Surabaya, radar96.com – Mengemban misi kepedulian sosial dan kemanusiaan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memberangkatkan tim relawan bencana untuk membantu masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru. Tim relawan berangkat pada Rabu (26/11) pagi dari Kampus B Unusa.
Pemberangkatan dilakukan oleh Wakil Rektor I Unusa, Prof Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah, MEng, CSCP, CLTD, IPU. Dalam sambutan pemberangkatan itu Warek I menekankan pentingnya menjaga komitmen kemanusiaan dan menjalankan tugas dengan penuh empati.

“Bekerjalah dengan maksimal. Bantu masyarakat sebaik mungkin, dan tetap jaga kesehatan. Kondisi di lapangan tentu tidak mudah. Semoga teman-teman relawan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi warga terdampak,” pesannya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin, SSi, MPhil, PhD, menjelaskan, masa tanggap darurat Pemerintah Kabupaten Lumajang masih berlangsung beberapa hari ke depan. Karena itu, durasi tugas relawan menyesuaikan kebijakan tersebut.
“Pemerintah Lumajang memperkirakan masa tanggap bencana sekitar 3-4 hari lagi. Kami menyesuaikan dengan itu. Jika masa tanggap diperpanjang, Unusa sudah menyiapkan kloter kedua yang siap diberangkatkan sewaktu-waktu,” terangnya.
Tim yang dikirim berjumlah 12 orang, terdiri dari 10 mahasiswa dan 2 dosen pendamping. Mereka akan bertugas selama 3-4 hari untuk memberikan layanan kesehatan, pendampingan gizi, serta dukungan bagi kelompok rentan di wilayah bencana.
Adapun mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Gizi, S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja, S1 Keperawatan, serta anggota UKM Mahasiswa Siaga Bencana (Magana).
Magana merupakan UKM khusus kebencanaan di Unusa yang telah mendapatkan berbagai pelatihan bersama BPBD Jawa Timur. Melalui pembekalan tersebut, para mahasiswa dibekali kemampuan dasar penanganan bencana sehingga siap diterjunkan ketika terjadi keadaan darurat.
Rizki Amalia, SST, MPH, selaku dosen Unusa sekaligus Manajer Program Unusa UNICEF menyampaikan, pengiriman relawan ini sekaligus menjadi bentuk implementasi kerja sama antara Unusa dan UNICEF terkait Program Rencana Kontingensi.
“Dinas Kesehatan Lumajang meminta dukungan relawan dari Unusa. Permintaan ini sejalan dengan kerja sama rencana kontingensi Unusa-UNICEF di Lumajang, sehingga keberangkatan ini menjadi realisasi konkret dari program tersebut,” paparnya.
Di lokasi bencana, Tim Relawan Unusa akan fokus pada layanan Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), pemeriksaan tumbuh kembang anak, serta penyusunan kebutuhan gizi lansia.
Mereka akan bertugas di kawasan dengan radius 10 kilometer dari titik terdampak. Saat ini belum tersedia dapur PMBA maupun layanan pemeriksaan kesehatan anak di wilayah tersebut, sehingga kehadiran tim Unusa menjadi sangat strategis.



