Surabaya, radar96.com – Siswa SMA Khadijah, Surabaya menorehkan prestasi akademik dan non-akademik di tingkat nasional hingga internasional, diantaranya ada yang mampu menembus universitas di Rusia lewat Beasiswa “Russian Government Scholarship“.
“Prestasi internasional itu diraih oleh Indira Cahya Nurani, yang sukses meraih beasiswa Rossotrudnichestvo untuk program Bachelor Architecture yakni Russian Government Scholarship,” kata Ketua I Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial NU (YPTSNU) Khadijah, KH Abdullah Sani, di Surabaya, Rabu.
Indira juga diterima di International Undergraduate Program (IUP) Universitas Gadjah Mada pada program studi Urban and Regional Planning, namun dia melanjutkan pendidikan ke Rusia.
Siswa lain yang berprestasi, yakni Nanda Febiarta yang lolos jalur prestasi di PEM Akamigas dengan program D4 Teknik Mesin Kilang.
Sementara itu, Rafi Mahendra diterima di Poltekkes Kemenkes Surabaya pada program D4 Keperawatan melalui jalur prestasi.
Di jalur seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP), dua siswa SMA Khadijah juga berhasil mengamankan “golden ticket” Universitas Airlangga.
Mereka adalah Qurina Dewi Baroro yang diterima di program studi S1 Ilmu Ekonomi serta M Allen Semesta Takbir Kuswindaryanto di S1 Sosiologi.
“Capaian itu menjadi indikator positif dalam upaya peningkatan kualitas lulusan, karena kami menargetkan minimal 70 persen siswa dapat diterima di perguruan tinggi negeri, namun jalur prestasi saja sudah 66 persen, tinggal jalur tes,” katanya.
Ia berharap jumlah siswa yang memenuhi kriteria eligible semakin banyak dan mampu bersaing dalam berbagai jalur seleksi yang masih berlangsung, termasuk tahap seleksi berbasis tes berikutnya.
“Kami berharap capaian kelulusan ke perguruan tinggi negeri bisa menembus lebih dari 70 persen. Mohon doa agar anak-anak terus berjuang dan meraih hasil terbaik,” katanya.
Selain prestasi akademik, capaian membanggakan juga datang dari bidang olahraga. Siswa kelas XI SMA Khadijah, Utiqo Romadlona Ummi Auna, tercatat sukses menorehkan prestasi internasional pada cabang olahraga wushu.
“Ia berhasil mengungguli peserta dari berbagai negara seperti Korea, Amerika Serikat, Hong Kong, India hingga Turki,” katanya.
Deretan capaian tersebut memperkuat posisi Yayasan Khadijah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga berorientasi pada pembentukan karakter, baik nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, serta integritas dalam setiap proses pembelajaran.
“Melalui sistem pendidikan yang terintegrasi antara ilmu pengetahuan dan pembinaan akhlak, kami terus berikhtiar melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat dan berakhlak mulia,” katanya.
SNBP adalah jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes tertulis (prestasi rapor). Tercatat 46 dari 70 siswa SMA Khadijah lolos SNBP 2026 (66 persen), yakni Unair (13 siswa), Unesa (13), ITS (3), UPNV Jatim (4), PENS (4), PPNS (3), Universitas Brawijaya/UB (5), dan Universitas Negeriz Malang (1). (*/fptnu)



