhir yang kelima harus didukung oleh lingkungan yang kondusif, yakni lingkungan yang terbaik untuk pembelajaran.

Albushili yang juga sebagai anggota Lembaga Fatwa Mesir (di Indonesia seperti MUI) menekankan bahwa pendidikan harus membina akhlak murid. Di antaranya harus menjaga lisan. Lisan yang bersih. Tidak boleh berbohong. Sebaiknya murid juga tidak banyak perkataan tanpa faedah, ini yang pertama.
Yang kedua harus diusahakan pikiran yang baik dan bersih. Yang ketiga adalah hati yang suci, hati yang bersih. Pendidikan hati itu penting karena sesungguhnya yang sedang direbut oleh iblis adalah hati manusia, bukan organ tubuh lainnya. Yang keempat adalah bersih perut dari asupan yang haram. Ilmu itu nur, jika ada asupan yang haram maka akan menghapus cahaya. Dan yang kelima adalah menjaga penglihatan dari segala kemaksiatan dan kemungkaran. Serta menjaga pendengaran dari segala hal yang haram.
Syaikh Albushili menekankan para murid untuk dilatih wirid dan berdzikir. Pertama membaca semacam Wirdul Latif di waktu pagi dan sore. Yang kedua murid dibiasakan membaca surat Al Ikhlas sebanyak sepuluh kali pagi dan sepuluh kali sore. Yang ketiga diajak membaca istighfar. Setiap murid diadakan waktu sepuluh menit untuk membaca istighfar. Demikian pula sore juga disiapkan sepuluh menit untuk beristighfar. Yang keempat membaca Al Qur’an. Dan terakhir yang kelima adalah membaca shalawat.
Kuliah umum oleh Albushili di Yabika Tuban disertai dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan do’a. Dalam rihlah ilmiah tersebut Albushili memberi ijazah sanad Hadits muasasal kepada para guru di Yabika.


