By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: dr Ahla, Mengikuti Jejak Sang Kakak
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > dr Ahla, Mengikuti Jejak Sang Kakak
Milenial

dr Ahla, Mengikuti Jejak Sang Kakak

27/02/2024 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Lulus dan dilantik menjadi seorang dokter bukan hal yang mudah, mengingat banyak tahapan tes harus dilalui dengan kualifikasi nilai yang tinggi. Namun hal tersebut berhasil dibuktikan oleh Ahla Nurul Istiqomah, salah satu mahasiswa profesi dokter Unusa yang telah diambil janji dan sumpah dokter pada Selasa (27/02/24).

Selain cita-cita sejak kecil, menjadi seorang dokter juga mengikuti jejak sang kakak yang lebih dahulu menjadi dokter di kampus yang sama, Unusa. Cita-cita dan ingin mengikuti jejak sang kakak adalah pendorong utama dalam perjalanan hidupnya.

Perempuan lulusan Pondok Darussalam Gontor itu menceritakan, ia sempat ingin mempelajari studi Ilmu Al-Quran dan tafsir, namun ia tetap setia pada panggilan menjadi dokter. Mimpi tersebut juga mencerminkan tekad yang kuat, di mana Ahla tidak hanya melihat dirinya sebagai seorang profesional tetapi juga sebagai penyelamat bagi mereka yang membutuhkan pertolongan medis.

“Saya sempat mengabdi di pondok, dan pernah berkeinginan untuk mempelajari studi Ilmu Al-Quran dan tafsir, tapi saya tetap ingin mengejar impian kecil saya, dan alhamdulillah keluarga juga support penuh untuk jadi dokter. Dan lebih dari itu, saya ingin berkontribusi dalam masyarakat dengan memberikan pertolongan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, melihat perjuangan dan output kakaknya yang berhasil menjadi dokter, menjadi pemicu semangat Ahla. Hal tersebut juga menjadi faktor dirinya memilih FK Unusa sebagai tempatnya menimba ilmu dan berkarier. “Kakak saya juga studi di Unusa, dan melihat keberhasilannya, saya diarahkan orangtua untuk meneruskan perjuangan kakak saya juga di Unusa,” tukasnya.

Anak kedua dari pasangan Moch Fathoni dan Wasi’ah itu mengungkapkan, selama koas, ia sempat mengalami kesulitan untuk beradaptasi dan berkomunikasi dengan pasien secara langsung. Pentingnya kemampuan komunikasi dalam praktik medis menjadi salah satu hal terpenting dan Ahla menunjukkan ketekunan dan dedikasinya untuk terus belajar dan tumbuh sebagai seorang profesional kesehatan.
“Saya kan orangnya introvert, sempat kesusahan dituntut untuk komunikatif, tapi saya menyadari itu merupakan salah satu skill yang harus saya kuasai juga untuk nantinya jadi dokter, dan alhamdulillah saat ini saya sudah bisa menyesuaikan itu,” ujarnya.

Saat ditanya rencana ke depan, Ahla mengungkapkan, dirinya ingin fokus internship terlebih dahulu kemudian berkeinginan melanjutkan pendidikan spesialis. “Lanjut ke spesialis merupakan plan utama saya, dan saya ingin melanjutkan ke spesialis penyakit dalam,” ujarnya.

Selain minatnya yang tinggi pada studi ilmu penyakit dalam, Ahla merasa dirinya enjoy mempelajari dan menjalani saat koas di stase interna. Walaupun materi yang dipelajari banyak dan rumit, Ahla menilai prospek dokter spesialis penyakit dalam banyak dibutuhkan karena spesialis penyakit dalam menangani terkait hampir seluruh sistem organ dalam tubuh dan tidak dapat ditangani oleh dokter umum.

“Dokter spesialis penyakit dalam itu kan menangani pasien yang memiliki gangguan pada organ penting di dalam tubuh, seperti jantung, ginjal, hati, dan paru-paru. Dan saya termotivasi untuk mempelajari itu lebih jauh dan menangani kasus-kasusnya,” ungkap wanita kelahiran 4 Juni 1999 itu.

Dengan langkah tersebut, Ahla berharap dapat memperkuat keberadaan dokter di Indonesia, dan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Iklan.

You Might Also Like

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 24 Dokter Tersumpah Unusa Sandang First Taker
Next Article Milad 287, Sidogiri Dorong Pesantren Pertahankan Nilai Salaf, Tak Takut Berinovasi

Advertisement



Berita Terbaru

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin
Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra
Sospol

You Might also Like

Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
Milenial

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan

07/04/2026
Milenial

Gus Iqdam dan Wagub Jatim Luncurkan ”Talenta Digital Santri” Al Yasmin dengan 21 konfigurasi drone

06/04/2026
Milenial

99 GenZi Siap Sambut “Tamu” Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

10/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?