Guangzhou, radar96.com – Rangkaian kegiatan OPOP Business Trip 2 tahun 2026 terus berlanjut dengan agenda yang bernilai religi. Selain menjalankan misi mempelajari perdagangan internasional dan memperluas jejaring usaha global, rombongan OPOP Jawa Timur juga berziarah ke makam salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, Sa’ad bin Abi Waqqash, yang berada di Guangzhou, Tiongkok. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat mengesankan bagi peserta, karena perjalanan bisnis yang dijalani tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tapi juga diiringi dengan kegiatan keagamaan dan penguatan nilai spiritual.
Ziarah tersebut merupakan wujud komitmen OPOP Jawa Timur dalam menjaga nilai dan amaliyah pesantren khas Jawa Timur di setiap agenda internasional. Di tengah padatnya jadwal kunjungan bisnis, diskusi perdagangan, serta pengenalan ekosistem ekonomi global, rombongan tetap menyisihkan waktu untuk melaksanakan ibadah dan refleksi spiritual. Hal ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi umat yang diusung OPOP senantiasa berjalan seiring dengan penguatan nilai keislaman dan keberkahan usaha.
Setibanya di kompleks makam Sa’ad bin Abi Waqqash yang kini telah ditetapkan sebagai salah satu situs cagar budaya nasional Tiongkok, para kiai dan peserta OPOP terlebih dahulu melaksanakan shalat dhuhur berjamaah di Masjid Sa’ad bin Abi Waqqash. Usai shalat, rombongan berjalan bersama menuju area makam untuk melaksanakan ziarah dan doa, dengan suasana yang tenang, khidmat, dan penuh penghormatan terhadap perjuangan dakwah Islam.

Sa’ad bin Abi Waqqash merupakan salah satu sahabat utama Rasulullah yang memiliki peran sangat besar dalam sejarah Islam. Ia termasuk golongan assabiqunal awwalun, yakni orang-orang yang pertama kali memeluk Islam, serta dikenal sebagai sosok pemberani yang hampir selalu mendampingi Rasulullah dalam berbagai peperangan. Sa’ad juga tercatat sebagai orang pertama yang melepaskan anak panah dalam peperangan membela Islam, sekaligus menjadi salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.
Dalam tradisi Muslim Tiongkok, Sa’ad bin Abi Waqqash diyakini sebagai tokoh yang membawa Islam ke Tiongkok pada abad ke-7 M, tepatnya pada masa Dinasti Tang. Ia disebut memimpin delegasi Muslim yang diterima dengan baik oleh Kaisar Yong Hui, yang menunjukkan sikap toleran terhadap ajaran Islam. Dari peristiwa inilah kemudian berdiri Masjid Huaisheng di Guangzhou, yang juga dikenal sebagai Masjid Sa’ad bin Abi Waqqash dan hingga kini tercatat sebagai salah satu masjid tertua di Tiongkok.
Meskipun terdapat perbedaan pandangan di kalangan sejarawan mengenai lokasi wafat dan makam Sa’ad bin Abi Waqqash, sebagian meyakini beliau wafat di Madinah dan dimakamkan di Baqi’, keberadaan kompleks makam di Guangzhou tetap memiliki makna historis yang sangat kuat. Situs tersebut dipandang sebagai simbol penting masuknya Islam ke Tiongkok dan menjadi titik temu antara sejarah dakwah Islam dan peradaban Tiongkok yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Sekretaris OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, menyampaikan bahwa setiap perjalanan OPOP selalu diupayakan menghadirkan nilai yang utuh. Menurutnya, pada OPOP Business Trip 2 tahun 2026 ini rombongan merasa sangat beruntung karena Tiongkok tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan internasional dan kecanggihan teknologi, tetapi juga memiliki jejak sejarah Islam yang kuat. Keberadaan makam sahabat Nabi, menjadikan perjalanan terasa semakin lengkap.
“Dalam setiap lawatan OPOP, kami tidak hanya fokus pada usaha dan bisnis. Pada OPOP Business Trip 2 tahun 2026 ini kami merasa sangat beruntung, karena negara tujuan, Tiongkok, tidak hanya dikenal dengan perdagangan internasional dan kecanggihan teknologinya, tetapi juga memiliki sejarah Islam yang kuat,” ujarnya.
Kegiatan ziarah ini pun menjadi penutup rangkaian agenda yang berkesan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman memperluas wawasan usaha dan perdagangan internasional, tapi juga memperdalam refleksi spiritual. Perpaduan antara ikhtiar lahir melalui penguatan bisnis dan ikhtiar batin melalui doa diharapkan mampu menjadi bekal penting bagi pengembangan usaha pesantren dan ekonomi umat ke depan.



