Malang, radar96.com – Ketua PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), mengapreasisi dukungan Muhammadiyah dan pengurus gereja di Kota Malang saat Mujahadah Kubro dalam rangka Hari Lahir (Harlah) Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2).
“Terima kasih kepada pengurus Muhammadiyah yang menyiapkan 10 ribu bungkus konsumsi, juga sekolah-sekolah Muhammadiyah di sekitar stadion yang menyediakan snack dan minuman, serta membuka lahan dan fasilitasnya,” katanya Gus Kikin dalam puncak Harlah Satu Abad NU yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan jamaah yang mencapai 107.049 orang pada H1 pelaksanaan (7/2).

Selain itu, Gus Kikin yang juga pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim itu memberikan penghormatan kepada pengurus gereja yang telah menunjukkan toleransi luar biasa. “Pengurus gereja membuka pintu dan fasilitasnya bagi warga NU, bahkan dengan arif menggeser waktu misa kebaktian dari jadwal seharusnya,” ungkapnya.
Dalam puncak Harlah Satu Abad NU versi Masehi yang diadakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dan juga dihadiri juga dihadiri menteri kabinet merah putih itu, Gus Kikin menilai Mujahadah Kubro pada pagi ini menggambarkan keguyuban, guna mensyukuri perjalanan NU yang telah berusaia 1 abad.
“Pagi ini, stadion Gajayana (Malang) juga (berumur) 100 tahun pertama, sebuah stadion di Indonesia untuk menjaga persatuan. Terima kasih kepada seluruh warga NU yang sudah berjerih payah datang ke Gajayana. Begitu juga warga Muhammadiyah dan pengurus Gereja. Terima kasih dan mohon maaf atas ketidaknyamanan selama Mujahadah Kubro,” tegasnya.
Di hadapan acara yang juga dihadiri pengurus NU se-Indonesia itu, cicit muassis NU Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu menyatakan pentingnya mengamalkan qonun asasi. “Mujahadah dari NU sudah berumur 100 tahun ini dan menjadi organisasi raksasa dengan jumlah anggota 100 juta lebih, terbesar di Indonesia bahkan dunia, itu patut disyukuri dan dijaga dengan merujuk amanat Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Kita disuruh saling menasehati, dakwah yang menyenangkan. Pertanyaanya, sudahkah kita mengamalkan nilai-nilai qonun asasi tersebut?,” tegasnya.
Menurut Gus Kikin, Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) itu menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan soliditas warga Nahdliyin, khususnya di Jawa Timur, di tengah berbagai dinamika yang sempat mengemuka menjelang peringatan satu abad NU.
“Memang ada dinamika, tapi khusus di Jawa Timur kita solid. Ada 45 cabang PCNU dan ke bawah semuanya solid. Jadi, dinamika yang ada bisa menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah, yang dalam tradisi NU memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar persatuan formal. Ukhuwah itu lebih dari persatuan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris PWNU Jatim DR HM Faqih menjelaskan Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang, Jatim tercatat dihadiri jamaah yang mencapai 107.049 orang hingga H1 pelaksanaan (7/2) dengan 1.283 bus lebih dan ribuan kendaraan lainnya.
“Jumlah 107.049 orang itu meliputi 79.049 orang dari Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jatim dan 28.000 warga Muslimat NU se-Jatim. Jumlah itu mengendarai 1.283 bus, 6.476 mobil, dan 5.413 sepeda motor yang semuanya terbagi dalam 9 zona dengan 9 PIC dari PWNU serta 45 ketua rombongan dan narahubung di tingkat lokal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU dari PWNU Jatim Prof Masykuri Bakri mengatakan ada 13 rangkaian Harlah Satu Abad NU antara lain Kick Off dan Sarasehan Pesantren di Unisma Malang (7/1), Ziarah Muassis/Muharrik NU se-Jatim (24/1), dan Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya (29/1).
Agenda lain, pameran lukisan nasional di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) dengan tema ‘Mangsa Kalasubo’ (30/1), parenting dan pesantren sehat oleh LKKNU-RMI pada tujuh titik lokasi di Jatim yakni Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Blitar, Bondowoso dan Banyuwangi (27 Januari hingga 15 Februari 2026).
Selain itu, Pameran NUConomic, GenZINU Bootcam, dan Talkshow 3 pilar ekonomi NU atau UMKM-Filantropi-Industri Pertanian (Kampung Coklat, Blitar) pada 5-7 Februari 2026. Puncak Harlah adalah Mujahadah Kubro (Stadion Gajayana, Malang) pada 7-8 Februari 2026.
“Pameran NUConomic, GenZINU Bootcam, dan Talkshow 3 pilar ekonomi NU di Kampung Coklat, Blitar pada 5-7 Februari 2026 merupakan bentuk nyata kehadiran NU dalam kehidupan warganya, khususnya 3 pilar ekonomi (UMKM-Filantropi-Industri Pertanian), dan juga Generasi Z (GenZINU/Generasi Z Islami NU),” katanya. (*/fpnu)



