By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya luncurkan buku “Navigasi Perubahan NU dan Pesantren”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Yahya luncurkan buku “Navigasi Perubahan NU dan Pesantren”
Nahdliyyin

Gus Yahya luncurkan buku “Navigasi Perubahan NU dan Pesantren”

15/11/2025 Nahdliyyin
SHARE

Jakarta, radar96.com – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, meluncurkan buku berjudul ‘Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren’ dalam diskusi buku oleh Forum Kramat di Plaza PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta, Jumat (14/11).

Hadir dalam kesempatan itu, empat pembicara diskusi, yakni pengamat politik Islam, Prof. Fachri Ali; Intelektual NU, Helmy Ali Yafie; dan Sekretaris Badan Litbang-Diklat Kementerian Agama RI, Prof. Ahmad Zainul Hamdi.

Buku 337 halaman itu ditulis oleh 10 pakar dan aktivis NU sebagai syarah atas dua matan tulisan Gus Yahya tentang NU dan Pesantren. Tulisan pertama berjudul ‘Peta Masalah Dunia Pesantren’, dan tulisan kedua berjudul ‘Konsolidasi, Sebuah Keharusan bagi NU’.

Dalam peluncuran buku dengan kata pengantar Ketua PBNU Prof Rumadi Ahmad itu, Gus Yahya menyatakan buku ini penting sebagai navigasi agar NU bergerak secara strategis, tidak hanya ada tanpa posisi dan peran strategis untuk menyelesaikan masalah keagamaan dan kebangsaan.

“NU harus bisa merumuskan visi yang akan dituju, bisa mengelola keadaan untuk mencapai tujuannya, serta mampu bertindak strategis untuk menggerakkan lingkungan di sekitarnya demi mewujudkan visi. Kalau NU tidak bisa bertindak dan bergerak secara strategis, maka keberadaan NU tidak akan dianggap, wujuduhu ka adamihi. Itu bukan pilihan kita,” tegasnya.

Dalam tulisan matan yang ditulisnya dalam buku ini, Gus Yahya mengajukan tiga matra konsolidasi sebagai sebuah keharusan bagi NU, untuk mewujudkan target bergerak secara strategis.

Tiga matra adalah konsolidasi tata kelola, konsolidasi Sumber daya dan konsolidasi agenda. Konsekuensinya, lanjut gus Yahya, PBNU membuat aturan main bahwa setiap tindakan atas nama NU harus mengikuti aturan dan prosedur demi menjaga integritas dan martabat NU.

“Dan ini, pasti menimbulkan keluhan yang harus dihadapi dengan kepala dingin. NU sebagai organisasi sangat tidak terkonsolidasi. Elemen strukturalnya tidak nyambung; yang kultural lebih kompleks lagi. Tidak mungkin kita mengadres 38 ribu pesantren tanpa koherensi,” ujarnya.

Dalam tulisan matan tentang peta masalah pesantren, Gus Yahya menyoroti perlunya integrasi pesantren ke dalam sistem untuk menghadapi masalah, dengan menempatkan pesantren ke dalam tiga klaster utama.

Ketiga klaster itu adalah klaster pesantren sebagai lembaga pendidikan, pesantren sebagai pilar komunitas dan terakhir kaitan pesantren dengan NU.

“Kita harus melihat secara akurat, konfigurasi dari problematika yang dihadapi pesantren melalui tiga hal ini,” ungkapnya sambil mengajukan perlunya transformasi pengelolaan pesantren melalui governing system (standarisasi dalam hal infrastruktur, kurikulum, SDM dan tata kelola pesantren).

Buku Menavigasi Perubahan NU dan Pesantren melibatkan 10 penulis, untuk mensyarahi dua tulisan matan pemikiran Gus Yahya.

Tulisan syarah Menavigasi Perubahan NU adalah Ahmad Suaedy (abad kedua NU dan transformasi digital), Ahmad Zainul Hamdi (peta masalah NU), Hasanudin Ali (tantangan sumber daya NU), Ahsanul Minan (Konsolidasi Agenda program NU), dan Abdul Moqsith Ghozali (pengambilan keputusan hukum Islam di lingkungan NU).

Sementara, syarah navigasi Perubahan Pesantren, ditulis oleh Badiul Hadi (politik anggaran pesantren), Marzuki Wahid (desain pendidikan pesantren), Basnang Said (politik rekognisi pesantren), Nur Rofiah (seputar kekerasan di pesantren) dan Hisbullah Satrawi (kemandirian pesantren).

Dalam sesi diskusi, Sekretaris BMBPSDM Kementerian Agama, Ahmad Zainul Hamdi, menilai inti masalah konsolidasi NU terletak pada kepemimpinan.

“Kompleksitas struktur NU menjadikan tugas ketua umum lebih berat dibandingkan memimpin negara,” katanya.

Aktivis dan Intelektual NU Helmi Ali menilai NU tetap relevan karena sejak awal lahir sebagai respons atas tantangan yang terjadi di Indonesia (keagamaan dan penjajahan).

“Ketika pemerintah Saudi dengan paham Wahabinya bergerak, ketika penjajah mengeksploitasi sumber daya, keberadaan NU selalu menjawab kebutuhan zaman,” katanya.

Ia menyorot tantangan besar di pesantren dan potensi NU terjebak sebagai politik identitas. “Bagaimana pesantren benar-benar berdaya? Ini pertanyaan penting sekaligus tantangan ke depan,” kata Helmi.

Sementara itu, Pengamat Sosial dan Politik Fachry Ali menambahkan tradisi pesantren justru menjadi koreksi atas pandangan-pandangan sebelumnya. Pesantren didirikan oleh pribadi-pribadi besar dengan gagasan besar.

“NU kerap gagap membaca politik dan pemilu, meskipun banyak kadernya ada di dalam sistem. Konsolidasi harus terus dibahas agar unsur chaotic di NU dapat direproduksi menjadi energi perubahan,” kata Fahcry.

Penulis kata pengantar, Rumadi Ahmad, berharap buku ini bisa jadi bahan diskusi oleh aktivis dan pengurus NU, di lembaga, badan otonom atau di tingkat kepengurusan di tingkat PBNU, PWNU, PCNU hingga ranting.

Dia berharap buku ini bisa menjadi penunjuk arah atau navigasi bagi NU dan Pesantren dalam menghadapi multi perubahan.

“Terima kasih kepada semua pihak, khususnya para penulis syarah yang memungkinkan kita bisa melihat secara lebih jelas perubahan apa yang harus dihadapi NU dan pesantren bagimana mengantisipasinya,” lanjut Rumadi. (*/fpnu/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/peluncuran-buku-menavigasi-perubahan-nu-dan-pesantren-mengurai-pemikiran-gus-yahya-dan-arah-konsolidasi-nu-ZS78G

Iklan.

You Might Also Like

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ratusan Marbot se-Jatim Ikuti “Marbot Soccer League” di ASC Masjid Al-Akbar
Next Article Al Azhaar Kedungwaru Hadirkan Syaikh Abu Bakar bin Zein Bafdhol

Advertisement



Berita Terbaru

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin
Hari Puisi Nasional, Unusa Luncurkan Buku Puisi Karya Dosen dan Hadirkan Sejumlah Tokoh Sastra
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

23/04/2026
Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026
Nahdliyyin

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

21/04/2026
Nahdliyyin

Ketua PWNU Jatim Siap Dipilih dan Tidak Dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU

19/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?