By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Farel batal nyanyikan ‘Joko Tingkir Ngombe Dawet’ di Istana
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Farel batal nyanyikan ‘Joko Tingkir Ngombe Dawet’ di Istana
Sospol

Farel batal nyanyikan ‘Joko Tingkir Ngombe Dawet’ di Istana

19/08/2022
Farel saat menyanyikan lagu Ojo Dibandingke di Istana Negara. (Foto: tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Upacara memperingati Hari Kemerdekaan Ke-77 Republik Indonesia, Rabu (17/8/2022) di Istana Negara Jakarta semakin meriah dengan kehadiran Farel Prayoga. Penyanyi cilik asal Banyuwangi, Jawa Timur ini membawakan lagu “Ojo Dibanding-bandingke” yang sebelumnya telah dipopulerkan Deni Caknan bersama Abah Lala.

Belakangan, lagu tersebut makin viral di media sosial Tiktok dengan suara Farel. Farel membawakan lagu berbahasa Jawa itu setelah Gita Bahana Nusantara menyanyikan beberapan lagu nasional. Melihat suara Farel yang stabil dan melengking, Presiden Jokowi terlihat gembira. Bahkan Iriana Jokowi beberapa kali terlihat berjoget ringan menikmati lagu “Ojo Dibanding-bandingke”.

Penampilan anak yang saat ini duduk di kelas 6 sekolah dasar itu juga membuat pejabat tinggi negara dan seluruh tamu undangan terperanjat penasaran. Semua tersenyum dan bersuka cita dengan warna baru di istana. Bahkan para diplomat luar negeri turut mesam-mesem melihat penampilan Farel.

Setelah Farel selesai menyanyikan “Ojo Dibanding-bandingke”, Indra Bekti sebagai pemandu acara nyanyi tersebut menyampaikan kepada Jokowi bahwa Farel meminta bernyanyi sekali lagi. “Ini anaknya minta sekali lagi boleh?,” kata Indra Bekti.

“Joko Tingkir,” pinta Jokowi dari atas mimbar sambil tertawa. “Joko Tingkir, izin sekali lagi nggih,” sambut Farel. Sempat terdengar intro musik. Tapi lagu “Joko Tingkir” belum juga dinyanyikan. Farel, Indra Bekti, dan beberapa orang sempat terlihat berdiskusi.

Akhirnya, lagu “Joko Tingkir” urung dinyanyikan. Bahkan sempat membuat Jokowi berdiri sambil tersenyum karena lagu permintaannya belum juga dinyanyikan.

“Nuwun sewu (mohon maaf), ini lagunya yang tadi aja boleh, sekali lagi?,” ucap Indra Bekti.

Farel kemudian kembali menyanyikan lagu “Ojo Dibanding-bandingke”. Dalam kesempatan kedua itu, Farel diiringi oleh beberapa tokoh yang juga turun dari kursinya untuk berjoget bersama di dekat Farel.
Beberapa pejabat yang turun untuk mendampingi Farel nyanyi di antaranya, Menkeu Sri Mulyani, Menhan Prabowo Subianto, Menteri BUMN Erik Thohir, Menaker Ida Fauziyah, menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, Indra Bekti, Putri Indonesia 2020 Ayu Maulida, dan lainnya.

Selain membawakan lagu “Ojo Dibanding-bandingke”, dalam gladi resik, ternyata Farel memang mempersiapkan lagu “Joko Tingkir Ngombe Dawet”. Hal itu terlihat pada unggahan reels di instagram @jokowi. Dalam gladi resik yang dilakukan sehari sebelum pelaksanaan upacara itu, Jokowi sempat berbincang bersama Farel.

“Rel, kamu kelas berapa?,” tanya Jokowi. “Kelas enam,” jawab Farel. “Anu loh ya, boleh nyanyi, tapi jangan lupa belajar,” ucap Jokowi. “Iya, siap,” ujar Farel. “Jangan lupa juga sekolah terus sampai setinggi-tingginya. Udah pesan Pak Jokowi itu aja,” imbuh Jokowi. “Oke, siap, siap,” jawab Farel yang berkeinginan menjadi penyanyi sukses.

Terkait alasan mengapa Farel gagal membawakan lagu “Joko Tingkir Ngombe Dawet” yang dipopulerkan Trio Tingkir, hingga sekarang belum ada penjelasan resmi dari istana. Hanya saja, belakangan ini lagu koplo “Joko Tingkir Ngombe Dawet” diprotes karena dinilai tidak pantas.

