Surabaya, radar96.com – Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) terus berinovasi dengan menghadirkan program bioflok budidaya ikan berbasis teknologi modern di kawasan Urban Farming MAS. Program ini menjadi salah satu bentuk kreativitas masjid dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus edukasi masyarakat.
Humas Masjid Al-Akbar, H Helmy M. Noor, menjelaskan program bioflok ini tidak hanya bertujuan sebagai sarana budidaya ikan, tetapi juga sebagai media pembelajaran bagi jamaah. “Bioflok ini merupakan bentuk inovasi masjid dalam memanfaatkan lahan pasif menjadi lahan produktif. Jamaah bisa belajar langsung bagaimana teknik budidaya ikan dengan sistem modern,” ujarnya di MAS, Kamis.
Program ini menggunakan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS), yaitu sistem budidaya ikan yang menjaga kualitas air tetap bersih sehingga tidak menimbulkan bau amis. Dengan teknologi ini, area budidaya tetap nyaman dan bahkan dapat dijadikan sebagai tempat rekreasi.
Kelebihan sistem RAS adalah hemat air, kepadatan tebar tinggi karena kualitas air terkontrol, kontrol kualitas air lebih stabil, pertumbuhan ikan lebih cepat, minim pencemaran lingkungan, fleksibel lokasi meski lahan sempit, risiko penyakit lebih terkendali, dan efisiensi pakan lebih baik.

“Bioflok tersebut berada di kawasan urban farming yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas lain seperti greenhouse dan mini soccer. Lingkungan yang bersih dan tertata menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi generasi muda,” katanya.
Saat ini, terdapat enam kolam budidaya yang masing-masing mampu menampung sekitar 400 hingga 600 ekor ikan. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain lele, patin, nila merah, serta beberapa jenis ikan konsumsi populer lainnya.
Menurut Helmi, proses budidaya ikan ini membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 6 bulan hingga masa panen. Hasil panen nantinya memiliki tiga skema pemanfaatan, yaitu dibagikan kepada jamaah, dikonsumsi bersama, serta dijual kepada masyarakat umum.
“Program ini tidak hanya soal hasil panen, tetapi bagaimana masjid bisa menjadi pusat edukasi dan wisata. Kami ingin menunjukkan bahwa masjid bisa menjadi tempat yang menarik, tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga untuk belajar dan berkegiatan positif,” tambahnya.
Ke depan, Masjid Al-Akbar berharap program ini dapat meningkatkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk datang ke masjid, sekaligus mengenal konsep urban farming dan budidaya ikan modern.
Dengan adanya bioflok ini, Masjid Al-Akbar Surabaya diharapkan dapat menjadi pusat eduwisata yang menggabungkan nilai ibadah, edukasi, serta inovasi lingkungan dalam satu kawasan terpadu. (*/ghifari-anwar/mas)



