Surabaya, radar96.com – Badan Pelaksana Pengelola (BPP) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) membagikan ratusan irisan/kupasan buah melon dari berbagai varietas yang dipanen di kawasan “Green House MAS” pada Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H (16/6/2026) itu kepada jamaah setelah Shalat Jumat di masjid itu.
“Manis sekali rasanya melon masjid ini, mantap. Saya ikut senang kalau Masjid Al-Akbar ini punya kebun melon, apalagi hasilnya juga dibagikan kepada kami (jamaah). Kalau ada panen lagi, saya ingin ke sini,” kata Daud, warga Driyorejo, Surabaya, saat menyantap satu irisan melon setelah sholat di masjid itu, Jumat.
Hal yang sama juga disampaikan Wito dari Gayungan, Surabaya. “Benar-benar manis, kok ada ya melon yang manis kayak ini. Semoga panen lagi lebih banyak lagi, jadi banyak jamaah yang bisa menikmati,” katanya, yang turut berebut dalam pembagian irisan/kupasan yang dilaksanakan petugas di pintu 3 MAS.
Sementara itu, Humas BPP MAS H Helmy M Noor menjelaskan satu buah melon itu kalau diiris/dikupas bisa jadi 15-20 irisan/kupasan. “Jadi, kalau kita bagikan 50-an melon berarti ada 750-1.000 irisan/kupasan melon yang kita bagikan kepada jamaah bakda Sholat Jumat ini,” katanya.





Sebelumnya (16/6), BPP MAS memanen 546 (ratusan) buah melon berbagai varietas di kawasan “Green House MAS” pada Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, yang dilakukan Gubernur Jatim Khofifah setelah jalan sehat 1 Muharram 1448 H (16/6), sekaligus penebaran 3.000 benih ikan tawar di 6 Bioflok Al Akbar.
Sehari setelah Gubernur Jatim Khofifah, Konsul Jenderal China di Surabaya, Ye Su, juga memanen ratusan melon di kawasan Green House MAS (17/6). “Ini kehormatan bagi saya bisa panen melon di Masjid Al-Akbar. Saya suka,” kata diplomat yang sudah dua kali ke Masjid Al-Akbar yakni Ramadhan dan Muharram 1448 H.
Ratusan melon yang dipanen itu ada 5 varietas, yakni Alisha F1, leoni, Dalmatian, Sweet Hami, dan Inthanon Rz. Panen melon kali ini merupakan hasil pola tanam terbaru dengan hidroponik gully trapesium, sedangkan sebelumnya dengan pola tanam hidroponik polybag. Dengan pola tanam hidroponik polybag itu setahun hanya panen sebanyak tiga kali (4 bulan sekali), tapi dengan hidroponik gully trapesium bisa panen 70 hari sekali (2,5 bulan sekali). (*/mas)


