Surabaya, radar96.com – Pengurus Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur menyiagakan 1.000 jagal hewan kurban masjid se-Jatim melalui upgrading, deklarasi, dan apel di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) selama sehari (23/5).

“Acara yang diikuti perwakilan lebih dari 200 masjid se-Jawa Timur secara online dan offline itu memang untuk menyambut Idul Adha 1447 H,” kata Direktur ‘Halal Center’ DMI Jatim, DR Hj Siti Nur Husnul Yusmiati STP., M.Kes dalam keterangannya di Surabaya, Senin.
Dalam acara yang menggandeng Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur itu, DPW Juru Sembelih Halal (JULEHA) Jatim juga dibacakan Deklarasi “Kami Jagal Hewan Kurban Dewan Masjid Indonesia Jawa Timur Siap Mengawal Penyembelihan Hewan Kurban 1447 H dengan Halal, Aman, Bersih, dan Sehat”.
“Selain apel dan deklarasi juga diberikan pemahaman tentang prinsip sembelihan halal thoyyib, adab penyembelihan dengan manajemen kesejahteraan hewan (Keswan), simulasi dan pencegahan risiko bahaya kegiatan kurban, seperti hewan lepas, tali putus, bersama para pakar dari Dinas Peternakan Jatim, DMI Jatim, dan DPW Juleha Jatim,” katanya.
Dalam perspektif syariah, penyembelihan hewan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, tidak kasar terhadap hewan, menggunakan alat yang tajam, serta memastikan proses penyembelihan berlangsung cepat agar hewan tidak tersiksa, sehingga pelaksanaan kurban menjadi berkualitas, bukan hanya menghasilkan daging yang halal secara syariat, tetapi juga aman, sehat, utuh, dan higienis untuk dikonsumsi.
“Untuk itu, kami berupaya memberikan edukasi kepada pemuda masjid dan pengurus DMI se-Jatim. Pemahaman cara penyembelihan hewan syariah dan benar , sehingga kegiatan ini menjadi kegiatan rutin tahunan untuk selalu edukasi kepada pengurus masjid dan Juleha,” katanya.
Sementara itu, Widodo selaku perwakilan dari Biro Perekonomian Pemprov Jatim menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan Halal Center PW DMI sebagai inisiator, karena Kegiatan Sembelihan Idul Adha memang membutuhkan kesungguhan dalam persiapan supaya terselenggara dengan baik dan selamat.
Pemateri dari Dinas Peternakan drh Iswahyudi dan drh Rinna juga menambahkan pentingnya tata laksana Kesejahteraan Hewan (Keswan) dan handling daging. (*/dmi)



