Daffa-Lamongan raih medali emas Olimpiade Aswaja dan ke-NU-an 2021

Daffa saat mengerjakan soal olimpiade Aswaja dan Ke-NU-an tahun 2021. (*/maarifnujatim.or.id)
Bagikan yuk..!

Lamongan (Radar96.com) – Mahatma Falihuddin Daffa, siswa kelas XII jurusan Keagamaan, MA Tarbiyatut Tholabah, Kranji, Paciran, Lamongan, meraih medali emas putra dalam ajang Olimpiade Aswaja dan ke NU an Tingkat Jawa Timur pada 19/9/2021.

Acara yang diadakan oleh PW Ma’arif NU Jawa Timur dalam rangka Peringatan Harlah ke-92 LP Ma’arif NU itu bertujuan untuk mengasah kreatifitas siswa dan menjaga aqidah Ahlusunnah wal jamaah (Aswaja) serta penanaman wawasan ke-NU-an bagi siswa tingkat SLTA dan santri pondok pesantren di lingkungan Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Daffa dari Tunggul, Paciran itu merupakan Duta Pelajar MA Tarbiyatut Tholabah yang mulai babak pertama penyisihan sempat diragukan keikutsertaanya karena dalam kondisi sakit setelah muntah darah beberapa hari sebelumnya.

Orang tua Daffa Imam Muhyidin sempat mengizinkan untuk periksa ke Rumah Sakit di Kota Lamongan. Alhamdulillah ,malam itu juga diperiksakan ke dokter di wilayah Paciran saja, sehingga paginya masih bisa mengikuti olimpiade di babak penyisihan sampai selesai dan masuk dalam 92 finalis.

Meskipun dalam masa penyembuhan, Daffa tetap semangat belajar dan menjalani babak Final dengan menyelesaikan 100 soal dalam waktu 81 menit.

Keseluruhan materi olimpiade ini menggunakan buku rujukan yakni buku “Aswaja dan Ke-NU-an” dengan Penerbit PW LP Ma’arif NU Jawa Timur dan Buku Aswaja Pedoman Untuk Pelajar, Guru dan Warga NU oleh Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA dengan Penerbit Emir Cakrawala Islam.

Sementara 2 delegasi putri masih belum beruntung, sehingga hanya mampu menempati peringkat 10 terbaik.

Peringatan Harlah ke-92 LP Maarif NU ini sebagai pengingat bahwa Lembaga Pendidikan ini oleh PBNU disahkan sebagai organ gerak di bidang pendidikan pada Muktamar NU ke-4 di Semarang.

Awalnya, Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari memberi perintah untuk membuat rumusan agar membuat kelembagaan yang mewadahi dan menangani bidang pendidikan, kemudian KH Wahab Chasbullah memberikan pemikiran agar inovasi dalam pendidikan yang dirintis oleh KH A Wahid Hasyim dapat diterapkan sehingga dapat meningkatkan kualitas rakyat dalam hal pendidikan.

Akhirnya, KH A Wahid Hasyim, KH Mahfudz Siddiq dan KH Abdullah Ubaid merumuskan draft yang diajukan dalam Muktamar ke 4 di Semarang tersebut. Rumusan dirancang di kantor Hoof Bestur Nahlatul Oelama (HBNO) yang saat ini di Jl Kawatan Surabaya pada awal September 1929. (*/maarifnujatim.or.id)

Sumber: https://www.maarifnujatim.or.id/2021/09/kondisi-sakit-daffa-raih-medali-emas-olimpiade-aswaja-dan-ke-nu-an-tingkat-jawa-timur/

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *