Sidoarjo, radar96.com – Pesantren Manba’ul Hikam (Mahika) Sidoarjo menggelar Haflah Akhir Sanah tahun ajaran 2025-2026 untuk jenjang Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman madrasah setempat, Desa Putat Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo pada Sabtu (20/6/26).
Kepala MA Mahika Sidoarjo, H Riza Rifqy mengatakan, tahun ini menjadi tonggak penting dengan kelulusan 100 persen bagi seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 176 orang. Dia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara kerja keras siswa, doa orang tua, serta bimbingan para guru.
“Sebanyak 87 santri MA Mahika Sidoarjo diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, dan lainnya melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT),” kata Gus Rifqy.
Selain itu, sejumlah santri juga lolos melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) serta program beasiswa PWNU Jawa Timur. Ia menambahkan, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses seleksi di beberapa PTN yang masih berlangsung.
Menurutnya, pihaknya berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan dan kesiapan menghadapi tantangan zaman.
“Lulusan Pesantren Mahika Sidoarjo diharapkan memiliki kompetensi yang kuat sekaligus karakter dan akhlak yang kokoh,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Mahika Sidoarjo, KH Abdul Wachid Harun berpesan kepada para santri agar menjaga adab dalam menuntut ilmu. Ia menekankan pentingnya belajar dengan bimbingan guru yang memiliki sanad keilmuan yang bersambung.
“Kebermanfaatan ilmu bergantung pada ridha guru, sedangkan keberkahannya diraih melalui khidmah kepada para pemberi ilmu,” tuturnya. Wakil Rais PCNU Sidoarjo tersebut juga mengingatkan bahwa perjalanan keilmuan akan diiringi berbagai ujian, seperti ejekan, celaan, hingga rasa iri.
Di sisi lain, salah satu wali santri asal Kecamatan Sedati, Mokoffi, mengaku bangga atas capaian putrinya, Siti Larasati Azzahra, yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz selama enam tahun menempuh pendidikan di Pesantren Mahika Sidoarjo.
“Alhamdulillah, anak saya diterima di Universitas Airlangga melalui jalur SNBP. Kami berterima kasih kepada para pengasuh dan dewan guru yang telah membimbing dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidoarjo, jajaran pengurus yayasan, dewan guru, wali santri, serta tamu undangan lainnya.
Pewarta : Yuli Riyanto



