Maulid – Kisah orang tidak bisa berdiri setahun karena membid’ahkan Maulid Nabi

Bagikan yuk..!

Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al Maliki bercerita :
Bahwasannya ayah beliau, Sayyid Abbas Al Maliki, memberikan kabar kepadanya bahwa sesungguhnya ayah Sayyid Abbas Al Maliki sedang berada di Baitul Maqdis untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi.

Pada saat Malam Ied Milad An Nabawi itu dibawakan Maulid Barzanji dan saat itu ayahnya melihat seorang laki-laki tua yang berdiri dari awal pembacaan Maulid sampai selesai dengan penuh khidmat dan adab.

Kemudian ayahnya (Sayyid Abbas Al Maliki) bertanya kepadanya tentang hal yang dilakukannya yakni berdiri saat mulai pembacaan maulid sampai selesai padahal usianya sudah sangat tua. Maka laki laki tua itu bercerita…

“Dahulu, aku tidak mau berdiri pada peringatan Maulid Nabi, sebab aku mempunyai keyakinan bahwa peringatan itu adalah bid’ah sayyiah (bid’ah yang jelek)”.

“Dan, suatu malam, aku bermimpi sedang bersama kelompok manusia yang bersiap-siap berdiri untuk menyambut kedatangan Nabi Muhammad. Pada saat wajahnya yang bagaikan bulan purnama itu muncul, maka semua berdiri menyambutnya, namun hanya aku seorang saja yang tidak mampu berdiri menyambut kedatangan Rosululloh”.

“Maka Rosululloh Shollallohu Alaihi Wassalam berkata padanya ‘Engkau tidak akan dapat berdiri’..”

Saat laki-laki itu bangun dari tidurnya, maka ia dalam keadaan duduk dan tidak dapat berdiri. Hal itu dialaminya selama satu tahun lamanya, kemudian laki-laki itu bernadzar jika ia dapat berdiri, maka ia akan selalu berdiri dari mulai pembacaan Maulid sampai pembacaan Maulid pun selesai.

Qodarulloh…, Allah Ta’alla menyembuhkannya dan sampai saat ini laki-laki itu selalu berdiri saat dibacakan Maulid Nabi sampai selesai untuk memenuhi nadzarnya, sebagai bentuk pengagungan kepada Rosululloh Shollallohu Alaihi Wassalam.

*) Sumber: Kitab Al Hadyuttam Fii Mawaaridil Maulidinnawiyyi Wamaa I’itiida Fihii Minal Qiyyaam 50 – 51, Sayyid Muhammad Ali Bin Hussein Al Malik.

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *