Pamekasan (Radar96.com) – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur refleksikan Harlah IPNU ke-68 di Pamekasan, bertajuk Silaturahim dan Konsolidasi Pimpinan Cabang IPNU se-Korda Madura, Rabu (23/02/22). Kegiatan itu dihadiri oleh Ketua PW IPNU Jatim, Fahrul Irfan Syah dan jajarannya, Ketua PC IPNU se-Korda Madura, Majelis Alumni IPNU dan PCNU Pamekasan.
Diketahui, IPNU lahir di Semarang pada tanggal 20 Jumadil Akhir 1373 H/ 24 Februari 1954, pada Konferensi Besar LP Ma’arif NU. Pendiri IPNU adalah M Shufyan Cholil (mahasiswa Universitas Gajah Mada), H Musthafa (Solo), dan Abdul Ghony Farida (Semarang). Ketua Umum pertama adalah M Tholchah Mansoer yang terpilih dalam Konferansi Segi Lima yang diselenggarakan di Solo pada 30 April – 1 Mei 1954 dengan melibatkan perwakilan dari Yogyakarta, Semarang, Solo, Jombang, dan Kediri.
M Fakrul Irfan Syah dalam sambutanya menyampaikan Harlah IPNU ke-68 kali ini menjadi momentum di mana IPNU harus mulai bergerak untuk menyambut potensi Indonesia emas dengan menjadikan organisasi next level.
“Bonus demografi adalah kesempatan kita, dengan 30% milenial dari keseluruhan penduduk ini menjadi tantangan IPNU terhadap dunia digital,” kata Fakhrul Irfan Syah.
Ia juga menegaskan bahwa IPNU next level adalah visi yang terpusat pada dua sudut pandang utama. Yaitu bagaimana IPNU melihat kedalaman organisasi dan kedua Jadalah seperti apa IPNU melihat yang terjadi di sekitarnya. Selanjutnya Irfan Syah menyampaikan bahwa IPNU Jawa Timur akan terus menguatkan 3 unsur keberhasilan dari IPNU, yaitu berupa penguatan aspek spirituality, aspek creativity dan terakhir aspek connectivity.
“Segmentasi inilah yang menunjukkan IPNU harus meluaskan jangkauan dan berkolaborasi dengan ekosistemnya untuk ketahanan organisasi pelajar NU,” ungkapnya.
Di penghujung acara serta bersamaan dengan momentum Harlah IPNU, Fahrul Irfan Syah mengucapkan selamat hari lahir IPNU, yang senantiasa bisa menempa diri sehingga kiprah kader dapat memberikan sumbangsih untuk bangsa. (*)



