Surabaya, Radar96.com – Politikus senior Nahdlatul Ulama (NU) dan aktivis GP Ansor Jatim, Drs H Choirul Anam (Cak Anam), wafat dalam usia 69 tahun di Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari, Surabaya, pada Senin pukul 05.45 WIB.
“Cak Anam meninggal di RSI Jemursari Surabaya. Sebelum wafat, Cak Anam menjalani perawatan di RSI kurang lebih selama dua pekan, karena kondisi kesehatannya yang mengalami penurunan,” kata Adik almarhum Cak Anam, Mokhamad Kaiyis.
Di rumah duka di Jalan Kutisari Indah Barat IV Surabaya, ia menyatakan almarhum sempat dirawat selama dua minggu, karena kondisinya drop. “Tidak bisa menelan makanan, tidak bicara sama sekali juga selama dua minggu itu,” katanya.
Aktivis senior GP Ansor yang kelahiran Jombang pada 30 September 1954 itu juga merupakan penyusun buku “Pertumbuhan dan Perkembangan Nahdlatul Ulama” dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur, sekaligus ketua pertama pertai tersebut. Saat konflik PKB, almarhum mendirikan PKNU tapi tidak lolos ke Pemilu dan sekarang kader-kader politikus PKNU banyak yang aktif di Gerindra.
Almarhum yang juga merupakan pendiri Museum NU dan Graha Astranawa Surabaya itu memiliki darah wartawan, karena menjadi perwakilan Majalah Tempo di Jatim, Majalah Editor, dan pendiri Harian Suara Indonesia dan Duta Masyarakat.
“Saya ikut berduka cita atas wafat beliau. Semoga diampunkan segala dosanya, diterima amal ibadahnya, serta dimasukkan ke dalam surga-Nya bighoiri hisab. Saya bersaksi bahwa beliau seorang pejuang NU dan Ansor di zamannya. Saya pernah jadi timnya ketika Konferensi Wilayah Ansor di Tuban dan diserahi memimpin sidang-sidang. Dia terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Jatim dan saya sebagai Wakil Ketua bersama almarhum KH Farhan dari Babat, Lamongan,” kata politikus NU, H Muzammil Syafi’i.
Ketika kongres di Palembang, Sahabat Choirul Anam dicalonkan oleh Jatim untuk calon Ketua Umum berkontestasi dengan almarhum Iqbal Assegaf. “Saya ditunjuk sebagai Ketua Tim Konsepsi yang membahas tentang Perubahan AD/ART dan Tata Tertib, tapi sayang beliau tidak terpilih sebagai Ketua Umum dan Iqbal Assegaf yang terpilih, namun beberapa tahun kemudian wafat digantikan oleh Saifullah Yusuf,” kata Ketua Majelis Alumni IPNU Jatim itu.
Ketika NU menginginkan adanya saluran politik bagi warga NU, maka dibentuk Tim 5 dan Tim 9 di Jawa Timur, salah satunya adalah Sahabat Choirul Anam untuk mendirikan PKB di Jawa Timur. “Dari sana kemudian mengantarkan beliau sebagai Ketua DPW PKB Jawa Timur yang pertama. PKB Jawa Timur dapat memenangkan kontestasi di Pemilu tahun 1999 di Jawa Timur dan dapat menempatkan kader-kader NU di DPRD Jatim dan Ketua DPRD. Kader-kader PKNU banyak migrasi ke Gerindra,” kata Ketua FNasdem DPRD Jatim itu.
Kenangan yang sama juga disampaikan politikus senior dan mantan Ketua PW IPNU Jatim Sudarsono R. “Cak Anam itu aktivis yang juga tokoh demonstrasi “Waduri (Wabah 20 Januari)”, yang menolak NKK-BKK saat Mendiknas dijabat Daud Yusuf dan kalau tidak salah sempat ditahan,” katanya.
Ungkapan duka cita juga disampaikan Gubernur Jatim Hj Khofifah Indar Parawansa yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU. “Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Bapak H. Choirul Anam adalah sosok penggerak GP. Ansor Jawa Timur, jurnalis senior serta penulis buku Pertumbuhan dan Perkembangan NU. Buku paling lengkap menuliskan perjalanan NU di Indonesia,” tulis Gubernur Khofifah di instagramnya @khofifah.ip, Senin (9/10/2023).
Almarhum dishalatkan di Masjid Jamin Kibar yang tak jauh dari rumah duka dan jenazah langsung diberangkatkan ke Kabupaten Jombang untuk dimakamkan di samping makam Ibunda. (*/pna)



