By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Lepas Wisudawan, Rektor Unusa Isyaratkan Perpisahan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Lepas Wisudawan, Rektor Unusa Isyaratkan Perpisahan
Sospol

Lepas Wisudawan, Rektor Unusa Isyaratkan Perpisahan

17/09/2025 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Tidak seperti biasa, sambutan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof Dr Ir Achmad Jazidie, MEng, di hadapan tiga ribu lebih wisudawan, orang tua, dan undangan lain, Rabu (17/9) siang, menyiratkan perpisahan. Beberapa kali suara parau terdengar dan berhenti sejenak.


Beberapa undangan, terutama dosen dan para tenaga kependidikan Unusa, sempat menyeka bulir air yang keluar dari kelopak mata mereka. Sambutan diakhiri dengan sebuah lirik lagu Karena Cinta yang dipopulerkan oleh Glenn Fredly dan disambut dengan lantunan lagu tersebut dari seorang anggota paduan suara. Tanpa komando, wisudawan dan undangan serta anggota senat pun berdiri bersama, lalu bernyanyi bersama.


Pemandangan itu tidak lazim dalam acara wisuda di Unusa. Undangan menangkap sambutran tersebut sebagai isyarat perpisahan, karena Prof Jazidie telah memimpin Unusa selama dua periode.
Wisuda kali ini juga menegaskan kembali komitmen Unusa sebagai perguruan tinggi yang terbuka bagi siapa saja yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan, tanpa memandang usia maupun latar belakang agama.
Prof Jazidie menuturkan, Unusa senantiasa mendorong masyarakat untuk terus menuntut ilmu dalam berbagai jenjang. “Sesuai dengan tagline rahmatan lil alamin, Unusa hadir bagi siapa pun, dari mana pun, untuk mengembangkan pengetahuan dan keilmuan,” ujarnya.


Penegasan itu disampaikan Rektor, karena dalam wisuda dan pelantikan kali ini tercatat sedikitnya sepuluh orang peserta adalah non-muslim, sehingga ketika pengambilan sumpah profesi, hadir tiga orang rohaniwan berbeda untuk mendampingi pengambilan sumpah, masing-masing rohaniwan Islam, Kristen dan Katolik.
Komitmen tersebut tergambar pula dari para lulusan tahun ini yang berasal dari beragam latar belakang, baik agama maupun usia. Sejumlah wisudawan menempuh pendidikan di usia yang tidak lagi muda, seperti Anastasia Ni Luh Asriyati, Woro Siswanto, Maria Redonna, Rahayu, dan Nur Kholis. Di usia 50-an tahun, mereka tetap berjuang menyelesaikan studi dan berhasil meraih gelar sarjana dan profesi.


Mereka yang dari latar belakang non-muslim, seperti Maria, Anastasia, dan Woro membuktikan bahwa Unusa dapat menjadi rumah belajar bagi siapa saja tanpa memandang keyakinan. Kehadiran mereka memperkuat citra Unusa sebagai kampus yang inklusif dan menjunjung tinggi keberagaman.

Anastasia Ni Luh Asriyati, wisudawan Prodi S1 Keperawatan. Bercerita, meski awalnya sempat diliputi keraguan, karena berbeda keyakinan dengan agama yang dianutnya, perempuan asal Denpasar itu justru menemukan kenyamanan selama berkuliah di Unusa. “Saya justru mendapat banyak pelajaran tentang toleransi. Apalagi saat mata kuliah Aswaja, saya belajar banyak tentang kebaikan dari teman-teman muslim,” ujarnya.


Sementara bagi Woro Siswanto, wisudawan non-muslim lainnya, menuturkan, ia mengaku diterima dengan hangat oleh lingkungan kampus dan tidak pernah merasakan adanya kecanggungan, baik dari sisi agama maupun usia. “Di sini saya justru merasa nyaman. Tidak ada perbedaan perlakuan, semuanya berjalan penuh toleransi dan persaudaraan,” ceritanya.


Sementara alasan untuk terus mengembangkan ilmu di usia yang tidak lagi muda diakui oleh Nur Kholis, yang tercatat sebagai wisudawan tertua.

Katanya, bidang keperawatan terus berkembang dari waktu ke waktu, karena itu jika dirinya tidak memperdalam melalui kuliah, maka akan tertinggal. “Alhamdulillah darah daging saya sejak awal di keperawatan, masuk SPK tahun 1994, lalu ambil diploma di Poltekes, dan lanjut S1 dan Ners di Unusa,” kata suami dari Indah Handayani, yang kini bertugas di Puskesmas Kedurus, bidang Pemberantasan Penyakit Menular ini.

Merangkap Qari


Selain isyarat perpisahan dari Rektor, dalam wisuda kali ini juga ada peristiwa lain yang jarang terjadi, yakni seorang wisudawan yang sekaligus tampil sebagai qari. Dia adalah Langga Pratama Putra, wisudawan S1 Manajamen, program RPL yang kini tercatat sebagai karyawan PT PLN Nusantara Power. Dipilihnya Langga memang bukan tanpa alasan, karena ia pernah tercatat sebagai juara pertama kelompok remaja dalam MTQ di Jatim dan pernah mewakili Jawa Timur dalam MTQ Nasional di Lombok.


“Keputusan untuk kuliah setelah diterima bekerja tidak lain untuk menunjang karier ke depan. Tapi selama ini saya tidak pernah berterus terang jika kuliah sambal bekerja,” katanya.


Peraih IPK 3,7 ini pun mengaku, jika materi yang diperolehnya di bangku kuliah sangat bermanfaat bagi pengembangan kariernya di dunia kerja. “Saya ikut menangani kontrak dengan pihak ketiga, dan materi yang saya peroleh sangat membantu,” kata pria kelahiran Sidoarjo, 23 November 2000 itu.

Iklan.

You Might Also Like

PW JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Usung Misi Kemandirian Umat

Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS

Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren

Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 18 Mahasiswa Asing Nilai Masjid Al-Akbar Ubah Pendapat tentang Masjid
Next Article Tekad Kuat Antarkan Gadis Desa di Timor Leste Lulus dari Unusa

Advertisement



Berita Terbaru

PW JKSN Gorontalo Resmi Dilantik, Usung Misi Kemandirian Umat
Sospol
Waketum PP ISNU Prof Mas’ud Said Lantik 95 Pengurus Baru ISNU Blitar
Nahdliyyin
Imam Masjid Al-Akbar: Haji adalah Miniatur Kehidupan
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol

You Might also Like

Sospol

Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra

28/04/2026
Sospol

Pemkot dan Kemenag Surabaya bentuk Pondok Pesantren Tangguh Bencana

27/04/2026
Sospol

Jangan Lompat Urutan, Institut Sarinah Ingatkan DPR Jaga Integritas Seleksi Pimpinan Ombudsman

25/04/2026
Sospol

Komisaris Polisi itu Kini Lulus Sarjana Akuntansi di Unusa

22/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?