Beberapa pihak seperti Gus Muwafiq, Asosiasi Kiai Lamongan, akademisi UINSA Surabaya, KH Anwar Zahid, dan terakhir Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengajukan protes. Para pihak yang menyoal menilai lagu parikan “Joko Tingkir Ngombe Dawet” tidak mencerminkan kebudayaan, dan jauh dari kepantasan.

Mereka menilai lagu “Joko Tingkir” disinyalir merujuk pada tokoh Joko Tingkir, raja sekaligus pendiri kerajaan Pajang yang memerintah pada rentang tahun 1568 – 1582 dengan gelar Sultan Hadi Wijaya atau Adi Wijaya.

Gus Muwaffiq bahkan merasa jengkel dengan pengarang lirik “Joko tingkir ngombe dawet, Jo dipikir marai mumet” ini. Dia mengatakan, pengarang tidak mengetahui sejarah. Joko Tingkir, kata dia, bukanlah orang sembarang. Joko Tingkir adalah ulama besar yang menurunkan ulama-ulama di Jawa.

Pelajaran sejarah tidak beres

Dilihat dari segi bahasa, lagu ini sebetulnya tidak memiliki unsur negatif mengingat ngombe dawet atau minum dawet adalah hal yang tidak berarti buruk. “Pelecehan sih mungkin enggak, ya. Ngombe dawet itu kan bukan perkara negatif. Saya yakin, seandainya zaman dulu sudah ada dawet, para perawi hadits nggak bakal jadi dhoif haditsnya gara-gara ngombe dawet,” ujar Makyun Subuki, pakar linguistik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pada Rabu (17/8/2022).

Namun, bila dilihat dari segi kepantasan, Makyun melihat memang tidak pas. Pasalnya, Joko Tingkir adalah ulama dan kakek buyutnya ulama-ulama NU. “Rasanya kurang elok dijadikan sampiran lirik lagu yang dipakai joget,” ujar penulis buku Semantik: Pengantar Memahami Makna Bahasa itu.

Bagi Makyun, hal tersebut menjadi petunjuk bahwa Joko Tingkir tidak dikenal, apalagi sampai menyatu dalam kesadaran religius masyarakat. “Ini kan menandakan bahwa mereka nggak kenal sosok Joko Tingkir secara dekat. Nggak menyatu dengan kesadaran religius mereka,” katanya. “Mungkin, ini berarti juga pelajaran sejarah Islam kita ada yang nggak beres,” pungkas alumnus Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/farel-prayoga-gagal-bawakan-lagu-joko-tingkir-ngombe-dawet-di-istana-beberapa-pihak-menduga-ini-penyebabnya-CrkO6
*) https://www.nu.or.id/nasional/pakar-bahasa-jelaskan-duduk-masalah-lagu-joko-tingkir-ngombe-dawet-0Dqzu

Iklan.

You Might Also Like

Biro Kesra Setdaprov Jatim dan DMI Siapkan UKIM 2026 untuk 9.000 Imam Masjid

Wadah Komunikasi dan Koordinasi Dapur MBG Terbentuk di Surabaya

Pelantikan Pengurus Cabang JKSN se-Banten Perkuat Organisasi dan Peran Ulama

Siswa SMA Khadijah Surabaya Tembus Rusia lewat Beasiswa “Russian Government Scholarship”

Pelantikan PMII Airlangga, Wujudkan Semangat Kolaborasi Pendayagunaan Kader Islam Rohmatan Lil Alamin

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article KIB Ingin Bangun Koalisi Besar, Pengamat: Untuk Stabilitas Pemerintahan
Next Article Sepak Bola Api oleh Wagub-Bupati-Walikota meriahkan pelantikan Pimpinan Pagar Nusa Jateng

Advertisement



Berita Terbaru

Halalbihalal, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Titipkan GenZI jadi fokus binaan IPNU-IPPNU
Milenial
Menuju NU yang Profesional dan Mandiri Refleksi Muskerwil 2026 PWNU Jatim)
Kolom
Tim Perumus PWNU Jatim Tuntaskan Materi Muskerwil dan Materi Usulan Munas NU
Uncategorized
Biro Kesra Setdaprov Jatim dan DMI Siapkan UKIM 2026 untuk 9.000 Imam Masjid
Sospol

You Might also Like

Sospol

Khutbah Jumat Syawal di Masjid Al-Akbar, Prof Mas’ud Said: Kemuliaan Tertinggi adalah Istiqomah pasca-Ramadhan

27/03/2026
Sospol

Khutbah Idul Fitri di Masjid Al-Akbar, Prof Ali Azis: Jadilah “Muslim Berdampak” Pasca Ramadhan

21/03/2026
Sospol

Gubernur Jatim Saksikan Rampak Bedug dan Takbir Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya

20/03/2026
Sospol

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik” di Jombang

18/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?