MA IPNU dorong e-kaderisasi dan siapkan distribusi kader di semua lini

Tokoh dan alumni IPNU se-Indonesia yang mengadakan Silatnas Majelis Alumni (MA) IPNU di Blora, Jateng, yamg dibuka Ketua PP MA IPNU H Hilmy Muhammadiyah. (*/maipnujtm)
Bagikan yuk..!

Blora (Radar96.com) – Tokoh dan alumni IPNU yang mengadakan Silatnas Majelis Alumni (MA) IPNU di Blora, Jateng, mendorong IPNU melakukan pelatihan kader secara digital (e-kaderisasi) dan bersama MA IPNU melakukan distribusi kader di semua lini, bukan hanya politik.

“Sistem Kaderisasi dibuat open aplikasi, samacam e-makesta, e-lakmud sampai e-lakut dan e-latpel untuk efesiensi semuanya agar bisa beradaptasi dengan metode baru dalam pengkaderan,” kata DR Ahmad Syauqi yang mantan Ketua Umum PP IPNU 2009-2012 itu.

Selain itu, reproduksi kader perlu lebih efisien dan menuju profesional dan output kader bukan hanya tertuju pada peran politik, namun distribusi kader harus lebih bisa masuk di semua lini.

Tokoh dan alumni IPNU se-Indonesia yang mengadakan Silatnas Majelis Alumni (MA) IPNU di Blora, Jateng, yamg dibuka Ketua PP MA IPNU H Hilmy Muhammadiyah. (*/maipnujtm)

Sementara itu, mantan Sekjen PP IPNU Mashuri menilai gaung “Abad Kedua NU” bukan pada posisi politik dan birokrasi, namun banyak alumni IPNU yang tidak dipandang oleh struktur NU di semua tingkatan, maka perlu komunikasi intensif dengan struktural NU.

“Salahnya dimana, padahal dari sistem pengkaderan IPNU justru paling terdepan, berjenjang dan berkesinambungan, belum lagi kalau masuk lagi di kaderisasi NU (PKP atau MK),
sedangkan para pelaku pengkaderan di NU sama sekali belum melibatkan IPNU, perlu komunikasi,” kata mantan Sekjen IPNU era Ketua Umum Abdullah Azwar Anas yang sekarang MenPAN-RB itu.

Lain halnya dengan Ketua MA IPNU Jatim HM Muzamil Syafi’i yang menyoroti peran MA IPNU kepada para alumni dan yunior. Juga perlu adanya formalisasi majelis alumni, agar bisa melaksanakan tugas-tugas dari NU.

Sependapat dengan itu, mantan Ketua IPNU Jatim dan Penasehat MA IPNU Jatim, Sudarsono Rahman melihat perbedaan MA IPNU dengan alumni organisasi lain seperti IKA PMII yang menjadi supporting kepada yunior dan sekarang harus juga bisa support bagi alumni.

“Kita harus bisa “memanfaatkan” alumni yang sukses seperti mereka, maka itu support dari MA untuk semua dengan memformalkan MA agar gerak bisa lebih luas, apalagi potensi alumni IPNU sebenarnya banyak, di berbagai lini. Semua perlu diajak usul rekomendasi buat PBNU, karena IPNU sendiri punya database alumni,” katanya.

Silaturahmi Nasional MA IPNU itu dibuka Ketua PP MA IPNU H Hilmy Muhammadiyah dan dihadiri alumni IPNU dari seluruh Indonesia. (*/pna)

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.