Mojokerto (Radar96.com) – Kurang lebih 1.300 orang peserta se-Jawa Bali mengikuti Perkemahan Moderasi Beragama yang digelar Kementerian Agama RI di kawasan Ubaya Training Centre (UTC), Trawas, Mojokerto, 28-31 Agustus 2022.
Acara yang dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (29/8) sore itu diikuti peserta yang merupakan para penyuluh agama dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindhu dan Budha. Selain itu juga terdapat perwakilan berbagai ormas agama serta Perguruan Tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan tiga pesan khusus kepada seluruh peserta perkemahan lintas agama tersebut.
Pertama, pentingnya upaya untuk mewujudkan Mutual understanding (Saling membangun kesepahaman) dari setiap elemen strategis. Karenanya, masing-masing perlu saling menemukenali dan memahami satu entitas dengan entitas lainnya.
“Di tengah suasana yang penuh harmoni ini. Kita harapkan bisa saling membangun kesepahaman antara satu sama lain. Sebab, kesepahaman inilah yang mendasari semua hal agar tidak mudah salah faham,” tukasnya.
Kedua, yaitu perwujudan mutual trust (saling percaya) satu dengan yang lain. Tujuannya adalah agar seluruh elemen bisa saling membangun kepercayaan.
Ketiga adalah perwujudan mutual respect yang mendorong rasa saling menghormati dan menghargai satu sama lain.
“Tidak bisa orang saling percaya, saling menghormati dan menghargai kalau tidak disandari oleh kesepahaman yang komprehensif,” pesan Gubernur Khofifah.
Khofifah menuturkan bahwa Indonesia sebagai negara majemuk dengan 714 suku bangsa, tentu memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga persatuan dan kesatuannya.
Namun, dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dirinya yakin bahwa kebersamaan itu bisa terus terjaga. Dan melalui proses kemah untuk membangun moderasi beragama menurutnya sebagai pertemuan yang sangat strategis.
“Melalui Perkemahan Moderasi Beragama ini memungkinkan tumbuhnya persaudaran, kesatuan dan persatuan,” tegas Khofifah.
Untuk itu, orang nomor satu di Jatim ini mengucapkan terima kasih atas inisiasi dari Kementerian Agama RI yang telah mengundang lintas sektor, lintas generasi dan menghadirkan forum yang luar biasa ini di Jawa Timur.
“Ada pemuda, penyuluh agama, pimpinan ormas serta perguruan tinggi . Hal ini akan mempersambungkan bagaimana lintas agama di Indonesia ini menjadi kekuatan yang bisa merajut bagaimana persatuan, persaudaraan dan kesatuan itu dibangun sepenuh hati,” jelasnya.
“Kemah ini dilaksanakan di bumi Majapahit. Bawalah ruh Majapahit ini dalam upaya untuk menyemai kasih dan damai dalam menjaga persaudaraan, kesatuan dan persatuan Indonesia. Merdeka!,” pungkasnya. (*/hmn)


