Ketua DPD ajak Universitas Darussalam Gontor seminarkan wacana Amandemen Ke-5 UUD 1945

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, saat mengunjungi Ponpes Modern Darussalam Gontor Pusat, Ponorogo, Rabu (9/6/2021). Rombongan itu disambut salah satu Pimpinan Ponpes KH Akrim Mariyat serta Adib Fuadi Nuriz, salah seorang Ketua lembaga di pesantren tersebut. (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Ponorogo (Radar96.com) – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak Universitas Darussalam Gontor untuk bekerja sama mengadakan seminar wacana Amandemen ke-5 UUD 1945.

Ajakan tersebut disampaikan oleh LaNyalla saat mengunjungi Ponpes Modern Darussalam Gontor Pusat, Ponorogo, Rabu (9/6/2021). Ia hadir bersama Senator Sulawesi Selatan Andi Muh Ihsan, Senator DKI Jakarta Sylviana Murni, Sekjen DPD RI Rahman Hadi, dan Deputi Administrasi DPD RI Lalu Niqman Zahir.

Rombongan LaNyalla yang juga ditemani Bupati-Wakil Bupati Ponorogo itu disambut salah satu Pimpinan Ponpes KH Akrim Mariyat serta Adib Fuadi Nuriz, salah seorang Ketua lembaga di pesantren tersebut.

“Saya sedang keliling ke kampus-kampus untuk menggugah para akademisi dan mahasiswa untuk memikirkan Indonesia yang lebih baik. Salah satu wacana yang kita gulirkan adalah amandemen ke-5,” tutur LaNyalla.

Menurutnya, seminar atau Focus Grup Discussion tentang gagasan amandemen ke-5 UUD 1945 sudah dilakukan di beberapa kampus di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Tarakan, Kalimantan Utara; Makassar, Sulawesi Selatan; Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Surabaya, Jawa Timur.

“Mungkin DPD juga bisa mengadakan seminar semacam itu di sini (Universitas Darussalam Gontor). Gagasan amandemen ini dilakukan untuk mengembalikan hak konstitusional DPD RI dalam mengajukan pasangan capres-cawapres,” kata Senator asal Jawa Timur itu.

Sebagai jelmaan dari utusan daerah yang sebelumnya bisa memajukan calon sama halnya dengan DPR yang merupakan representasi parpol, maka setelah amandemen justru hak utusan daerah dalam hal ini DPD jadi hilang. “Itulah kemudian kita menggagas amandemen ke-5 konstitusi. Jadi permasalahan yang harus diselesaikan ada di hulu,” katanya.

LaNyalla menilai elemen kampus dan pondok pesantren sangat penting. Karena negara ini lahir melalui kelompok dan perkumpulan civil society, bukan partai politik.

KH Akrim Mariyat menyatakan kalau Pondok Pesantren Darussalam Gontor terbuka dengan diskusi atau seminar. Apalagi yang dibahas terkait kebangsaan.

“Gontor tidak berpartai. Di sini kita junjung tinggi Pancasila dengan kebhinnekaannya. Yang pasti kita siap kalau sudah soal bangsa ini,” ucapnya.

Selain bercerita sejarah Pondok Pesantren, KH Akrim juga menyinggung Universitas Darussalam Gontor yang hendak membuka Fakultas Kedokteran.

“Kita sudah ada Fakultas Ekonomi, Humaniora, Kesehatan, Dakwah dan Tarbiyah. Kedokteran sedang dirintis mau dibangun. Tanahnya sudah ada, dananya yang belum. Mungkin DPD bisa membantu hal itu untuk disampaikan ke kementerian terkait,” jelas KH Akrim.

Acara kunjungan tersebut diakhiri dengan memberi bantuan hand sanitizer dan masker untuk Ponpes. (*/hmn)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *