By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dubes Suriah: Wallahi, Islam Sebenarnya Ada di Indonesia
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Dubes Suriah: Wallahi, Islam Sebenarnya Ada di Indonesia
Nahdliyyin

Dubes Suriah: Wallahi, Islam Sebenarnya Ada di Indonesia

16/03/2022 Nahdliyyin
Duta Besar Suriah untuk Indonesia Abdul Munim Annan saat berkunjung ke PBNU menemui Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (*/NUO)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Duta Besar Suriah untuk Indonesia Abdul Munim Annan mengaku bahwa Islam yang sebenarnya ada di Indonesia. Hal itu ia sampaikan kepada istrinya melalui telepon.

“Wallahi Islam sebenarnya itu di Indonesia,” kata dia kepada istrinya yang diceritakan langsung kepada KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), saat berkunjung ke PBNU di Jakarta, Senin (14/3/2022).

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada NU dan Indonesia atas dukungan penuhnya terhadap stabilitas wilayah Arab.

Munim juga mendukung terhadap promosi wacana Islam Nusantara yang dicetuskan NU. Wacana ini seirama dengan Islam yang diusung Suriah. Ia sepakat bahwa Islam bukan hanya untuk Arab.

Ia menyebut Imam Bukhari dan Imam Muslim yang datang dari Samarkandi. Ia juga menyebut kehadiran Wali Songo di Indonesia menunjukkan hal tersebut.

Dalam kesempatan itu, ia juga menceritakan kondisi terkini di Suriah. Ia memastikan ibu kota Damaskus aman, walaupun beberapa daerah masih belum sepenuhnya aman.

Sementara itu, Gus Yahya menyampaikan bahwa Suriah merupakan tanah yang diberkahi. Sebab, Rasulullah saw mendoakannya secara langsung. Suriah juga menjadi salah satu kiblat keberislaman ulama Indonesia. Sanad keilmuannya bersambung ke ulama-ulama di sana.

“Ulama NU telah nyaman dengan legasi intelektual. Pelajar Indonesia juga belajar di sana. Ulama Suriah memiliki posisi sangat penting bagi dunia intelektual Islam Indonesia,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya juga mengatakan bahwa NU dan Suriah harus tetap menjaga harmoni dan moderasi beragama. “Kita butuh mempromosikan pemahaman agama kita. Kita juga perlu meletakkannya sebagai pandangan internasional,” kata dia.

Rusia dan Penyelesaian Damai

Sebelum itu (8/3), Duta Besar Rusia untuk Indonesia Ludmila Vorobieva berkunjung ke Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat, yang disambut langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Pada kesempatan itu, Gus Yahya bersama Dubes Ludmila bersepakat bahwa perang antara Rusia dan Ukraina harus sesegera mungkin dihentikan dengan cara yang damai dan tanpa kekerasan.

“Kami berdua sepakat bahwa penyelesaian damai harus diperjuangkan dan kekerasan harus dihentikan sesegera mungkin,” tegas Gus Yahya.

Meski begitu, lanjut Gus Yahya, upaya ini tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru, tetap harus menggunakan pertimbangan yang matang dan pengamatan yang jeli karena persoalan perang Rusia dan Ukraina merupakan masalah yang cukup kompleks.

“Tapi jelas bahwa ada masalah-masalah kompleks yang harus diurus di sana,” kata Gus Yahya yang juga mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) akan selalu siap dalam membantu mencari solusi terhadap konflik-konflik yang ada demi terwujudnya perdamaian dunia.

“NU siap melakukan apa saja yang bisa dilakukan yang mungkin bisa membantu ke arah perdamaian dan penyelesaian masalah. Sudah menjadi tugas NU untuk mewujudkan perdamaian dunia dan ketertiban internasional. Prinsip ini, sama seperti yang dimiliki Rusia,” ucap Gus Yahya.

Sementara, Dubes Ludmila menyampaikan banyak terima kasih terhadap PBNU atas respons dan sikap yang telah diberikan. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini telah banyak berkontribusi untuk mewujudkan perdamaian dunia.

“Kami mengapresiasi kepada Nahdlatul Ulama yang selama ini telah banyak berkontribusi untuk mewujudkan perdamaian dunia,” ucap Ludmila.

Selain itu, Dubes Ludmila juga menyampaikan terima kasih kepada Gus Yahya karena sudah meluangkan waktu untuk berdiskusi banyak hal, baik terkait isu-isu global, komunitas muslim di Rusia, dan lain sebagainya.

“Kami sangat berterimakasih kepada Ketua Umum PBNU yang telah meluangkan waktu untuk berdiskusi banyak hal, terkait isu-isu keamanan global, muslim di Rusia, dan sebagainya,” kata Ludmila. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/berkunjung-ke-pbnu-dubes-suriah-wallahi-islam-sebenarnya-ada-di-indonesia-Bvdfg
*) https://www.nu.or.id/nasional/terima-kunjungan-dubes-rusia-ketum-pbnu-penyelesaian-damai-harus-diperjuangkan-2jOsH

Iklan.

You Might Also Like

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah lepas Jama’ah Umroh dari Provinsi Lain lewat Bandara Juanda
Next Article Gubernur Khofifah terima Penghargaan Karya Bhakti Satpol PP dari Mendagri

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Forum Aktivis NU Jatim: Rais Aam Bukan Jabatan untuk Diperebutkan, tetapi Amanah untuk Diemban.
Uncategorized
Maulid Nabi, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Ganti Kepengurusan untuk Periode 2026-2027
Milenial
Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”
Nahdliyyin
Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis

19/08/2026
Nahdliyyin

Dari Pesantren ke Guru Besar, Prof Hamdanah Utsman Dorong Wajah Baru Pendidikan Islam di Era Digital

17/08/2026
Nahdliyyin

Gus Ipang: Kiai Imjaz Tokoh Transformatif Pesantren dan Pemimpin Masa Depan NU

17/08/2026
Nahdliyyin

Di Makassar, Gus Kikin Serukan Pentingnya Qanun Asasi untuk NU

15/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?