By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: FKPT Jatim: Bom Bunuh Diri di Astanaanyar bukti masih adanya ancaman terorisme
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > FKPT Jatim: Bom Bunuh Diri di Astanaanyar bukti masih adanya ancaman terorisme
Sospol

FKPT Jatim: Bom Bunuh Diri di Astanaanyar bukti masih adanya ancaman terorisme

09/12/2022 Sospol
Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim, Dr.Hj.Hesti Armiwulan S.,S.H.,M.Hum, (tengah) dengan para tokoh FKPT Jatim. (*/fkptjtm)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jatim, Dr.Hj.Hesti Armiwulan S.,S.H.,M.Hum, menilai masih terjadinya peledakan bom bunuh diri merupakan bukti masih adanya terorisme sebagai ancaman dalam kehidupan masyarakat.

“Dalam kasus bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung, menunjukkan adanya kencenderungan lahan subur bagi benih-benih radikalisme dan terorisme.
Fakta ini merupakan betapa aksi tebar ketakutan berbaur teror, merupakan peluang benih-benih ekstremisme dan radikalisme yang harus terus diwaspadai,” tuturnya, dalam keterangan pers, Jumat (9/12/2022).

Menurut dia, meningkatnya kepercayaan diri akibat suksesnya peledakan bom bunuh diri seharusnya menjadi alarm bagi kewaspadaan bersama terhadap ancaman terorisme yang makin dekat caranya dengan gerak bersama, karena itu siapa pun pelakunya harus mendapat sanksi hukum yang berat.

“Kejadian bom bunuh diri tersebut harus menjadi peringatan agar kita semua terus meningkatkan kewaspadaan menjaga NKRI,” tuturnya, didampingi Kabid Media Massa, Hukum dan Humas FKPT Jawa Timur, Riadi Ngasiran.

Senada itu, Bendahara FKPT Jatim, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag, menyatakan terjadinya bom bunuh diri di Astana Anyar Bandung merupakan kejahatan yang tidak berperikemanusiaan dan mengindikasikan sel sel jejaring gerakan radikalisme terorisme masih berada di sekitar kita.

“Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan bersatu padu menjaga keutuhan NKRI,” kata Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya itu.

Sementara itu, Ketua Bidang Perempuan dan Anak FKPT Jawa Timur, Dra. Faridatul Hanum, MKom., menegaskan bahwa Ibu adalah madrasatul ula, pemberi pelajaran pertama dalam Keluarga akan kesadaran penanaman nilai-nilai ajaran Islam yang benar.

“Di antara pelajaran atas kasus bom bunuh diri di Mapolsek Astana Anyar Bandung adalah pentingnya menjaga anak-anak kita dari pengaruh pemaknaan Jihad yang tak tepat pada kondisi negara damai. Padahal pemaknaan Jihad dalam negara damai adalah dengan keseriusan mengembangkan ilmu pengetahuan guna berkhidmah untuk kepentingan agama dan masyarakat secara luas,” katanya.

Pandangan yang serupa disampaikan oleh Kabid Agama Sosbud FKPT Jawa Timur, Muchamad Arifin, yakni ledakan bom bunuh diri di kantor Polsek Astana Anyar, Bandung, mengakibatkan dua orang meninggal dunia merupakan perbuatan teror yang tidak ada sangkut pautnya dengan agama tertentu.

“Mari kita jaga persatuan ditengah keanekaragaman yang ada di NKRI ini dengan tetap waspada pada gerakan radikalisme dan terorisme,” katanya.

Hal itu pun didukung Kabid Media Massa, Hukum dan Humas FKPT Jawa Timur, Riadi Ngasiran. “Bom bunuh diri merupakan tindakan konyol dan demonstrasi ketololan yang merugikan, tak hanya bagi pelakunya melainkan juga merugikan orang lain,” katanya.

Hal itu justru bertentangan dengan nilai ajaran Islam yang mengutamakan pentingnya menjaga keselamatan diri (hifdzun nafs) dan menebarkan kebaikan di muka bumi. “Terorisme seperti itu justru mencederai nilai Islam yang seharusnya membawa rahmat bagi kerahmatan alam semesta,” katanya. (*/fkptjtm)

Iklan.

You Might Also Like

PP DMI Imbau Suara Luar Masjid hanya 5 Menit

5.000 Mahasiswa dan Santri Deklarasikan Tolak Narkoba dan Perpecahan di Mapolda Jatim

Konfercab III, PA GMNI Bondowoso Berganti Kepemimpinan dengan Tekankan Soliditas

Yabika Peringati Hari Santri dengan Bershalawat Penuh Semangat Cinta Nabi

Hari Santri, Lapas Bondowoso dan Ponpes Walisongo Situbondo Teken PKS Pembinaan Tahfidz Al-Qur’an

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Groundbreaking Kantor MUI Jatim dilakukan Gubernur Khofifah dan Kiai Mutawakkil
Next Article LP Ma’arif NU Jawa Timur Gelar Training of Trainer Bagi Guru

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PP DMI Imbau Suara Luar Masjid hanya 5 Menit
Sospol
5.000 Mahasiswa dan Santri Deklarasikan Tolak Narkoba dan Perpecahan di Mapolda Jatim
Sospol
Konfercab III, PA GMNI Bondowoso Berganti Kepemimpinan dengan Tekankan Soliditas
Sospol
SAPA AIDS, Upaya FKM UNAIR Membangun Literasi HIV Remaja dan Stigma ODHA di Klumutan
Milenial

You Might also Like

Sospol

BRI Bondowoso Dukung Digitalisasi Pesantren, Sambut Hari Santri 2026

23/10/2026
Sospol

Unusa Peringkat Pertama Kampus NU di Indonesia

22/10/2026
Sospol

Koperasi Pondok Pesantren Nurul Hijrah Salurkan CSR Bangun Sumur Bor di Desa Alur

21/10/2026
Sospol

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”

17/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?