By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya: Jangan Gunakan Identitas NU dalam Pemilu 2024
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Yahya: Jangan Gunakan Identitas NU dalam Pemilu 2024
Nahdliyyin

Gus Yahya: Jangan Gunakan Identitas NU dalam Pemilu 2024

06/08/2022 Nahdliyyin
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat menghadiri Forum Pemreddi Jakarta,Jumat (5/8/2022). (*/NUO)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf minta para kontestan Pemilu 2024 untuk tidak menggunakan politik identitas, termasuk tidak membawa identitas NU pada pesta politik lima tahunan yang akan datang.

Hal ini ditujukan agar persatuan dan keharmonisan dalam masyarakat dapat terus dipertahankan walaupun di tengah kompetisi politik sekeras apapun. “Dalam kompetisi nanti jangan sampai ada cara-cara yang memperalat identitas sebagai senjata,” kata Gus Yahya saat berbicara pada acara Forum Pemred di Jakarta, Jumat (5/8/2022).

Hadir menjadi pembicara utama pada acara tersebut para politikus nasional, Agus Harimurti Yudhoyono (Ketum Partai Demokrat), Airlangga Hartarto (Ketum Partai Golkar), Muhaimin Iskandar (Ketum PKB), Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) dan Sandiaga Uno (Menparekraf).

“Jadi, sebuntu apapun para kontestan ini di dalam menonjolkan atau di dalam menghadapi kompetisi yang ada, kita mohon betul supaya jangan menggunakan identitas sebagai senjata. Apakah itu identitas etnik, identitas agama, termasuk identitas NU,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya menyampaikan hal ini karena ia menilai NU kurang beruntung dibanding Muhammadiyah dalam wilayah kompetisi politik. Jika Muhammadiyah bisa bebas mengambil jarak dari kompetisi politik, NU selalu dikejar-kejar untuk dipakai identitasnya.

“Mau lari pun dikejar-kejar. Jadi kita perlu punya perhatian yang lebih terkait dengan hal ini,” ungkap Gus Yahya dalam acara yang juga dihadiri Sekjen PP Muhammadiyah H Abdul Mu’thi.

Pada kesempatan tersebut, Gus Yahya juga mengingatkan elemen terkait untuk lebih memperhatikan kualitas dari pada kuantitas dalam pembangunan.

“(Bukan) data-data yang menunjuk pada angka-angka tapi perhatian yang lebih besar kepada kondisi manusia,” jelasnya. Selain itu juga perlu perhatian besar kepada kondisi alam.

Ia berharap penguatan bidang ekonomi tidak boleh berdampak negatif pada alam dengan tidak memperhatikan konsekuensi yang muncul dan berdampak pada alam.

Terkait dengan itu semua, Gus Yahya melihat media sebagai salah satu pihak yang memiliki tanggung jawab untuk dapat menghadirkan pemberitaan yang berkualitas.

“Saya atas nama rakyat Nahdlatul Ulama saya meminta kepada para awak media dan jurnalis untuk bekerja sebagai pejuang-pejuang bagi demokrasi, pejuang bagi masa depan yang lebih baik dari rakyat ini, dengan terus meningkatkan integritas dan kinerja jurnalismenya,” harapnya.

Hadir menjadi pembicara utama pada acara tersebut para politikus nasional, Agus Harimurti Yudhoyono (Ketum Partai Demokrat), Airlangga Hartarto (Ketum Partai Golkar), Muhaimin Iskandar (Ketum PKB), Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) dan Sandiaga Uno (Menparekraf). (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/pesan-ketum-pbnu-di-forum-pemred-jangan-gunakan-identitas-dan-nu-sebagai-senjata-politik-IXlnT

Iklan.

You Might Also Like

Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”

Lengkapi Istighotsah Kubro dengan Aksi Sosial Santuni 84 Anak Yatim

Ketua PCNU Sidoarjo Ingatkan Amanah dan Niat Pengabdian di NU

KH Yusuf Hasyim Penuhi Syarat sebagai Pahlawan Nasional

Gus Afif Pimpin Silaturahmi PKB ke PCNU, Perkuat Hubungan dan Perjuangkan Aspirasi Umat

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Jaga Daya Beli Masyarakat dan Genjot Belanja Pemerintah
Next Article Gubernur Khofifah bagikan Bendera Merah Putih dan Sembako pada Ratusan Tukang Becak di Pamekasan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Universitas Bondowoso Tantang Mahasiswa KKN Jadi Agen Transformasi Desa Berbasis Digital
Uncategorized
Kolaborasi Pemuda, DPRD, dan Mahasiswa Warnai Aksi Sosial PEMBERSATU Bondowoso di Desa Taman
Sospol
Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi
Ekraf
Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Jelang Muktamar ke-35, Kiai Imam Jazuli dan Gus Kikin Diskusikan NU Abad Kedua

12/07/2026
Nahdliyyin

Gus Yahya: Delegasi Indonesia ke Iran Sampaikan Belasungkawa dan Dorong Perdamaian

11/07/2026
Nahdliyyin

Mengembalikan Muktamar NU ke-35 kepada Maslahat, Bukan Kontestasi

11/07/2026
Nahdliyyin

Sowan PCNU Kota Surabaya, PKS Siap Wujudkan Tokoh NU sebagai Nama Jalan di Surabaya

08/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?