By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Nadirsyah Hosen ingatkan kemandirian Muktamar NU lewat “Koin NU”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Nadirsyah Hosen ingatkan kemandirian Muktamar NU lewat “Koin NU”
Nahdliyyin

Gus Nadirsyah Hosen ingatkan kemandirian Muktamar NU lewat “Koin NU”

07/10/2021 Nahdliyyin
Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia dan Selandia Baru, Prof Nadirsyah Hosen (Gus Nadir). (*/nu.or.id)
SHARE

Jakarta (Radar96.com) – Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Australia dan Selandia Baru, Prof Nadirsyah Hosen (Gus Nadir), mengingatkan kembali program Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk penggalangan dana biaya Muktamar NU melalui Kotak Infak (Koin) NU.

Bahkan, Gerakan Koin Muktamar, yang dimaksudkan untuk menggalang partisipasi Nahdliyin, dilaporkan juga telah dilakukan melalui laman nucare.id yakni Program Koin Muktamar Bangun Kemandirian NU. Diakses Selasa (6/10/2021), penggalangan telah mencapai Rp1.027.442.355.

Melalui unggahan facebook Nadirsyah Hosen, Senin (5/10/20201) malam, Prof Nadirsyah menyebutkan dalam rangka menjadikan Muktamar NU berkualitas, bermartabat, dan bermanfaat perlu dipikirkan kemandirian dana pelaksanaan Muktamar.

“Waktu yang mepet, tentu membuat PBNU dan panitia muktamar kelabakan. Pada titik ini menjadi rawan intervensi pihak luar terhadap Muktamar,” tulis Gus Nadir, sapaan akrabnya.

Selain dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pemerintah Daerah Lampung, menurutnya perlu digalakkan kembali Koin Muktamar NU dalam 80 hari menuju hari H Muktamar yang dijadwalkan 23-25 Desember 2021.

Ia juga mengingatkan kembali dana dari koin Muktamar tahun 2019-2020 lalu yang pernah disumbangkan Nahdliyin agar pengelolaannya tetap amanah dan bisa dipakai untuk pelaksanaan Muktamar. “Kita perlu menggalakkannya kembali,” tegas Gus Nadir.

Selain itu, ditegaskan Gus Nadir, bahwa NU tidak perlu meminta dana kepada penguasa dan pengusaha. “Kemandirian menjadi penting. Gotong royong menggalang dana Nahdliyin menjadi krusial sekaligus membuktikan kekompakan kita bersama,” sebutnya.

Pengajar di Fakultas Hukum Universitas Monash, Australia itu menambahkan NU juga perlu mewaspadai adanya potensi politik uang. Karena itu, setiap utusan resmi yang datang ke arena Muktamar harus membiayai sendiri atau dibiayai oleh Koin NU Nahdliyin setempat untuk membeli tiket ke Lampung. “Harus ada ttd di atas materai untuk menjaga komitmen para utusan,” sebutnya.

Utusan ke Muktamar juga tidak boleh dibiayai oleh kandidat. Bahkan kalau perlu, kata Gus Nadir, setiap kandidat wajib mendeklarasikan dan melaporkan semua sumbangan yang diterima dan pengeluarannya kepada Muktamarin sebelum dipilih. “Kandidat bisa dibatalkan kalau terbukti. Ini terasa pahit dan berlebihan tetapi inilah salah satu cara menjaga akuntabilitas Muktamar,” lanjutnya.

Penulis buku Saring Sebelum Sharing (2019), itu tidak menampik seandainya ada cara lain untuk menjaga akuntabilitas Muktamar NU 2021. Menurut dia hal itu bisa didiskusikan. “Ada cara lain (untuk menjaga akuntabilitas Muktamar)? Monggo didiskusikan bersama,” tulisnya.

Ia berharap dengan cara ini kemandirian NU tetap terjaga, NU bisa memfilter campur tangan pihak luar; pada saat yang sama menjaga kekompakan Nahdliyin dan rasa memiliki serta mensterilkan Muktamar dari praktik politik uang yang selama ini bisik-bisik terdengar namun sulit dibuktikan. Akan tetapi mencegahnya adalah lebih baik.

