By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Islam Nusantara hadir sebelum Amerika lahir
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > Islam Nusantara hadir sebelum Amerika lahir
Kolom

Islam Nusantara hadir sebelum Amerika lahir

18/01/2022 Kolom
Cover Buku "Menelusuri Jejak Islam Nusantara" (Penerbit Deepublish)
SHARE

Oleh Ayik Heriansyah *)

Setelah membaca artikel yang berjudul “Strategi Global Penghancuran Ajaran Islam di Indonesia Melalui Islam Nusantara”, mau ketawa rasanya. Judulnya bombastis, tapi isinya maksa.

Artikel yang diatasnamakan seorang Irjend Pol ini, bau HTI dan FPI-nya sangat menyengat. Saya ragu, kalau itu tulisan dari seorang Irjend.

Artikel tersebut di alinea pertama sudah salah konteks. Penulisnya mengutip artikel Daniel Pipes (2004) berjudul: “Rand Corporation and Fixing Islam”.

Dalam tulisannya, Daniel Pipes mengutip buku kecil yang berjudul Cheryl Benard: Civil Democratic Islam: Partners, Resources, and Strategies.
Cheryl Benard sama sekali tidak membahas Islam Nusantara. Dia membahas Taliban, Islam di Turki, Libya, dan Arab Saudi :
“[The RAND Corporation and] Fixing Islam :: Daniel Pipes” https://www.danielpipes.org/1704/the-rand-corporation-and-fixing-islam.

Kelanjutan dari narasi tersebut, Rand Corporation sebuah lembaga pengkajian kebijakan publik di Amerika pada tahun 2007, telah meliris sebuah Brief Review yang berjudul :
“RAND Proposes Blueprint for Building Moderate Muslim Networks | RAND” https://www.rand.org/pubs/research_briefs/RB9251.html.

Brief review yang berisi saran dan rekomendasi kepada pemerintah Amerika tentang bagaimana berhubungan dengan umat Islam.

Rilis dari Rand Corp itu juga menjadi referensi kelompok radikal untuk menunjukkan bahwa ada konspirasi, agenda dan campur tangan serta sokongan dana Amerika di balik gerakan moderasi beragama.

Tanpa tedeng aling-aling telunjuk kelompok radikal mengarah kepada konsep Islam Nusantara sebagai konsep ciptaan Amerika.

Tudingan tersebut tudingan asal nguap, sebab Islam Nusantara artinya Islam di Nusantara. Islam yang dianut, diamalkan, dan dipraktikkan oleh penduduk di Nusantara sejak awal masuk dan tersebarnya Islam di Nusantara pada abad 12-14 M

Karena pembawa dan penyebar Islam di Nusantara menganut paham Asy’ariyah dalam teologi, Syafi’iyah dalam fiqih dan Ghazaliyah dalam tasawuf, mendominasi corak keislaman di Nusantara sampai masuk abad 20.

Asy’ariyah, Syafi’iyah, dan Ghazaliyah diakui berhasil menjembatani, menengahi dan memoderatisasi pemikiran-pemikiran ekstrem di bidang teologi, fiqih dan tasawuf. Hal ini yang membawa corak keislaman di Nusantara cenderung moderat.

Islam Nusantara sudah moderat berabad-abad sebelum Rand Corp menerbitkan brief review. Moderatisasi Islam di Nusantara sudah terjadi sebelum negara Amerika berdiri pada tahun 1776.

Jadi, bagaimana mungkin Islam Nusantara dapat disebut konsep buatan Amerika guna menghancurkan Islam dari dalam?!.

Tudingan bahwa Islam Nusantara buatan Amerika, sangat tendensius. Tudingan itu ingin menanam kebencian kepada pembawa konsep tersebut, dan ingin mengadu domba sesama umat Islam, sehingga umat Islam terpecah belah.

Tanpa brief review dari Rand Corp pun, gerakan moderasi beragama menjadi keharusan di tengah merebaknya paham-paham ekstrim dan radikal.

Tarik menarik antar paham tersebut menyebabkan ketegangan yang dapat menimbulkan krisis kehidupan beragama yang berpotensi menciptakan konflik horizontal.

Ketegangan, perpecahan, krisis dan konflik sosial membawa kemudlaratan bagi semua orang. Oleh karena itu, harus dicegah.

Moderasi beragama salah satu strategi mencegah hal tersebut. Mencegah terjadinya kemudlaratan bagian dari kewajiban umat Islam, yaitu kewajiban nahi mungkar. (*)

*) Penulis adalah Pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat

Iklan.

You Might Also Like

Merayakan Al-Qur’an, Menghidupkannya

Menembus Batas, Merekat Umat Tujuh Tahun Terase NU NEWS Mewarnai Ruang Digital

Wajah Digital NU di Muktamar Tambakberas 2026

Ketika Medsos Gaduh, Akar Rumput Tetap Teduh

Dari Hutan untuk Peradaban: Ketika Kepemimpinan Khofifah Mengubah Kelestarian Menjadi Kesejahteraan

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Dosen Unisma temukan alat deteksi dini bencana
Next Article Gubernur Khofifah dukung IAIN Madura jadi UIN

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Unusa Gandeng 2 Kampus Kesehatan di Malaysia Perkuat Teknologi Laboratorium Patologi Anatomi
Sospol
KHR Achmad Azaim Kukuhkan Pengurus Ijtihad Rayon IKSASS Bondowoso saat Maulid Nabi
Sospol
Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi
Ekraf
Dzurriyah Hasan Gipo: Kiai Miftah-Gus Kikin jadi Paket Ideal Awali Abad Kedua NU
Uncategorized

You Might also Like

Kolom

Jangan Biarkan Muktamar Pindah dari Tambakberas ke Media Sosial

01/09/2026
Kolom

Ketika Sampah Berubah Menjadi Energi Peradaban: Khofifah dan Arsitektur Jawa Timur ASRI, Inovatif, dan Berkelanjutan

01/09/2026
Kolom

Membaca Tiga Spektrum KepemimpinanKiai Miftah–Gus Yahya, Refleksi Kiai Sahal Mahfudz–Gus Dur, dan Warisan Diplomasi Peradaban Abah Hasyim Muzadi

01/09/2026
Kolom

PBNU Sebagai Rumah Besar Talenta Kader

31/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?