Sidoarjo, radar96.com – Perhelatan rembuk alumni IPNU Jatim yang digelar di Hotel Luminor Sidoarjo pada Ahad (4/5) siang tadi sungguh menarik. Selain dihadiri oleh para mantan pengurus dengan wajah-wajah sumringah setelah berhasil melepas kangen dengan para teman lamanya, para peserta juga terus diberi semangat oleh para rekan senior mereka yang telah sukses berkarier.
Selain Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh yang Ketua MUI Pusat dan Dr KH Abdul Hamid Wahid yang Bupati Bondowoso, juga dipertegas oleh Bupati Blora Dr H Arief Rahman yang sukses dalam berkarier politik. Belum cukup, masih ditambah dengan materi bisnis yang disampaikan oleh Muhibbin Billah, Komisaris Chatour Travel, travel haji dan umroh terbesar di Jawa Timur.

Khusus tentang Chatour, pembahasan menjadi lebih menarik karena masuk ranah bisnis sukses yang jarang dimasuki oleh orang NU. Padahal di sana perputaran uang sangat besar dan cepat. Sekadar contoh, nilai MoU antara PT Cemerlang Hajar Aswad alias Chatour Travel dengan PT Garuda Indonesia Airways saja telah mencapai lebih dari Rp 1 triliun dalam setiap 10 bulannya. Belum termasuk MoU dengan keimigrasian dan hotel selama di Tanah Suci.
Muhibbin Billah yang juga mantan Ketua PC IPNU Kota Surabaya itu menuturkan tentang pengalaman semasa menjadi Ketua PC IPNU, gambaran bisnis travel haji dan umroh yang semakin banyak peminat, pengalaman jatuh-bangun, dan tak lupa memberikan tips suksesnya. “Saat masih jadi Ketua Cabang IPNU saya sering tidur di kantor,” tuturnya mengenang.
Sekretaris PCNU Kota Surabaya masa khidmat 2024-2029 itu menuturkan, bisnisnya dimulai dari tahun 2016 dengan modal sebesar Rp 25 miliar. Padahal sejatinya dia tidak punya uang. Lalu dari mana uang sebesar itu dia peroleh? Ternyata dari hasil pinjaman kepada para pemilik travel besar yang dikenalnya. “Mereka yang sejak lahir sudah pakai dasi itu,’ tuturnya sambil tertawa. Artinya sejak lahir ke dunia sudah kaya raya dari harta warisan orang tua. Sedangkan dia, hanya punya modal pengalaman berorganisasi di IPNU.
Sukses? Ternyata gagal total. Jamaah haji yang dibawanya sebanyak satu pesawat tidak bisa pulang dan tertahan di Tanah Suci selama 6 hari. Sudah tentu dia bakal tertimpa gunung hutang sangat besar yang dia sendiri tidak bisa membayangkan sampai kapan akan dapat melunasinya.
Namun dalam suasana mencekam itu dia punya keyakinan, selama tidak ada kedzaliman, jalan keluar pasti akan dia dapatkan. Dan benar saja, akhirnya masalah pelik itu berhasil diselesaikan. Para jamaah haji dapat dipulangkan, bahkan dia dapat menjalin relasi bisnis baru dengan bos Lion Air, Rusdi Kirana. Dari sanalah bisnisnya terus menapak hingga sekarang dipercaya penuh oleh PT Garuda Indonesia Airways.
Muhibbin menjelaskan cara berbisnis saat ini. “Sekarang ini sudah era digital, kita ikuti era digitalisasi ini, sebab semua sudah tersistematis,” ujarnya. “Yang jelas, bisnis tidak bisa dikelola seperti mengelola yayasan. Pasti akan menemukan masalah di kemudian hari, dan itu akan manyulitkan diri sendiri,” pesannya.
Selanjutnya, Muhibbin menekankan, bagi para pemula, berbisnis sebaiknya dimulai dengan melakukan sesuai apa yang dimiliki saat ini. Kalau punya teman yang punya modal, diajak bergabung, karena itu juga bagian dari apa yang dimiliki saat ini, yaitu teman yang punya modal. Jangan berangkat dengan hanya bermodalkan mimpi-mimpi kosong.
Setelah sesi bisnis oleh Muhibbin Billah, Ketua MA IPNU Jawa Timur Dr KH Abdul Hamid Wahid mendeklarasikan umroh bersama para pengurus MA Jawa Timur pada HSN (Hari Santri Nasional) 22 Oktober kelak. Deklarasi itupun mendapatkan sambutan hangat dari para peserta



