Jakarta (Radar96.com/NUO) – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Sung Y Kim berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat, Senin (1/3/2022). Pada waktu yang sama (1/3/22), Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji juga berkunjung ke kantor PBNU. Keduanya disambut langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Dalam lawatannya, Dubes AS Sung Y Kim menyampaikan maksudnya kepada Ketum PBNU terkait kerja sama antara kedua belah pihak, terutama mengenai pencarian solusi dari isu-isu internasional yang sedang terjadi saat ini.
“Siang ini kita mendapat kunjungan dari yang mulia Duta Besar Amerika Sung Y Kim mendiskusikan banyak hal terkait isu internasional dan kerja sama NU dengan berbagai lembaga di Amerika Serikat karena kita semua punya keyakinan yang sama terkait dinamika internasional yang berkembang dewasa ini,” kata Gus Yahya.
Setelah pertemuan di Lantai 2 Gedung PBNU, Dubes Kim menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan Gus Yahya. Ia juga memberikan apresiasi kepada Gus Yahya atas terpilihnya sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmah 2022-2027.
“Saya merasa terhormat dengan sambutan atas kedatangan kami siang ini dan mengucapkan selamat kepada KH Yahya yang telah terpilih sebagai Ketua Umum PBNU. Saya berterima kasih kepada KH Yahya yang telah bekerjasama dengan Amerika Serikat untuk mempromosikan Islam moderat dan toleran,” imbuhnya.
Pada kesempatan itu, Gus Yahya menegaskan bahwa NU akan terus berkontribusi untuk mencari solusi dari masalah-masalah internasional yang ada. Ia juga mengakui bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan dan peran penting dalam persoalan ini.
“NU ingin menyumbangkan upaya-upaya untuk mencari jalan keluar terhadap masalah-masalah internasional yang ada, dan Amerika Serikat merupakan aktor internasional yang paling utama dalam hal ini. Tidak ada masalah dunia saat ini yang bisa diselesaikan tanpa keterlibatan Amerika. NU jelas sangat berkepentingan untuk bisa membuat hubungan dan bekerjasama dengan Amerika,” sambung Gus Yahya.
Dubes Jepang
Pada waktu yang sama (1/3/22), Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kanasugi Kenji juga berkunjung ke kantor PBNU dan menyampaikan bahwa Indonesia perlu tampil dalam mempromosikan moderasi mengingat dunia saat ini yang diliputi radikalisme.

“Indonesia perlu mempromosikan moderasi karena Indonesia merupakan negara dengan muslim terbanyak dan negara dengan demokrasi terbesar dunia,” ujarnya.
Apalagi NU, katanya, memberikan sentuhan kestabilan bagi masyarakat Indonesia. Kenji juga mendorong Indonesia sebagai Presiden G-20 untuk dapat mengambil perannya pada konflik yang terjadi di dunia, khususnya perseteruan Rusia dan Ukraina.
Menanggapi hal itu, Gus Yahya mengatakan bahwa memang NU saat ini memiliki fokus agenda pada isu-isu internasional, khususnya yang menyangkut Islam. Ia juga menegaskan bahwa saat ini NU terus bergerak maju dalam wilayah itu guna memberikan solusi bagi perdamaian dan peradaban dunia. “NU bertekad bergerak untuk berkontribusi memberikan solusi bagi dunia internasional,” ujarnya.
Menanggapi isu Rusia dan Ukraina, Gus Yahya juga sudah memberikan masukan kepada menteri terkait. Ia juga berharap agar kedua belah pihak menghentikan cara-cara kekerasan. Gus Yahya juga mengatakan bahwa Jepang memiliki posisi strategis, khususnya di wilayah Pasifik.
“Saya percaya Jepang punya posisi spesial khususnya di wilayah Pasifik mengingat Jepang itu aktor. Tatanan baru dunia perlu didasarkan pada kemerdekaan dan keadilan sosial. Tanpa ini, kita kembali ke hutan belantara kompetisi siapa paling kuat,” ujarnya.
Pada pertemuan itu, Dubes Jepang bercerita bahwa pihaknya pernah mengunjungi sejumlah pesantren di Indonesia, khususnya di Jombang, tepatnya di Pondok Pesantren Tebuireng. Ia juga ingin kembali mendatangkan sejumlah guru dari pesantren untuk mengenalkan Islam moderat bagi masyarakat Muslim yang ada di Jepang. (*/NUO)
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/dubes-amerika-serikat-kunjungi-pbnu-bahas-kerja-sama-internasional-YK0Yj
*) https://www.nu.or.id/nasional/kunjungi-pbnu-dubes-jepang-harap-indonesia-tampil-promosikan-moderasi-bZzJZ



