Setiap Senin mulai Senin (19/9), Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim digelar di 8 kota

Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim , Senin (19/9/2022), di lima titik/pasar di Kota Surabaya dan Kota Malang, diserbu oleh masyarakat. (*/hmn)
Bagikan yuk..!

Surabaya (Radar96.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan upaya maksimal dalam mengendalikan inflasi dampak kenaikan harga BBM, diantaranya melakukan Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim yang dilakukan di 5 titik/pasar di 2 kota yakni Kota Surabaya dan Kota Malang pada Senin (19/9/2022) lalu.

Program yang direncanakan setiap Senin mulai pukul 07.00 WIB itu juga akan digelar pada Senin (26/9/2022) di 25 titik/pasar di 8 kota di Jawa Timur, yakni Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Sumenep.

Senin (19/9) diadakan di Pasar Soponyono, Pasar Pucang Anom, Pasar Tambak Rejo di Kota Surabaya, serta di Pasar Dinoyo dan Pasar Besar Kota Malang. Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim Pemprov Jatim tersebut sukses diserbu oleh masyarakat.

Bahkan, ibu-ibu berbondong-bondong belanja kebutuhan pokok memanfaatkan program Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim ini. Sebab selain harga bahan pangan dijual dengan harga lebih murah, juga stok dan kualitas produknya dijamin berkualitas.

Masyarakat mengapresiasi program Gubernur Khofifah ini lantaran membantu masyarakat mengakses bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Hal itu seperti disampaikan Umi, warga Pucangan, yang memanfaatkan Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim di Pasar Pucang Anom. Di kesempatan ini, Umi belanja gula 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, telur 2 kilogram, cabai dan juga bawang merah dan sejumlah kebutuhan yang lain.

“Alhamdulillah ini saya beli macam-macam. Karena harganya jauh di bawah harga pasar. Kami jujur senang dengan program operasi pasar ini, dan harapannya supaya sering diselenggarakan agar masyarakat kecil seperti kami, bisa dapat harga yang lebih murah,” ucap Umi.

Hal serupa juga disampaikan oleh Khoiriyah. Ia bahkan ingin agar operasi pasar semacam ini bisa digelar seminggu sekali.

“Terima kasih Ibu Khofifah sudah menggelar operasi pasar hari ini. Kami senang, bisa dapat beras, minyak goreng, bawang merah, telur, dengan harga murah. Kalau boleh digelar seminggu sekali dan rutin agar terus meringankan kami warga masyarakat kecil,” ucap Khoiriyah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim ini dihelat khusus untuk meringankan beban masyarakat, meningkatkan daya beli, serta mengendalikan inflasi daerah.

Untuk itu, secara terbuka, ia mempersilakan masyarakat warga Provinsi Jawa Timur untuk memanfaatkan program ini dengan sebaik mungkin. Sebab harga bahan pangan dan kebutuhan pokok di titik-titik pasar yang digelar Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim sangat terjangkau dan di bawah harga pasar.

Seperti beras dijual dengan harga Rp50.000 per 5 kilogram, kemudian gula dijual dengan harga Rp12.000 per kilogram, telur ayam dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram, cabe rawit dijual dengan harga Rp10.000 per bungkus (200 gr)

Kemudian daging ayam dijual dengan harga Rp20.000 per ekor, bawang merah dengan harga Rp10.000 per 500 gr, serta minyak goreng dengan harga Rp11.000 per liter.

“Harga kebutuhan pokok di Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim dipastikan lebih murah di bawah harga pasar. Terima kasih bagi masyarakat yang antusias sekali memanfaatkan program ini di lima pasar yang dihelat hari ini,” tegas Gubernur Khofifah.

Bagi yang belum sempat belanja, jangan khawatir. Program ini juga akan digelar setiap hari senin pagi mulai jam 07:00 WIB, bahkan Senin (26/9) akan ada di 25 titik/pasar di 8 kota (Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Sumenep.

Untuk 25 pasar yang akan dihelat Operasi Pasar Lumbung Pangan Jatim mulai pekan depan adalah Pasar Wonokromo, Pasar Pucang Anom, Pasar Genteng, Pasar Tambak Rejo dan Pasar Soponyono di Kota Surabaya. Kemudian di Pasar Dinoyo dan Pasar Belimbing dan Pasar Besar Kota Malang.

Kemudian Pasar Sleko dan Pasar Besar Kota Madiun, serta Pasar Setono Betek dan Pasar Besar Kota Kediri. Lalu Pasar Tanjung, Pasar Wirolegi, Pasar Mangli, dan Pasar Kreongan di Kota Probolinggo.

Tak ketinggalan Pasar Baru dan Pasar Wonoasih Kabupaten Jember. Kemudian Pasar Blambangan, Pasar Banyuwangi, Pasar Rogojampi, Pasar Jajag, dan Pasar Genteng 1 di Kabupaten Banyuwangi. Dan yang terakhir di Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal Kabupaten Sumenep.

Diharapkan program ini mampu menekan adanya spekulasi harga, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mencegah inflasi tak terkontrol di Jawa Timur. (*/hmn)

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.