By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ketua LP Ma’arif Aceh: Media jadi Pintu Masuk dan Pencegah Radikalisme di kalangan Milenial
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Ketua LP Ma’arif Aceh: Media jadi Pintu Masuk dan Pencegah Radikalisme di kalangan Milenial
Milenial

Ketua LP Ma’arif Aceh: Media jadi Pintu Masuk dan Pencegah Radikalisme di kalangan Milenial

02/06/2022 Milenial
Ketua LP Ma'arif NU Aceh Prof Misri A Muchsin (*/NUO)
SHARE

Banda Aceh (Radar96.com/NUO) – Pada era 5.0 seperti saat ini, salah satu akar terjadinya terorisme di negeri ini adalah faktor radikalisme agama yang tumbuh dan mendapatkan posisi di sebagian masyarakat, serta diakibatkan oleh gesekan-gesekan lainnya, seperti antipersatuan dan separatisme.

Ketua LP Ma’arif NU Aceh Prof Misri A Muchsin, Kamis (26/5/2022), berharap, elemen masyarakat harus senantiasa mengingat bahwa warga yang berada di Indonesia hidup di Indonesia. “Harus senantiasa bersikap tenggang rasa dan berpikiran terbuka, maka akar dari radikalisme tidak akan mudah mempengaruhi kita,” ujarnya.

Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu, menegaskan hendaknya Pemerintah juga perlu menjadi penggerak dalam pembangunan persatuan dan kesejahteraan bangsa. Hal itu akan menghindari masyarakat Indonesia dari ancaman radikalisme yang memanfaatkan celah-celah ketidakadilan yang berujung pada munculnya tindakan terorisme.

“Radikalisme yang berujung pada terorisme menjadi masalah bagi masyarakat terutama generasi muda. Penyebaran paham radikal sudah sampai pada generasi muda yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah maupun perguruan tinggi dan umumnya berasal dari pondok pesantren atau dayah,” ulasnya.

Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu mengatakan penyebaran paham radikal di tingkat perguruan tinggi sangat marak. Kebanyakan dari generasi muda yang terjerumus oleh paham-paham radikal saat masih bersekolah kurang dibekali pengetahuan keagamaan dan rasa cinta tanah air, sehingga mudah direkrut untuk dijadikan anggota kelompok jaringan terorisme.

Terbukti dari data yang diperoleh BNPT, berdasarkan riset terhadap 110 pelaku tindakan terorisme, paling banyak ada di rentang usia 21-30 tahun mencapai 47,3 persen dan yang berusia di bawah 21 tahun sebanyak 11,8 persen.

Prof Misri menyebutkan munculnya radikalisme di era millenial yang melahirkan terorisme salah satu fenomena yang harus dihindari dan dicegah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kita ketahui kelahiran Islam ribuan abad silam bahkan tidak diwarnai dengan pedang, melainkan Islam membawa pesan-pesan perdamaian yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw,” katanya.

Di satu sisi juga melabelkan bahwa radikalisme sebagai pemahaman yang sangat negatif. “Ada dua hal utama yang dapat disimpulkan. Pertama, bahwa media internet mengambil porsi dan peranan yang sangat besar dalam memberikan informasi kepada publik, terutama kaum muda akan ideologi radikal. Hal in diperparah dengan fakta bahwa perekrutan kaum muda dalam organisasi-organisasi radikal banyak dilakukan dengan menggunakan media internet,” paparnya.

Lebih lanjut, Prof Misri menambahkan bahwa fakta bahwa organisasi terorisme dan yang terafiliasi dengannya organisasi terorisme telah memanfaatkan teknologi yang dapat memudahkan mereka menyebarkan propaganda dan merekrut anggota potensialnya melalui internet. Hal ini adalah hal yang sangat miris dari kemajuan media massa itu sendiri.

Kedua, media massa memegang peran kunci dalam menangkal dan memberikan informasi ke publik terhadap isu-isu radikalisme sehingga masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan berkembangnya gerakan-gerakan ekstrimis dimulai dari lingkungannya sendiri.

Prof Misri sangat berharap peran semua pihak baik keluarga, masyarakat, dayah, sekolah, perguruan tinggi dan lainnya, meskipun pada dasarnya, Indonesia adalah negara Islam moderat dan radikalisme sulit berkembang di negeri ini, namun bukan berarti Indonesia tidak luput sebagai target bagi mereka, terutama generasi muda. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/daerah/ketua-lp-ma-arif-aceh-sebut-langkah-pencegahan-antiradikalisme-4AG93

Iklan.

You Might Also Like

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article LPPNU Jatim Himbau Masyarakat Tidak Panik Hadapi Penyakit Mulut dan Kuku
Next Article Sri Sultan minta HPN bantu entaskan Angka Kemiskinan lewat pemberdayaan UMKM

Advertisement



Berita Terbaru

Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%
Ekraf
Kajian Senja Al Yasmin, KH Muzakky AlHafidz : Haji simbolkan manusia itu sama dan fakir
Sospol
Umaha Tebar Beasiswa untuk Generasi Berprestasi hingga Miliaran Rupiah
Sospol
Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”
Milenial

You Might also Like

Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
Milenial

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

20/04/2026
Milenial

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU

10/04/2026
Milenial

Dua Mahasiswi FKIP Unusa Juara Nasional Jujitsu, Cerminan Karakter Pendidik Masa Depan

07/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?