Probolinggo, radar96.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo bersama Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Tahfidz BINTANGKU resmi menandatangani nota kerja sama dalam rangka memperkuat peran SDIT Tahfidz Bintangku sebagai “School Religious Culture” yang berorientasi pada penguatan pendidikan karakter peserta didik.
Kegiatan penandatanganan kerja sama ini berlangsung pada Senin, 27 Oktober 2025 pukul 13.00 WIB bertempat di SDIT Tahfidz BINTANGKU, Jalan Bengawan Solo Nomor 131, Kota Probolinggo.

Rombongan FKUB dipimpin oleh Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, ST, MAP, didampingi Wakil Ketua I Drs. Dawan Ihsan, Wakil Ketua II Dr. Budi Krisyanto, dan Bendahara Drs. Agus Maryono. Kehadiran FKUB disambut hangat oleh Kepala SDIT Tahfidz BINTANGKU, Trisni Asyigah Zin, S.Pd, beserta jajaran dewan guru dan staf sekolah.
Dalam sambutannya, Kepala SDIT Tahfidz BINTANGKU, Trisni Asyigah Zin, menyampaikan apresiasi atas dukungan FKUB dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
“Atas nama SDIT Tahfidz Bintangku, kami menyampaikan terima kasih kepada FKUB yang berkenan memberikan dukungan dalam membangun budaya sekolah yang religius, toleran, dan berkarakter kebangsaan. Ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan generasi inklusif sejak usia dini,” ujar Trisni.
Lebih lanjut, Trisni menjelaskan bahwa kerja sama ini memiliki beberapa maksud dan tujuan strategis, yaitu:
- Memperkaya Perspektif Pendidikan — memastikan pendidikan agama dan umum di sekolah juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi beragama.
- Mewujudkan Sekolah sebagai Agen Perdamaian — menjadikan SDIT Tahfidz Bintangku sebagai contoh lembaga pendidikan yang aktif mempromosikan kerukunan, pemahaman, dan perdamaian di tengah masyarakat majemuk.
- Memberikan Wawasan Nyata — memberikan pengalaman langsung kepada siswa, guru, dan staf tentang pentingnya hidup rukun dalam keberagaman.
Ketua FKUB Kota Probolinggo, Dr. H. Ahmad Hudri, ST, MAP, dalam sambutannya menegaskan bahwa FKUB berkomitmen terus membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk lembaga pendidikan, dalam menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama melalui edukasi berkelanjutan sejak usia dini.
“Kerja sama ini agar dimanfaatkan sebaik mungkin dan ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, terutama bagi peserta didik SDIT Tahfidz Bintangku,” tegas Hudri.
Hudri juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk generasi yang moderat, toleran, dan berjiwa kebangsaan.
“Jika anak didik sejak dini dibekali pemahaman tentang moderasi, toleransi, dan penghormatan terhadap kemajemukan, maka akan lahir generasi yang menghargai perbedaan dan mampu menjaga harmoni sosial. Ini menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa,” tambahnya.
Selain penandatanganan kerja sama di bidang moderasi beragama, FKUB dan SDIT Tahfidz BINTANGKU juga menandatangani kesepakatan kerja sama di bidang ekoteologi — berupa program pengenalan dan pendampingan bagi guru dan siswa dalam rangka pelaksanaan Adiwiyata, serta program edukasi lintas agama untuk memperkenalkan peserta didik pada pembimbing rohani dari masing-masing agama.
Langkah ini diharapkan dapat memperkaya wawasan keberagamaan peserta didik serta menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial sejak dini.
Melalui kerja sama ini, baik FKUB maupun SDIT Tahfidz BINTANGKU berharap dapat membangun sinergi berkelanjutan dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, mencintai kedamaian, menghormati keberagaman, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Sekolah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. FKUB hadir untuk memastikan hal itu tumbuh dengan subur di lembaga-lembaga pendidikan kita,” tutup Dr. Ahmad Hudri.



