Surabaya, radar96.com – Sebanyak 603 siswa mengikuti seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU se-Jatim yang merupakan sekitar 10 persen siswa dari 5.842 siswa peminat yang lolos berkas.
“Seleksi hari ini yang diikuti 603 siswa itu untuk 10 PTN. Ada satu PTN yang sudah melaksanakan seleksi pada minggu lalu yakni UTM. Bagi mereka yang tidak lolos masih ada PTNU yang bisa menjadi solusi yakni Unisma, Unusa, dan sebagainya,” kata Ketua Tim PPSDM PWNU Jatim Prof Masykuri Bakri saat membuka seleksi beasiswa itu di Kantor PWNU Jatim, Minggu.

Ke-603 siswa itu tercatat siswa yang memilih Unesa sebanyak 457 siswa, UINSA (46 siswa), UPN (18), ITS (14), UB (10), Polinema (3), UIN Kediri (8), UIN KHAS (6), UTM (8), Unair (7), dan Unisma (3).
“Semuanya mengikuti seleksi prestasi dari Tim PWNU Jatim yang meliputi kemampuan baca kitab, MTQ, dan tahfidz (hafalan Al-Qur’an). Dari 603 siswa itu ada 344 siswa dengan prestasi baca kitab, 175 siswa dengan prestasi tahfidz, dan 19 siswa dengan prestasi MTQ,” katanya.

Di hadapan ratusan peserta seleksi beasiswa PWNU Jatim itu, Prof Maskuri Bakri yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim itu menjelaskan program beasiswa PWNU Jatim itu merupakan program strategis untuk mencetak Generasi Emas 2045 yang berakhlak/karakter.
“Program strategis ini tidak dipungut sama sekali, karena PWNU Jatim memang benar-benar ingin bantu generasi muda NU untuk menjadi kader yang berpendidikan tapi plus karakter yang kuat dari sisi turots (baca kitab), tahfidz, atau MTQ, sehingga NU ke depan akan memiliki kader-kader yang tangguh dari universitas berkualitas,” katanya.
Oleh karena itu, katanya, bila ada oknum yang menjanjikan “jalan tol” dengan mengatasnamakan PWNU atau PTN yang dituju agar melapor ke Tim PPSDM PWNU Jatim, karena PWNU memastikan tidak ada pungutan liar. “Tahun-tahun sebelumnya, kami sudah memberikan sanksi kepada oknum yang tidak bertanggungjawab itu,” katanya.
Ia berharap penerima beasiswa PWNU Jatim 2026 akan menjadi duta-duta NU yang bisa mengibarkan bendera NU di luar NU dan bahkan bila ada yang melanjutkan studi ke universitas di luar negeri.
“Kami rindu dengan generasi NU kedepan yang berkualitas di segala bidang, kreatif, produktif, dan plus karakter tadi, sehingga tidak hanya memiliki kemampuan kompetitif, tapi kemampuan komparatif dari aspek karakter,” katanya.
Selain menjadi “duta” di luar NU, ia berharap para siswa juga mengikuti program pembinaan kader yang diadakan PWNU Jatim dalam setahun sekali. “Tahun lalu, kami sudah memiliki seribu kader Aswaja pada sejumlah PTN/PTNU, bahkan ada yang aktif di lembaga-lembaga binaan PWNU Jatim.
Sementara itu, mantan peserta beasiswa PWNU Jatim 2019, Ainur Roziqin mengaku bangga mendapatkan beasiswa dari PWNU Jatim, karena dirinya benar-benar bisa kuliah secara gratis, kecuali pembayaran resmi di kampus, sehingga termotivasi untuk cepat lulus.
“Saya juga termotivasi bisa mendapatkan pembelajaran kepemimpinan dari PWNU, sehingga apa yang saya capai di kampus dan PWNU juga bisa menjadi motivasi buat adik-adik,” kata qori’ yang sempat diapresiasi Presiden Prabowo pada Mujahadah Kubro di Malang (8/2/2026). (*/pwnu)

