Jombang, radar96.com – Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga menerima
Kartu Tanda Anggota (KTA) Nahdlatul Ulama (NU) yang bertuliskan “Seumur Hidup”, karena itu dirinya merasa terkesan dan memutuskan untuk hadir dalam penutupan Muktamar ke-35 NU di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jatim, 27-31 Agustus 2026.
“Ini luar biasa, karena itu begitu saya ditelepon untuk menutup Muktamar NU di Jombang, saya putuskan hadir. Ini kehormatan bagi saya diundang dua kali (membuka dan menutup Muktamar ke-35 NU),” katanya setelah menerima Kartanu dari PBNU yang diserahkan Ketua Umum PBNU 2021-2026 KH Yahya Cholil Staquf di Pesantren Tambakberas, Jombang, Senin.

Didampingi Rais Aam PBNU Terpilih 2026-2031 KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Terpilih 2026-2031 KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) saat menutup Muktamar ke-35 NU itu, Presiden Prabowo menyatakan NU telah memberi contoh sebagai ormas dengan jutaan warga bisa melaksanakan muktamar dengan damai dan rukun.
“Dengan diterima sebagai anggota NU (dengan Kartanu), saya siap bekerja sama dengan NU demi rakyat, karena NU merupakan ormas terbesar, tentu kita bisa bekerja sama agar warga NU yang sangat banyak itu bisa hidup layak, mempunyai rumah layak dan penghasilan yang juga layak. Dengan kerja sama itu berarti negara hadir di tengah rakyatnya agar tidak terjerat tengkulak,” katanya.
Terkait anggaran untuk rakyat, Presiden Prabowo menyebut pihaknya telah menutup 290-an BUMN terancam rugi selama 2 tahun terakhir, sehingga dapat menghemat Rp50 triliun dari gaji komisaris dan direksi, bahkan hingga Desember 2026 akan diupayakan penutupan BUMN yang merugi terus, sehingga bisa menghemat Rp100 triliun hingga Rp300 triliun setiap tahun yang anggarannya akan digelontorkan untuk kesejahteraan rakyat.
“Saya menangkap pesan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bahwa kita harus fokus pada upaya mengangkat rakyat untuk keluar dari kemiskinan sebanyak-banyaknya,” kata Presiden, menanggapi pernyataan KH Miftachul Akhyar bahwa NU Abad Kedua perlu memakmurkan umat secara ekonomi setelah pemakmuran secara Pendidikan dan Kesehatan.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana/OC Muktamar ke-35 NU HM Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan Muktamar ke-35 NU tidak hanya mengembalikan tata kelola NU kepada Syuriah/ulama melalui AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi), namun juga mendorong tata Kelola melalui pelibatan 1.000 UMKM dalam Bazar Muktamar 35 NU. “Bagi kami, menjadi pengurus NU itu secukupnya, tapi menjadi NU itu selamanya,” kata Gus Ipul.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU Terpilih 2026-2031 KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
menyatakan ada hal yang berbeda dalam Muktamar ke-35 NU kali ini, baik kehadiran Presiden untuk membuka dan sekaligus menutup, maupun kebersamaan pengurus dan panitia, serta semangat warga NU dalam menyemarakkan Muktamar Tambakberas.
“Ke depan, kebersamaan dan semangat berkhidmah di NU akan saya dorong dengan pedoman Qonun Asasi yang ditulis muassis KHM Hasyim Asy’ari pada 1926 ditulis dan selesai pada 1928, lalu dikembangkan menjadi pedoman/manhaj, fikroh, harokah, namun sempat dipakai Ketika NU berpolitik pada 1952 hingga akhirnya NU Kembali ke Khittah 1926 pada tahun 1984, sedangkan Qonun Asasi saat itu hanya muqoddimah, tapi sekarang sudah lengkap, sehingga bisa jadi Panduan PBNU ke depan untuk persatuan/kerja sama,” katanya.
Saat ditunjuk AHWA menjadi Ketua Umum PBNU 2026-2031 setelah meraih 472 dari 552 suara dalam proses penjaringan, Gus Kikin mencanangkan program prioritas, diantaranya kebersamaan dalam kepemimpinan melalui Qonun Asasi, fokus ekonomi dan UMKM, serta peningkatan tata kelola dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
Para muktamirin sendiri menilai sukses Muktamar Tambakberas bukan Rais Aam dan Ketum dari Jatim, tapi NU kembali ke AHWA untuk menentukan Rais Aam dan Ketum. (*/pwnu)



