Kemendagri : kinerja pendidikan Jatim tertinggi di Indonesia

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi siswa-siswi SMA Khadijah, Wonokromo, Surabaya. (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) –
Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan kinerja terbaiknya dalam bidang pendidikan. Setelah berbagai prestasi tingkat nasional dan internasional yang diraih oleh para siswa maupun guru, kini kinerja pendidikan Jawa Timur dinilai yang tertinggi di Indonesia.

Penilaian itu dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam highlight Indeks Kinerja Urusan Pendidikan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang dilaksanakan oleh Kemendagri. Laporan yang dirilis pada bulan September 2021 tersebut menunjukkan bahwa indeks kinerja pendidikan Jawa Timur mencapai 4,2308 poin mengungguli 33 provinsi lain.

Grafis dari Highlight Kinerja Pendidikan oleh Kemendagri Tahun 2020. (*)

Kasubdit Evaluasi Kinerja Wilayah III Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Imelda, menjelaskan posisi Provinsi Jawa Timur dari 34 Provinsi seluruh Indonesia berada diatas rata-rata Indeks Kinerja Urusan Pendidikan secara nasional.

“Hal ini perlu dipertahankan oleh Gubernur melalui perangkat daerah terkait untuk memastikan kinerja pelayanan dasar di bidang pendidikan dapat terlaksana berdasarkan Standar Pelayanan Minimal yang telah ditetapkan oleh ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” papar Imelda.

Terhadap capaian dimaksud, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukurnya karena berbagai program di bidang pendidikan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama ini berbuah apresiasi yang membanggakan.

“Kita patut bersyukur karena berbagai ikhtiar yang kita lakukan untuk memberikan pelayanan pendidikan dan kualitas yang terbaik untuk masyarakat Jawa Timur menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Sebagai Gubernur, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak baik jajaran Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota maupun masyarakat yang telah bekerja keras untuk menjaga marwah pendidikan di Jawa Timur, para pelajar, tenaga pendidik dan kependidikan, apalagi pendidikan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak selama masa pandemi Covid-19 seperti saat ini,” ujar Gubernur Khofiah.

Selanjutnya, Gubernur Khofifah juga menyampaikan kinerja pendidikan Jawa Timur yang diapresiasi oleh Kemendagri merupakan buah dari kebijakan “Jatim Cerdas” yang merupakan bagian dari “Nawa Bhakti Satya” sebagai program Pemprov Jawa Timur.

“Alhamdulillah, berbagai program dari Jatim Cerdas yang diikuti dengan alokasi anggaran yang memadai serta inovasi-inovasi dalam bidang pendidikan telah terbukti mampu memacu prestasi pendidikan Jawa Timur. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh insan pendidikan di Jawa Timur terutama kepada pada kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa yang selama ini berkolaborasi untuk memajukan pendidikan di Jawa Timur”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Wahid Wahyudi menegaskan bahwa indeks kinerja pendidikan Jawa Timur bisa meraih nilai tertinggi di Indonesia berkat komitmen Pemerintah Daerah dalam merencanakan dan menganggarkan serta membuat skala prioritas dalam bidang Pendidikan dengan memperhatikan visi misi yang dituangkan ke dalam dokumen perencanaan, baik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang sejalan dengan prioritas pembangunan nasional dalam pengembangan sumberdaya manusia.

Capaian kinerja pendidikan Jawa Timur ini makin melengkapi berbagai prestasi yang telah diraih Jawa Timur selama ini. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya Jawa Timur menduduki peringkat tertinggi di Indonesia yang siswa-siswinya diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), baik melalui mekanisme Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), baik dari jalur reguler maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Tahun 2021.

Berdasarkan data dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), pada tahun 2021, siswa Jawa Timur yang diterima di PTN melalui jalur SNMPTN sebanyak 16.998 siswa, naik dibanding tahun 2020 sebanyak 13.803 dan 13,737 siswa pada tahun 2019. Peringkat Jawa Timur ini kemudian disusul oleh Jawa Barat dengan 10.715 siswa dan Jawa Tengah dengan 8.100 siswa.

Demikian pula pada jalur SBMPTN, Jawa Timur juga tertinggi di Indonesia. Berdasarkan keterangan resmi LTMPT, 84.942 peserta yang dinyatakan lulus SBMPTN 2021. Dari jumlah itu ada sebanyak 61.067 peserta ujian dari KIP Kuliah dan sebanyak 31.568 peserta merupakan siswa asal Jawa Timur, disusul kemudian Jawa Tengah sebanyak 28.186 peserta, Jawa Barat sebanyak 22.258 peserta, Sumatera Barat 16.606 peserta dan Sumatera Utara 16.483.

Demikian pula dengan jalur reguler, siswa asal Jatim juga kembali menduduki posisi pertama diantara provinsi lainnya, dengan jumlah sebanyak 25.232 siswa yang diterima di jalur SBMPTN, disusul provinsi Jawa Barat sebanyak 18.899, Jawa Tengah sebanyak 16.104 , Sumatera Utara sebabyak 14.321 dan DKI Jakarta 9.526 siswa.

Berbagai prestasi nasional dan internasional yang membanggakan juga diukir oleh para guru Jawa Timur. Salah satunya adalah pada tahun 2021, guru-guru di Jawa Timur menunjukkan antusiasmenya yang sangat tinggi untuk meningkatkan kemampuannya dalam menerapkan pembelajaran berbasis TIK.

Terbukti, tahun ini Provinsi Jawa Timur menjadi Provinsi dengan peserta terbanyak secara nasional dalam Program Pem-baTIK 2021 yang merupakan merupakan program Peningkatan Kompetensi TIK guru yang mengacu pada kerangka kerja peningkatan kompetensi TIK Guru UNESCO.

Pada Program Pelatihan PembaTIK Tahun 2021, peserta dari Jawa Timur sebanyak 14.309 orang, tertinggi di Indonesia, disusul kemudian dari Jawa Barat dengan 12.024 peserta dan DKI Jakarta dengan 9.510 peserta. (*/hmn)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *