Sidoarjo, radar96.com – Konferensi periodik Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, resmi dibuka oleh Ketua PCNU Sidoarjo, H Zainal Abidin, di kantor MWCNU setempat, Ahad (26/04/2026).
Dalam sambutannya, Abah Zainal menekankan pentingnya meluruskan niat bagi para pengurus yang akan mengemban amanah organisasi. Menurutnya, niat yang baik menjadi kunci utama keberhasilan dalam menjalankan roda organisasi.
“Tata niatnya jika akan menjadi ketua atau pengurus di Nahdlatul Ulama. Jika niatnya sudah baik, Insyaallah seluruh program dari PBNU, PWNU, maupun PCNU dapat dijalankan dengan baik dan dalam naungan maunah Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat melalui konsep ri’ayatul ummah atau pelayanan kepada umat. Oleh karenanya, pengurus NU dituntut hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat di berbagai sektor kehidupan.
“Upaya yang dilakukan pengurus saat ini merupakan bentuk tanggung jawab untuk melanjutkan semangat dan cita-cita para muassis NU. Pelayanan kepada umat adalah kewajiban kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, ketua panitia pelaksana konferensi, HM Sholeh Syarifuddin, menyampaikan bahwa pelaksanaan konferensi mengacu pada tata tertib sesuai Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU terbaru. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kondusif.
“Harapan kami, konferensi ini berlangsung damai, aman, dan seluruh proses berjalan sesuai aturan Perkum NU,” ungkapnya.
Dalam konferensi tersebut, KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad kembali terpilih sebagai Rais dan Ketua MWCNU Sukodono untuk masa khidmat 2026–2031.
Usai terpilih, H Fathul Ibad menyampaikan bahwa selama ini koordinasi antara pengurus, badan otonom (Banom), dan lembaga telah berjalan dengan baik. Ia juga menunjukkan kinerja Baitul Maal wat Tamwil NU (BMTNU) Sidoarjo Kantor Layanan Sukodono yang menunjukkan tren stabil.
“Alhamdulillah, program-program MWCNU Sukodono, mulai dari koordinasi hingga BMTNU, berjalan baik. Ke depan, kami akan lebih mengoptimalkan lembaga-lembaga agar semakin aktif,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan peningkatan pada beberapa sektor, khususnya Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) dan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU), yang dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan dampak langsung kepada warga Nahdliyin.
“Kami berharap kepengurusan ke depan dapat memajukan LPPNU dan LPBHNU. Program-program lima tahun terakhir akan kami lanjutkan dan tingkatkan, terutama pada LDNU, LTMNU, LPBHNU, dan BMTNU,” pungkasnya.
Pembukaan konferensi dihadiri oleh utusan PCNU Sidoarjo, jajaran Forkopimka Sukodono, pengurus MWCNU beserta Banom dan lembaga, serta Rais dan Ketua PRNU se-Kecamatan Sukodono yang terdiri dari 19 ranting, serta tamu undangan lainnya.



