By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Fahrur dan Ansor Jatim imbau waspadai intervensi dan polarisasi jelang Muktamar NU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Fahrur dan Ansor Jatim imbau waspadai intervensi dan polarisasi jelang Muktamar NU
Nahdliyyin

Gus Fahrur dan Ansor Jatim imbau waspadai intervensi dan polarisasi jelang Muktamar NU

28/11/2021 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Wakil Ketua PWNU Jatim Dr H. Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) dan Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Gus Syafiq Syauqi mengimbau kader-kader NU untuk mewaspadai intervensi dan polarisasi menjelang Muktamar ke-34 NU.

Solusi yang ditawarkan keduanya adalah mengembalikan dinamika muktamar kepada:

  1. AD/ART dan AHWA
  2. musyawarah Rais Aam dan Ketua Umum PBNU, bukan pihak lain
  3. mengembalikan muktamar sebagai forum ulama, bukan forum publik, terlebih di era media sosial.

“Sejak lama warga jam’yah NU terkenal sangat dewasa dan mampu mengelola perbedaan, mereka memiliki tradisi mengakhiri gegeran (pertikaian) menjadi ger-geran (senda gurau),” kata Gus Fahrur yang juga pengasuh Pesantren An-Nur 1, Bululawang, Malang itu.

Menurut dia, dinamika pra muktamar NU ke 34 di Lampung saat ini tidak seramai kemelut di tiga muktamar sebelumnya, yakni Solo 2004, Makassar 2010 dan Jombang 2015. “Saya sudah ikut hadir di ketiga muktamar tersebut , sehingga dapat membandingkan suasana ketika itu dan fakta hari ini agar pikiran lebih adem dan tidak menjadi kagetan,” katanya.

Dugaan intervensi dari pihak eksternal hampir muncul dalam setiap muktamar sejak menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama ke-31 di Boyolali, Jawa Tengah 28 November – 2 Desember 2004. NU dari sisi massa mungkin menarik secara politis.

“Satu bulan sebelum muktamar digelar mulai bermunculan perang wacana antara pendukung KH Hasyim Muzadi dan kelompok yang menolak yang dimotori KH. Abdurrahman Wahid hingga muncul wacana NU Kembar yang mengingatkan NU Tandingan oleh Abu Hasan dalam Muktamar Cipasung, Jabar (1994), namun akhirnya bisa mereda,” katanya.

Kesan intervensi dari pihak eksternal yang mungkin dipicu faktor politis juga muncul pada Muktamar NU Makassar 2010 yang diungkapkan mantan Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlowi.

“Muktamar kali ini tidak ubahnya seperti Muktamar Cipasung. Yaitu sangat kuat intervensi pihak luar untuk mengacak-acak organisasi NU. Ada tim sukses pilkada dari bupati yang titip pesan gubernur untuk mendukung calon tertentu, sehingga kubu Hasyim Muzadi pun kalah,” kata Masduki Baidlawi dikutip Gus Fahrur, sebagaimana dilansir DetikNews (24/3/2010).

Kesan intervensi paling ramai terjadi pada Muktamar NU ke 33 di Jombang yang ditandai masuknya oknum parpol sehingga diwarnai keributan tarik menarik pasal penetapan AHWA, yang membuat KH Mustafa Bisri (Gus Mus) selaku rois Am sampai menangis di sidang pleno untuk menenangkan muktamirin. Tak hanya menangis, bahkan Gus Mus sampai menyatakan siap mencium kaki muktamirin demi untuk menenangkan suasana, sehingga muktamar berlanjut tanpa gaduh lagi, meski PCNU se-Jatim sempat menggagas gugatan keabsahan.

“Melihat dinamika tiga muktamar sebelumnya, pra Muktamar ke-34 NU Lampung saat ini sebenarnya masih jauh lebih kondusif. Mekanisme AHWA sudah lebih dari cukup, jadi kembalikan semuanya kepada AD ART yang sudah mapan, kemudian Rais Am dan Ketum PBNU dapat duduk bersama berunding tanpa perlu mengundang pihak lain,” kata Gus Fahrur.

Ansor Jatim

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jatim Gus Syafiq Syauqi, juga mengimbau agar semua pihak untuk menjauhi narasi pertikaian di muka publik, agar tidak terjadi polarisasi yang justru
tidak produktif dan mendelegitimasi kesakralan NU.

“Muktamar NU adalah Forum tertinggi Ulama NU, ini forumnya ulama bukan forum publik, terlebih di era media sosial media seperti saat ini adalah menjadi kontraproduktif, bahkan meruntuhkan marwah besar NU jika semua hal terkait perbedaan sikap selalu diamplifikasi di ruang publik,” ujarnya.

Ia meminta kepada siapapun untuk menahan diri dari perilaku dan gerakan narsis yang bertujuan mempengaruhi opini publik. “Muktamar bukan domain publik, jadi jangan lakukan dan jangan samakan cara gerak tim pemenangan dengan kontestasi pemilu. Naif dan sangat disayangkan, seolah menyeret publik dalam skenario untuk melakukan polarisasi di tubuh NU, hati-hati”.

Ia minta untuk tetap satu komando, bahwa forum muktamar adalah forum ulama, bukan forumnya Ansor, apalagi parpol. “Nu harus diatas semuanya, jangan karena kepentingan pemenangan tapi justru NU-nya yang dikorbankan. Itu sudahi cara main yang tidak mendidik dan jauh dari akhlaq santri,” tandasnya.
(*/radar96/ansorjatim)

Iklan.

You Might Also Like

PWNU Jatim Tugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz jadi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031

Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”

Lengkapi Istighotsah Kubro dengan Aksi Sosial Santuni 84 Anak Yatim

Ketua PCNU Sidoarjo Ingatkan Amanah dan Niat Pengabdian di NU

KH Yusuf Hasyim Penuhi Syarat sebagai Pahlawan Nasional

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Jatim terima dua “BKN Award 2021” dari BKN RI
Next Article Tutup Muswil ke-10 DPW PPNI Jatim, Gubernur Khofifah: Vaksinasi Dosis Pertama Jatim Tembus 70,12 persen

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Luruskan Video Viral MBG, Kepala MTsN 4 Bondowoso: Kronologi Sebenarnya Berbeda
Sospol
PWNU Jatim Tugaskan KH Abdul Hakim Mahfudz jadi calon Ketua Umum PBNU 2026-2031
Nahdliyyin
Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS
Sospol
Universitas Bondowoso Tantang Mahasiswa KKN Jadi Agen Transformasi Desa Berbasis Digital
Uncategorized

You Might also Like

Nahdliyyin

Gus Afif Pimpin Silaturahmi PKB ke PCNU, Perkuat Hubungan dan Perjuangkan Aspirasi Umat

14/07/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar ke-35, Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Diskusikan NU Abad Kedua

12/07/2026
Nahdliyyin

Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian

11/07/2026
Nahdliyyin

Mengembalikan Muktamar NU ke-35 kepada Maslahat, Bukan Kontestasi

11/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?