By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Khofifah: “pesta ultah itu jauh dari tradisi saya”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Khofifah: “pesta ultah itu jauh dari tradisi saya”
Kontrahoax

Khofifah: “pesta ultah itu jauh dari tradisi saya”

22/05/2021 Kontrahoax
Foto penyampaian buku dari Dr. Suko Widodo (Pakar Komunikasi Unair) kepada Gubernur Jatim Khofifah dan Wagub Emil Dardak, tapi tidak dieskpose dalam acara tasyakuran (19/5/2021). (*/hmn)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memohon maaf dengan video “pesta ulang tahun” yang viral, karena tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD, apalagi pesta ultah, sebab hal itu jauh dari tradisi keluarganya selama ini.

“Angle yang diambil medsos, terkesan berkerumun, saya mohon maaf. Posisi berdiri adalah posisi menjelang bubar, karena pada dasarnya undangan duduk, kecuali tim katering dan bagian umum,” katanya dalam klarifikasi yang diterima Radar96.com di Surabaya, Sabtu.

Santunan kepada anak yatim dari Gubernur Jatim Khofifah yang tidak dieskpose dalam acara tasyakuran (19/5/2021). (*/hmn)

Menurut dia, tempat acara di halaman luar rumah dinas itu memiliki kapasitas normal bisa 1.000 orang, bahkan jika ditambah denan sisi samping bisa mencapai 1.500 orang. “Saat itu, yang hadir 31 orang plus 10 anak yatim dan delapan dari tim sholawat dan rebana,” katanya.

Namun, Gubernur Khofifah memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan narasi “pesta” ulang tahun Khofifah dan ada kerumunan atau serupa itu. “Terlepas dari semua itu, saya sekali lagi, mohon maaf yang sebesar-besarnya telah menjadikan suasana terganggu,” katanya.

Mantan Mensos itu menjelaskan syukuran tanggal 19 Mei itu semua persiapan tanpa sepengetahuan, apalagi persetujuannya. “Berita yang muncul cenderung terdistorsi,” katanya.

Padahal, katanya, tidak ada lagu ulang tahun, tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer, bahkan potong kue tart ultah juga tidak ada.

“Yang ada justru santunan yatim dan Sholawat Nabi, seperti kegiatan lainnya. Ada 10 anak yatim dan dua orang tim sholawat dengan 6 orang rebana. Selesai acara, mereka makan terus pulang. Acara lain, ada penyerahan buku penanganan Covid-19 karya Dr. Suko Widodo (Unair),” katanya.

Terkait undangan yang hadir, katanya, adalah Wagub yang hadir tanpa istri. “Saya juga tanpa putera, lalu ada sekda dan beberapa OPD tapi semua tanpa pendamping sebanyak 31 orang,” katanya.

Tentang band, ia mengaku ada band yang biasa dipakai latihan OPD. “Ada Katon Bagaskara karena tanggal 18 Mei memang sedang ada kegiatan di Surabaya. Katon juga kawannya pak Sekda,” katanya.

Mengenai katering yang katanya katering nomer satu adalah Sono Kembang yang biasa menjadi langganan Gedung Negara Grahadi setiap ada tamu.

“Sekali lagi, mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan, sebab hal tersebut tidak benar sama sekali,” katanya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Alumni Pesantren Nurul Jadid se-Jatim kembangkan kurikulum wirausaha di pesantren
Next Article KH Zuhri Zaini ingatkan pentingnya Ekonomi dalam Islam

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan
Nahdliyyin
Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro
Nahdliyyin
MENGURUS NU: ANTARA KHIDMAH DAN LIVELIHOOD
Uncategorized
Festival Muharram 2026 di Bondowoso Putar Ekonomi Rp3 Miliar ke UMKM dan Industri Halal
Ekraf

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?