By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah terus dorong UKM Jatim tembus Pasar Global lewat Desa Devisa
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Gubernur Khofifah terus dorong UKM Jatim tembus Pasar Global lewat Desa Devisa
Ekraf

Gubernur Khofifah terus dorong UKM Jatim tembus Pasar Global lewat Desa Devisa

18/02/2022 Ekraf
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke UD Bambu Murni, Desa Ringinagung, Kabupaten Magetan, Jum'at (18/2). Gubernur Khofifah terus mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) Jatim menembus pasar global. (*/hmn)
SHARE

Magetan (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) Jatim untuk bisa menembus pasar global melalui program desa devisa yang diinisiasi oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

“Program ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena UMKM Jawa Timur memiliki peluang yang besar untuk berpartisipasi dalam perdagangan internasional dan Global Value Chain (GVC),” ungkap Khofifah saat berkunjung ke UD Bambu Murni, Desa Ringinagung, Kabupaten Magetan, Jum’at (18/2).

Khofifah mengatakan, seluruh kepala daerah harus mampu mengidentifikasi dan menyisir potensi daerah yang bisa masuk pasar ekspor. Setelahnya, pemerintah daerah bisa fokus pada pemenuhan aspek kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi, memperhatikan keunggulan produk, dan mempersiapkan produk agar sesuai dengan tuntutan pasar domestik maupun global.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke UD Bambu Murni, Desa Ringinagung, Kabupaten Magetan, Jum’at (18/2). Gubernur Khofifah terus mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) Jatim menembus pasar global. (*/hmn)

Khofifah mengatakan bahwa Jawa Timur mendapatkan kuota sebanyak 15 desa dari LPEI untuk menjadi desa devisa. Mengingat potensi Jawa Timur sangat besar, maka ia mengusulkan kepada LPEI untuk menambah kuota menjadi 20 desa devisa.

“Sementara kita identifikasi mana yang kemungkinan bisa mendapatkan persetujuan untuk dijadikan Desa Devisa dalam prioritas bulan-bulan ini, sehingga kenapa di setiap kunjungan saya mencoba untuk melakukan identifikasi dan assesment,” imbuhnya.

“Semakin banyak yang berhasil kita identifikasi, maka semakin besar pula peluang yang bisa kita ambil,” tambah Khofifah.

Kepada Bupati Magetan Suprawoto, Gubernur Khofifah berpesan agar segera mengidentifikasi produk-produk unggulan di kabupaten khususnya kopi jenis Liberica yang terletak di lereng Gunung Lawu . Menurutnya, Kabupaten Magetan memiliki dua produk unggulan potensial yang bisa diusulkan desa devisa.

Khofifah mencontohkan, produk yang dihasilkan IKM Bambu Murni Desa Ringinagung dan Kopi Gunung Lawu jenis Liberica. Kedua potensi tersebut bisa disiapkan untuk bisa dilakukan assessment oleh LPEI. Apalagi, kata dia, potensi komoditas kopi dan marketnya cukup besar di dunia.

“Beberapa hari yang lalu saya ke Madiun, kita menemukan kopi jenis excelsa dari lereng Gunung Wilis. Di Kabupaten Magetan ini selain pengrajin anyaman bambu ada potensi besar yaitu kopi dari lereng gunung Lawu yang langka di dunia. Karena ada komoditas yang sangat terbatas yang itu bisa dihasilkan Kopi Lereng Gunung Lawu jenis Liberica,” pujinya.

“Kalau kemarin di Lereng Gunung Wilis jenis kopinya excelsa yang juga sangat terbatas produksinya di dunia hanya 7 persen, sedangkan Kopi Liberica Lereng Gunung Lawu ini lebih terbatas lagi produksinya,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke UD Bambu Murni, Gubernur Khofifah juga melakukan dialog dengan para pengrajin. IKM Kerajinan Bambu tersebut berdiri sejak tahun 1980-an, dengan jumlah pekerja sebanyak 15 orang.

Hasil kerajinan anyaman yang diproduksi pun berbagai macam dari bambu jenis apus dan hitam. Diantaranya keranjang buah, keranjang susun, tempat lampu, bakul nasi, dan sebagainya. Produk-produk tersebut dikirimkan ke daerah-daerah yang ada di Jatim, Jateng, serta DIY.

Turut mendampingi Bupati Magetan Suprawoto, Forkopimda Kab. Magetan, dan beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim dan Pemkab Magetan.
(*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta

Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi

Road Map Pesantren Tangguh Bencana Dimulai dari Malang

Produk OPOP Perluas Jejaring Usaha dalam Misi Dagang Jatim-Riau

Teh Tarik, Langkah Nyata Pesantren Al Jauhar Bangun Basis Ekonomi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ritual Maut Tunggal Jati Nusantara, MUI Jatim Minta Pemerintah Tegas
Next Article PWNU Jatim Bertekad Perkuat Ekonomi dan Pendidikan, Asosiasi BMT-NU Dikukuhkan Gus Yahya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Perkuat Sinergi Pengembangan Dana Umat, Komisi PDUF Ajak Dua Rekanan ke Pesantren Tambakberas
Sospol
Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta
Ekraf
Dewan Pendidikan Bondowoso Desak Percepatan Pembenahan Tata Kelola Pendidikan
Sospol
KKN 2026 di Kecamatan Tlogosari, UNIBO Fokus Perkuat Digitalisasi Desa
Sospol

You Might also Like

Ekraf

BSI dan LAZISNU Jatim Perkuat Gerakan Koin NU Lewat QRIS

03/07/2026
Ekraf

Peternakan Ayam Kampung Pesantren Al Fatah Tembus Ratusan Ekor

02/07/2026
Ekraf

Lima Koppontren Tembus Final Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat Jawa Timur

01/07/2026
Ekraf

Akademisi Universitas At-Taqwa Bondowoso: Pertanian Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional

30/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?