By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Siap jadi Inspirator bagi Masyarakatnya
Cerita Sitti Kubangsinawati, Dokter dari Daerah 3T
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Siap jadi Inspirator bagi Masyarakatnya
Cerita Sitti Kubangsinawati, Dokter dari Daerah 3T
Sospol

Siap jadi Inspirator bagi Masyarakatnya
Cerita Sitti Kubangsinawati, Dokter dari Daerah 3T

05/06/2025
SHARE

Surabaya, radar96.com – Prosesi pengambilan sumpah dokter yang digelar Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), pada Kamis (5/6) siang, menjadi momen penuh makna bagi para dokter baru yang resmi menyandang gelar profesi itu. Di antara mereka, hadir sosok yang mencuri perhatian karena tekad dan kisah perjuangannya. Dia adalah dr Sitti Kubangsinawati, dokter yang berasal dari Kabupaten Maluku Tenggara, tepatnya di Kepulauan Kei, daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Sitti memperoleh beasiswa ikatan dinas dari Pemerintah Provinsi Ambon, yang mengharuskan dirinya kembali untuk mengabdi di daerahnya. “Waktu tahu Pemprov Ambon membuka beasiswa, saya langsung mendaftar. Alhamdulillah saya diterima dan mendapat tunjangan pendidikan selama dua semester,” tuturnya.

Beasiswa yang diterima Sitti tak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga membawa misi besar di dalamnya, yaitu kewajiban untuk kembali dan mengabdi di daerah asal setelah lulus. Kewajiban itu justru menjadi semangat tambahan bagi Sitti, karena sejalan dengan niat mulianya untuk pulang dan mengabdi.

“Bagi saya, bukan beban sama sekali. Justru saya merasa ini adalah jalan terbaik yang diberikan Tuhan untuk saya bisa menunaikan cita-cita sejak kecil. Kepulauan Kei adalah rumah saya, dan saya ingin berada di sana untuk memberikan pelayanan kesehatan yang layak bagi masyarakat,” tegasnya.

Kini, setelah resmi menyandang gelar dokter, Sitti siap melangkah ke tahap berikutnya dalam perjalanan hidupnya, mengabdikan ilmu dan keterampilan yang telah diperolehnya kepada masyarakat di tanah kelahirannya. Ia berharap kehadirannya sebagai dokter di daerah 3T bisa memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam penanganan kesehatan, tetapi juga dalam menumbuhkan harapan dan semangat generasi muda setempat untuk bermimpi besar.

“Semoga ke depan, akan semakin banyak anak-anak dari daerah 3T yang berani bermimpi untuk menjadi dokter, guru, atau profesi lainnya yang bisa membangun daerah sendiri. Saya ingin menjadi bukti bahwa anak daerah juga bisa,” pungkasnya dengan penuh semangat.

Diceritakan Sitti, kondisi daerah asalnya masih sangat terbatas dalam akses layanan kesehatan, dan itu pula yang menjadi motivasi utama dirinya untuk menjadi seorang dokter. Kepulauan Kei adalah daerah T. Banyak tantangan dalam pembangunan, mulai dari keterbatasan infrastruktur hingga minimnya tenaga kesehatan.

Melihat kondisi itu, sejak kecil Sitti pun menanamkan tekad dalam dirinya untuk suatu hari nanti bisa menjadi dokter dan kembali ke tanah kelahirannya. Menurutnya, sistem rujukan medis di daerahnya masih menghadapi banyak kendala, terutama dalam hal transportasi dan fasilitas.

“Di sana mobilitas masih menggunakan transportasi laut. Kalau ada pasien yang darurat pun harus dirujuk dengan jangka waktu lumayan lama, karena pakai transportasi laut. Padahal sudah darurat, tapi karena tidak ada opsi selain itu,” ujarnya.

Sitti bercerita, ketertarikannya menjadi dokter sudah muncul sejak kecil. Meskipun berasal dari keluarga pendidik, ayahnya seorang dosen dan ibunya seorang guru, Sitti sejak lama sudah menetapkan hati untuk menempuh jalan berbeda demi mengisi kekosongan tenaga medis di daerahnya.

“Saya besar di lingkungan pendidikan, tapi sejak kecil saya ingin menjadi dokter karena saya melihat langsung bagaimana sulitnya akses kesehatan di tempat tinggal saya,” ungkap anak kedua pasangan Drs Yunus Serang Musi dan Dr Mujuna Latar itu.

Dengan semangat pengabdian yang tulus dan latar belakang yang penuh inspirasi, Sitti Kubangsinawati menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan, kemauan, dan dukungan yang tepat dapat menghasilkan sosok-sosok yang siap menjadi agen perubahan di daerah terpencil Indonesia.

Iklan.

You Might Also Like

Prof Ali Azis: Ekspresi itu meniru Rasulullah, Ekspresi itu terapi mental

Masjid Al-Akbar Surabaya Laksanakan Shalat Ghaib untuk Almarhum Jenderal TNI (Purn) H Try Sutrisno

Iftar/Berbuka di Gaza Utara, IKA Unair Bangkalan Bagikan Donasi kepada 370 Warga Palestina

Ketua Lakpesdam PWNU Jatim: Tantangan Abad Kedua NU adalah Literasi Digital

Ramadhan, 1.000 anak yatim di Lumajang terima santunan Baznas-Pemkab

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Sumpah 16 Dokter, Unusa Siapkan Pendidikan Dokter Spesialis
Next Article Jatuh Bangun dalam Bisnis, Tak Menghalangi Reghina jadi Dokter

Advertisement



Berita Terbaru

Prof Ali Azis: Ekspresi itu meniru Rasulullah, Ekspresi itu terapi mental
Sospol
Wakil Ketua Umum PP ISNU Tekankan Pentingnya “Spiritualitas Modern”
Nahdliyyin
Alim Markus Bantu 1.500 Paket Sembako Ramadhan dan LAZISNU Jatim Santuni 40 Yatim
Nahdliyyin
Masjid Al-Akbar Surabaya Laksanakan Shalat Ghaib untuk Almarhum Jenderal TNI (Purn) H Try Sutrisno
Sospol

You Might also Like

Sospol

Unusa Buka Dua Program Pendidikan Dokter Spesialis

22/02/2026
Sospol

Kentongan Masjid Al-Akbar buatan tahun 1999 jadi Objek Selfie

19/02/2026
Sospol

39 Mahasiswa Asing Kunjungi Masjid Al-Akbar

18/02/2026
Sospol

Ramadhan 2026 di Masjid Al-Akbar, Ada Apa?

17/02/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?