Khofifah: “pesta ultah itu jauh dari tradisi saya”

Foto penyampaian buku dari Dr. Suko Widodo (Pakar Komunikasi Unair) kepada Gubernur Jatim Khofifah dan Wagub Emil Dardak, tapi tidak dieskpose dalam acara tasyakuran (19/5/2021). (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memohon maaf dengan video “pesta ulang tahun” yang viral, karena tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD, apalagi pesta ultah, sebab hal itu jauh dari tradisi keluarganya selama ini.

“Angle yang diambil medsos, terkesan berkerumun, saya mohon maaf. Posisi berdiri adalah posisi menjelang bubar, karena pada dasarnya undangan duduk, kecuali tim katering dan bagian umum,” katanya dalam klarifikasi yang diterima Radar96.com di Surabaya, Sabtu.

Santunan kepada anak yatim dari Gubernur Jatim Khofifah yang tidak dieskpose dalam acara tasyakuran (19/5/2021). (*/hmn)

Menurut dia, tempat acara di halaman luar rumah dinas itu memiliki kapasitas normal bisa 1.000 orang, bahkan jika ditambah denan sisi samping bisa mencapai 1.500 orang. “Saat itu, yang hadir 31 orang plus 10 anak yatim dan delapan dari tim sholawat dan rebana,” katanya.

Namun, Gubernur Khofifah memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan narasi “pesta” ulang tahun Khofifah dan ada kerumunan atau serupa itu. “Terlepas dari semua itu, saya sekali lagi, mohon maaf yang sebesar-besarnya telah menjadikan suasana terganggu,” katanya.

Mantan Mensos itu menjelaskan syukuran tanggal 19 Mei itu semua persiapan tanpa sepengetahuan, apalagi persetujuannya. “Berita yang muncul cenderung terdistorsi,” katanya.

Padahal, katanya, tidak ada lagu ulang tahun, tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer, bahkan potong kue tart ultah juga tidak ada.

“Yang ada justru santunan yatim dan Sholawat Nabi, seperti kegiatan lainnya. Ada 10 anak yatim dan dua orang tim sholawat dengan 6 orang rebana. Selesai acara, mereka makan terus pulang. Acara lain, ada penyerahan buku penanganan Covid-19 karya Dr. Suko Widodo (Unair),” katanya.

Terkait undangan yang hadir, katanya, adalah Wagub yang hadir tanpa istri. “Saya juga tanpa putera, lalu ada sekda dan beberapa OPD tapi semua tanpa pendamping sebanyak 31 orang,” katanya.

Tentang band, ia mengaku ada band yang biasa dipakai latihan OPD. “Ada Katon Bagaskara karena tanggal 18 Mei memang sedang ada kegiatan di Surabaya. Katon juga kawannya pak Sekda,” katanya.

Mengenai katering yang katanya katering nomer satu adalah Sono Kembang yang biasa menjadi langganan Gedung Negara Grahadi setiap ada tamu.

“Sekali lagi, mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan, sebab hal tersebut tidak benar sama sekali,” katanya. (*/hmn)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *