Surabaya, radar96.com – Pesantren Digipreneur Al Yasmin Surabaya melakukan kunjungan silaturahmi ke Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Selasa (28/4). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat relasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi program strategis di bidang akademik maupun non-akademik.
Saat sowan, rombongan Pesantren Digipreneur Al Yasmin dipimpin langsung Founder Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Helmy M. Noor, disambut Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Fauzi, M.MT., IPU beserta jajaran.





Dalam kesempatan tersebut, Helmy memaparkan sejumlah program unggulan Pesantren Digipreneur Al Yasmin, diantaranya Pesantren Mahasiswi, Talenta Digital Santri, Majelis Dzikir & Sholawat, serta Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Yasmin. Program-program tersebut dirancang untuk mendorong penguatan kapasitas santri, mahasiswa, hingga masyarakat luas agar memiliki daya saing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Alhamdulillah hari ini, keluarga besar Pesantren Digipreneur Al Yasmin bersilaturahmi ke UPN Veteran Jatim. Kami disambut luar biasa oleh Pak Rektor. Kami diajak berkeliling untuk melihat bagaimana luar biasanya kampus UPN Veteran Jawa Timur ini. Kami mendapatkan banyak hal dari sini untuk mengembangkan program dan kebaikan untuk kemaslahatan umat, termasuk Al Yasmin,” ujar Helmy.
Ia menambahkan, kunjungan tersebut menjadi ruang belajar, sekaligus penjajakan sinergi antara pesantren dan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi dengan kampus berbasis teknologi seperti UPN “Veteran” Jawa Timur akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan program pemberdayaan santri dan generasi muda.
Sementara itu, Rektor UPN “Veteran” Jawa Timur Prof. Akhmad Fauzi menyampaikan apresiasi terhadap semangat Pesantren Digipreneur Al Yasmin dalam membangun jiwa kewirausahaan bagi santri, mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum.
Menurutnya, terdapat banyak irisan kerja sama yang dapat dikembangkan bersama, mulai dari pemanfaatan hasil riset kampus, penguatan program akademik, hingga pembinaan mahasiswa berbasis pesantren.
“Pesantren Digipreneur Al Yasmin luar biasa semangat dalam membangun entrepreneur dari para santri, mahasiswa, pelajar, sekaligus masyarakat luas. Tentunya dari silaturahmi ini ada irisan-irisan yang bisa kita kerja samakan, baik itu dari riset-riset hasil UPN Jatim. Kami sebagai kampus yang concern terhadap teknologi kebaruan tentu dapat kita manfaatkan bersama,” kata Prof. Fauzi.
Ia juga menegaskan bahwa UPN “Veteran” Jawa Timur memiliki banyak potensi yang dapat disinergikan, termasuk sumber daya mahasiswa, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pesantren, hingga laboratorium digital yang mendukung pengembangan transformasi teknologi di lingkungan pesantren.
“Kami punya banyak mahasiswa yang bisa kita mintakan bantuan ke Pesantren Digipreneur Al Yasmin untuk kita bina bersama-sama. Kami juga memiliki program KKN Pesantren yang bisa kita kolaborasikan untuk membantu memajukan generasi-generasi agar lebih berdaya guna dan berdaya saing,” imbuhnya.
Usai pertemuan, rombongan diajak meninjau sejumlah fasilitas unggulan di lingkungan kampus, seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, Laboratorium Integrated Digital, serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga melihat berbagai produk inovasi hasil karya sivitas akademika UPN “Veteran” Jawa Timur.
Prof. Fauzi berharap, fasilitas dan sumber daya yang dimiliki UPN “Veteran” Jawa Timur dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan Pesantren Digipreneur Al Yasmin ke depan.
“Alhamdulillah, kami juga punya laboratorium digital yang bisa membantu pesantren untuk melihat bagaimana digital activism dari pesantren yang bisa kita kolaborasikan. Semoga dengan apa yang kami miliki di UPN Veteran Jawa Timur ini bisa membantu memajukan dan mengembangkan Pesantren Digipreneur Al Yasmin,” tuturnya.
Melalui kunjungan ini, kedua belah pihak optimistis dapat membangun sinergi berkelanjutan demi kemajuan pendidikan, penguatan kewirausahaan, serta pemberdayaan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap berlandaskan nilai keagamaan (*/fitrah)



