By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin

PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”

01/06/2026 Nahdliyyin
SHARE

Pasuruan, radar96.com –
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Satuan Anti Kekerasan (Saka) Pesantren kembali menguatkan upaya perlindungan santri melalui roadshow Gerakan Nasional “Pesantrenku Aman Ramah Anak” ke empat provinsi.

Roadshow perdana digelar di Pondok Pesantren Al Yasini, Pasuruan, Jawa Timur, 1–2 Juni 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang sosialisasi, tetapi juga konsolidasi para pengasuh pesantren serta pelatihan bagi ustaz, ustazah, musyrif, musyrifah, dan santri.

Para peserta akan mengikuti pelatihan tarbiyah jinsiyah (pendidikan seksual), literasi media, serta penguatan pola pengasuhan berbasis perlindungan anak. Selain itu, akan digelar Halaqah Pengasuh Pesantren yang mempertemukan para kiai, pengasuh, dan narasumber ahli untuk membahas penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan pesantren.

Ketua Saka Pesantren PBNU, Alissa Wahid, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak yang diluncurkan di Pesantren Darul Mughni, Bogor, Jawa Barat pada 18 Mei 2026.

“Gerakan ini hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak dalam memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren. Sekaligus menegaskan bahwa pesantren merupakan ruang yang aman, ramah, dan mendidik bagi seluruh santri,” ujarnya.

Menurut Alissa, gerakan ini diharapkan mampu membantu pesantren membangun mekanisme internal yang efektif untuk deteksi dini, penanganan, dan pelaporan kasus kekerasan, sekaligus memperkuat peran pengasuh sebagai pendidik dan pelindung yang memiliki perspektif perlindungan anak.

Selain di Jawa Timur, roadshow juga akan dilaksanakan di Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Di setiap titik kegiatan, panitia menargetkan keterlibatan sekitar 4.400 peserta yang berasal dari pesantren tuan rumah maupun pesantren di wilayah sekitarnya.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU, KH Hodri Arief, menambahkan bahwa roadshow ini sekaligus menjadi forum konsolidasi para pemangku kepentingan pesantren untuk memperkuat komitmen perlindungan santri.

“Karena itu, selain pelatihan, kami juga menyelenggarakan Halaqah Pengasuh Pesantren. Forum ini mempertemukan para pengasuh, kiai, dan narasumber ahli untuk merumuskan kebijakan perlindungan anak yang sesuai dengan nilai-nilai pesantren,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pembacaan 9 Aksi Pesantren Aman, deklarasi bersama, serta penandatanganan komitmen untuk mewujudkan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, bermartabat, dan ramah anak.

Pasca-roadshow, RMI PBNU menargetkan penguatan implementasi gerakan melalui adopsi pakta integritas oleh 1.000 pesantren anggota RMI, penyusunan dashboard monitoring pelaksanaan program, serta menjadikan kampanye Pesantrenku Aman sebagai agenda tahunan menjelang Hari Santri.

“Gerakan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan pesantren tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi santri dalam menuntut ilmu dan membangun masa depannya,” kata Hodri.

Saka Pesantren merupakan tim khusus yang diinisiasi PBNU sejak 2024 sebagai strategi komprehensif dalam pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan pesantren. Lembaga ad hoc yang sebelumnya bernama Satgas Pesantren ini telah menangani berbagai pengaduan, melakukan pendampingan korban, menyusun Buku Standar Pesantren, serta menyelenggarakan halaqah dan pelatihan di berbagai pesantren di Indonesia. RMI PBNU menjadi pelaksana dan fasilitator utama dalam implementasi lapangan gerakan ini.

Data Pesantren

Data Kementerian Agama tahun 2025 mencatat jumlah pondok pesantren di Indonesia mencapai sekitar 42.433 pesantren aktif.

Dengan perkiraan sebaran, yakni ±31.800 pesantren berkarakter NU/Aswaja (struktural maupun kultural).

Selanjutnya, ± 444 pesantren Muhammadiyah,
± 4.000 salafi/wahabi, ±700 afiliasi lain seperti LDII, Persis, Al-Irsyad, dan lainnya, dan- sisanya independen/non afiliasi jelas.

Sebaran pesantren terbesar berada di Jawa Barat ±13 ribu pesantren, Jawa Timur ±7 ribu, Banten ±6,7 ribu, dan Jawa Tengah ±5,2 ribu.

Jumlah santri nasional diperkirakan mencapai hampir 10–12 juta santri dari sistem pesantren tradisional maupun modern, yang mayoritas hidup damai, mengajarkan agama, menjaga moral masyarakat, mendidik akhlak, ikut menjaga NKRI,
dan melahirkan banyak ulama serta tokoh bangsa.
(*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

KH Yusuf Hasyim Penuhi Syarat sebagai Pahlawan Nasional

Gus Afif Pimpin Silaturahmi PKB ke PCNU, Perkuat Hubungan dan Perjuangkan Aspirasi Umat

Jelang Muktamar ke-35, Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Diskusikan NU Abad Kedua

Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian

Mengembalikan Muktamar NU ke-35 kepada Maslahat, Bukan Kontestasi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Next Article OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Negara Wajib Melindungi Rakyatnya
Kolom
Obituary John L. Esposito: Sang Pembela Wajah Moderat Islam di tengah Islamophobia
Kolom
Muktamar NU Harus Menjadi Ruang Adu Gagasan, Bukan Adu Bohir
Sospol
PDUF dan LPP MUI Jatim Matangkan Kolaborasi Pengembangan Dana Abadi Pesantren
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya

08/07/2026
Nahdliyyin

Menag Nasaruddin Umar dan KH Imam Jazuli Bertemu Jelang Muktamar ke-35

06/07/2026
Nahdliyyin

PCNU Surabaya turba ke MWCNU Mulyorejo yang rantingnya miliki Mobil Ambulans

06/07/2026
Nahdliyyin

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

29/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?