Surabaya, radar96.com – Wakil Ketua Umum DPP BariKade Gus Dur, Sudarsono Rahman, SH mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyikapi maraknya gelombang aksi mahasiswa dengan kepala dingin, semangat kebangsaan, dan komitmen bersama untuk memperbaiki keadaan tanpa mengorbankan persatuan nasional.
Menurut Cak Dar, berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa merupakan cerminan kegelisahan rakyat atas meningkatnya harga kebutuhan pokok, menurunnya daya beli masyarakat, persoalan perpajakan yang dirasakan memberatkan, pemberantasan korupsi yang dinilai belum memenuhi harapan publik, hingga tuntutan reformasi institusi penegak hukum yang lebih berpihak kepada keadilan.
“Aspirasi mahasiswa harus dipandang sebagai alarm demokrasi yang mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam keyakinan bahwa seluruh kebijakannya sudah benar. Kritik dan masukan dari rakyat adalah energi perbaikan yang harus didengar, bukan dihindari,” ujar Cak Dar yang juga Mantan Ketua PW IPNU Jawa Timur 1988 – 1992.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama negara sebagaimana amanat konstitusi adalah melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, seluruh sumber daya alam dan kekayaan nasional harus dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, bukan hanya menguntungkan segelintir kelompok.
“Republik ini dibangun di atas cita-cita konstitusi yang sangat mulia. Negara harus hadir untuk menyejahterakan rakyat. Kekayaan alam Indonesia harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pendidikan, kesehatan, dan membuka lapangan pekerjaan yang layak,” tegasnya.
Namun demikian, Cak Dar juga menyerukan kepada mahasiswa dan masyarakat agar tetap menjaga ketertiban, kedamaian, serta persatuan nasional dalam menyampaikan aspirasi. Ia mengingatkan bahwa dalam setiap situasi ketidakpuasan sosial, selalu ada pihak-pihak tertentu yang berusaha memanfaatkan keadaan demi kepentingan politik maupun ekonomi mereka sendiri.
“Saya mengajak mahasiswa dan seluruh rakyat Indonesia untuk tetap waspada terhadap upaya adu domba. Jangan sampai kita mudah diprovokasi oleh pihak-pihak yang justru menikmati suasana ketidakadilan, kekacauan, dan konflik sosial. Mereka tidak sedang memperjuangkan rakyat, tetapi memanfaatkan penderitaan rakyat untuk kepentingan tertentu,” katanya.
Menurutnya, gerakan mahasiswa harus tetap menjaga marwah intelektual dan moral sebagai gerakan perubahan yang berlandaskan argumentasi, data, dan kepentingan bangsa. Karena itu, setiap aksi harus dilakukan secara tertib, damai, dan menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat luas.
“Kita tidak boleh memberikan ruang kepada siapa pun yang ingin membenturkan rakyat dengan pemerintah. Kritik kepada pemerintah adalah bagian dari demokrasi, tetapi persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas bersama. Jangan sampai energi perubahan yang diperjuangkan mahasiswa justru disusupi oleh agenda-agenda yang merusak persaudaraan kebangsaan,” ujarnya.
Kepada Presiden Prabowo Subianto, Cak Dar berharap pemerintah merespons gelombang aspirasi mahasiswa dengan sikap terbuka, bijaksana, dan penuh empati. Ia menilai bahwa komunikasi yang baik dan langkah-langkah nyata akan jauh lebih efektif daripada sekadar membangun narasi bahwa situasi baik-baik saja.
“Saya berharap Presiden Prabowo menyampaikan secara langsung apresiasi kepada mahasiswa yang telah menyuarakan aspirasi rakyat. Ucapkan terima kasih atas kritik dan masukan mereka, karena sesungguhnya mahasiswa sedang menjalankan fungsi kontrol sosial yang menjadi bagian penting dalam demokrasi,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah segera menghadirkan langkah-langkah konkret yang menjawab keresahan masyarakat, khususnya terkait harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, perbaikan tata kelola pemerintahan, serta penguatan keberpihakan negara kepada rakyat kecil.
“Yang dibutuhkan rakyat saat ini bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata. Pemerintah harus menunjukkan bahwa negara hadir untuk mendengar, melayani, dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Dengan begitu, kepercayaan publik dapat kembali diperkuat dan semangat kebangsaan tetap terjaga,” ujar nya.
Menutup pernyataannya, Sudarsono Rahman, SH yg merupakan Aktivis Senior NU Jawa Timur menegaskan bahwa mahasiswa, rakyat, dan pemerintah sesungguhnya berada dalam satu barisan perjuangan yang sama, yaitu mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, serta setia kepada amanat konstitusi.
“Perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan untuk memecah bangsa. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat bahwa Indonesia hanya akan maju apabila pemerintah mau mendengar rakyat, rakyat tetap menjaga persatuan, dan seluruh elemen bangsa bersama-sama mengawal cita-cita kemerdekaan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” pungkasnya.


