Pasuruan (Radar96.com) – BTS atau “Blonjo Toko Sebelah” yang merupakan gerakan perekonomian akar rumput yang diluncurkan oleh LPNU Kota Pasuruan pada bulan Februari 2022, yaitu dengan mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk bermitra dengan LPNU, menjadi pengelola Gerai KULAKAN yang berjualan kebutuhan pokok seperti beras, gula, garam dan air mineral, telah menyalurkan sedekah jutaan rupiah.
Model usaha yang dikembangkan adalah sosioenterprise. Dimana mitra usaha KULAKAN adalah ibu rumah tangga yang belum memiliki usaha. Juga, bagi hasilnya, sebagian disedekahkan untuk warga sekitar gerai.
“Bulan Ramadhan ini memang momentum. Kebutuhan akan bahan pokok meningkat. Alhamdulillah penjualan ibu-ibu pengelola gerai juga meningkat,” kata H Fauzan ketua LPNU Kota Pasuruan.
Dana sedekah itu, dibagikan secara bertahap. Sesuai dengan kesiapan pengelola Gerai KULAKAN yang tersebar di 4 kecamatan se Pasuruan.
“Bulan Maret kemarin, dana sedekahnya mencapai 2,2 juta. Tiga pekan pertama bulan April ini 3 juta. Alhamdulillah ada peningkatan,” tambah H Fauzan.

Sesuai laporan, dana sedekah yang dihasilkan dari penjualan sembako oleh Gerai Kulakan selama 2 bulan terakhir mencapai 5,2 juta.
Sejak diluncurkan 2 bulan lalu, program LPNU ini mendapat respons yang bagus dari warga Kota Pasuruan. Ibu-ibu yang memiliki tekad kuat, ingin berusaha menambah penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari sangat terbantu.
Di awal usaha membuka Gerai, mereka mendapat modal berupa barang yang siap jual. Targetnya tidak muluk-muluk. Yaitu melayani kebutuhan pokok seperti beras, gula dan air mineral untuk lingkungan sekitar dalam satu RW. Selain modal, pengelola gerai juga mendapat bimbingan. Jadi setelah diberi modal tidak dibiarkan begitu saja. Tapi terus di damping sampai bisa jualan.
Beberapa pengelola gerai yang lincah, ada juga yang menjual keluar kelurahan. Barang diantar langsung ke pembeli. Semua di support oleh Kulakan Center yang dikelola LPNU Kota Pasuruan. (*/pna)