“Semua ini mudah untuk dituliskan, namun tentu membutuhkan komitmen bersama untuk menjalankannya, bukan?” pungkasnya tentang kemandirian biaya Muktamar NU Persiapan Muktamar sudah digaungkan sejak awal 2020, termasuk perencanaan pembiayaan yang diharapkan berasal dari gerakan Koin Muktamar.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, pernah menyampaikan bahwa Muktamar itu dari NU, oleh NU, dan untuk NU.
Sementara, semangat Koin NU bermula dari Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, yang diinisiasi oleh Ketua PCNU Sukabumi, Almarhum Buya Abdul Basith.

Buya Basith, dalam buku Membumikan Sedekah, mengajarkan warga Desa Nanggerang untuk menyisihkan 2,5 persen per hari dari penghasilan satu keluarga yaitu rata-rata Rp500. Semangat Rp500, membuat NU Care-LAZISNU Sukabumi mampu membangun Klinik ZIS, pengadaan mobil ambulans, pengobatan gratis, penerangan jalan dan rumah ibadah, perawatan jenazah gratis, serta membangun peternakan kambing untuk warga.

Koin NU Sukabumi kemudian dikembangkan oleh NU Care-LAZISNU Kabupaten Sragen, di bawah arahan Ketua PCNU Sragen, KH Ma’ruf Islamuddin, dengan Gerakan Koin Nusantara menuju NU Mandiri. PCNU Sragen, melalui gerakannya itu mampu menghimpun dana Rp600.000.000,- per bulan, yang kemudian dikelola untuk pembangunan gedung MWC NU, jasa travel NU Trans, program bedah rumah dhuafa, pembangunan rumah sakit NU Sidowaras, dan program keumatan lainnya.

Dari kesuksesan itulah, Sragen menjadi tuan rumah Rakornas NU Care-LAZISNU tahun 2017, yang mengambil tajuk Arus Baru Kemandirian Ekonomi NU. Program Koin NU makin massif, dan pada tahun 2018 digelarlah Kirab Koin NU Raksasa dari Banten sampai Banyuwangi. Selama empat bulan (Maret-Juni 2018), Kirab Koin NU berhasil menghimpun dana lebih dari 1,8 miliar rupiah.

Kesuksesan Sragen dan Sukabumi dalam penggalangan Koin NU, lalu diikuti kabupatan lain di antaranya Sidoarjo Jawa Timur; Pringsewu Lampung; Cilacap dan Temanggung di Jawa Tengah, Bandung dan Indramayu di Jawa Barat, dan PCNU lainnya. Hasil dari penggalangan Koin NU dimanfaatkan antara lain untuk pembangunan gedung NU, beasiswa santri, program kesehatan, dan permodalan usaha.

Khusus Muktamar telah lahir Gerakan Koin Muktamar, yang dimaksudkan untuk menggalang partisipasi Nahdliyin. Penggalangan Koin Muktamar juga dilakukan melalui laman nucare.id yakni Program Koin Muktamar Bangun Kemandirian NU. Diakses Selasa (6/10/2021), penggalangan telah mencapai Rp1.027.442.355. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/post/read/131795/gus-nadir-ingatkan-biaya-muktamar-nu-harus-dari-kemandirian-nahdliyin

Iklan.

You Might Also Like

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kemendagri : kinerja pendidikan Jatim tertinggi di Indonesia
Next Article PBNU-Jokowi bahas “prokes” Muktamar Ke-34 NU

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri
Nahdliyyin
WARGA NU DAN KUASA ALGORITMA
Kolom
Api Hanguskan Gudang Alas Tembakau di Pancoran Bondowoso
Sospol
Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Sepakat Perkuat Informasi Berkualitas untuk Masyarakat
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri

16/06/2026
Nahdliyyin

Menjelang Muktamar, Forum Aktivis NU Jatim Serukan Ulama Kembali Menjadi Penunjuk Arah Organisasi

15/06/2026
Nahdliyyin

Relawan 33 LPBI PCNU se-Jatim dilatih SIG Pemetaan Bencana

14/06/2026
Nahdliyyin

Lesbumi PBNU Adakan Muktamar Kebudayaan Indonesia di UNWAHA Jombang, 12-14 Juni 2026

12/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?