By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PWNU Jatim dan Konjen RRT di Surabaya Siap Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > PWNU Jatim dan Konjen RRT di Surabaya Siap Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan
Nahdliyyin

PWNU Jatim dan Konjen RRT di Surabaya Siap Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan

05/11/2025 Nahdliyyin
PWNU Jatim diterima Konsul RRT di Surabaya, Bapak Ye Su, di Kantor Konjen RRT di Surabaya (4/11). (*/pwnu)
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya siap menjalin kerja sama di berbagai bidang, terutama di bidang pertukaran kebudayaan, pendidikan, dan ekonomi.

“Setelah berkunjung ke Tiongkok pada 26 Oktober hingga 1 November, kami diterima Konsul RRT di Surabaya (4/11), Bapak Ye Su. Intinya, kami membahas kerja sama PWNU Jatim-RRT di berbagai bidang,” kata Ketua PWNU Jatim KH Kikin Abdul Hakim Mahfudz di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Rabu.

PWNU Jatim diterima Konsul RRT di Surabaya, Bapak Ye Su, di Kantor Konjen RRT di Surabaya (4/11). (*/pwnu)

Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu menjelaskan PWNU Jatim sangat tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang modernisasi yang telah dilakukan oleh RRT, karena itu kesempatan berkunjung ke Tiongkok dan kesempatan bertemu Konsul RRT di Surabaya diharapkan memberi manfaat bagi kedua pihak.

“Kami sangat menghargai kesempatan ini untuk mempererat hubungan antara PWNU Jatim dan RRT. Kami percaya bahwa kerja sama ini dapat membawa manfaat besar bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan,” kata pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang itu.

Sementara itu, Konsul Jenderal RRT untuk Surabaya, Ye Su, menyambut baik kunjungan delegasi PWNU Jatim ke Tiongkok dan Konsulat RRT di Surabaya. Konsul berharap bahwa kerja sama ini dapat meningkatkan pemahaman dan toleransi antara masyarakat kedua negara.

“Kami siap untuk bekerja sama dengan PWNU Jatim dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan, sehingga menjadi langkah awal yang baik untuk hubungan di masa depan,” katanya, sebagaimana pernyataan Konsul RRT di Surabaya yang dikutip Kiai Kikin.

Dalam kunjungannya ke Tiongkok bersama empat pengurus PWNU Jatim itu, Kiai Kikin mengatakan pihaknya juga berkesempatan ini untuk mempererat komunikasi dan persahabatan antara Muslim Indonesia dan Tiongkok, serta memperdalam pemahaman tentang Modernisasi ala Tiongkok.

“Dari sudut pandang sosial, moderasi, toleransi dan kebudayaan, sebetulnya ada banyak persamaan dengan Indonesia, dari beberapa korespondensi dengan Asosiasi Islam para Imam Masjid dan Muslim di Tiongkok terlihat pemerintah mengakui kebebasan beragama,” katanya.

Menurut dia, koherensi Kebebasan Beragama antara Indonesia dan Tiongkok sebetulnya memiliki frekuensi yang sama yaitu umat beragama di kedua negara sama-sama diakui dan dilindungi oleh negara, dan kedua negara juga sama-sama menjunjung tinggi semangat patriotisme untuk menjaga kedaulatan negara.

“Hal yang sama juga dipedomani oleh NU ketika didirikan oleh Hadratussyekh KHM Hasyim Asy’ari yang juga mengedepankan konsep hubbul wathon minal Iman (cinta tanah air sebagai bagian dari iman),” katanya, dalam pertemuan didampingi Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Abd Matin Djawahir serta Prof Suparto Wijoyo dan Prof H Maskuri Bakri (Wakil Ketua PWNU).

Sementara itu, Wakil Ketua PWNU Jatim Prof Suparto Wijoyo menambahkan akhir kunjungan ke Tiongkok (1/11) juga sempat melihat lokasi “Canton Fair 2025” yang merupakan lokasi pameran produk tradisional, yang sama dengan di Indonesia bahwa ekonomi kerakyatan harus dimulai dari pemberdayaan UMKM.

“Kami juga sempat ke Makam Abu Waqqas di Masjid Huaisheng yang kebetulan makam tersebut berada dalam kawasan yang sama. Di dalam Masjid Huaisheng terdapat jalan setapak yang membawa pengunjung yang ingin berziarah masuk ke makam Abu Waqqas dan 40 muridnya. Pada kunjungan itu, kami ditemui Imam Masjid Huaisheng yaitu Imam Isa, yang menceritakan perjalanan sahabat Saad bin Abi Waqqas menyebarkan Islam ke Tiongkok,” katanya.

Dari kunjungan ke beberapa masjid maupun lokasi yang ada di Tiongkok, mulai dari Provinsi Gansu (kota Lanzhou), Provinsi Jiangsu (Kota Nanjing) dan Provinsi Guangdong (Kota Guangzhou), ia menilai ada beberapa fakta yang sejalan dengan “legacy” Hadratusysyeikh KHM Hasyim Asy’ari yakni Ikrar teologis dan kebangsaan; pendidikan adab; Pesantren sebagai mercusuar peradaban; Pemberdayaan Masyarakat; dan moderat/toleran (Sunni). (*/pwnu)

Iklan.

You Might Also Like

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article MUI dan Kemenag Kota Probolinggo Jalin Kerja Sama Pembinaan Mualaf dan Sertifikasi Halal
Next Article Luar Biasa, Unusa Capai Empat Ranking Internasional

Advertisement



Berita Terbaru

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin
Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

23/04/2026
Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026
Nahdliyyin

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

21/04/2026
Nahdliyyin

Ketua PWNU Jatim Siap Dipilih dan Tidak Dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU

19/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?